Di Dalam Masjid Bangui, Paus Fransiskus Merunduk ke Arah Kiblat

Liberty Jemadu

Selasa, 01 Desember 2015 | 13:43 WIB
Di Dalam Masjid Bangui, Paus Fransiskus Merunduk ke Arah Kiblat
Paus Fransiskus tiba di kawasasan PK-5, sebuah lingkungan yang dihuni mayoritas Muslim di Bangui, Afrika Tengah, Senin (30/11) [Reuters/Siegfried Madola].

Suara.com - Truk putih terbuka beratap cokelat melaju pelan menyusuri jalanan menuju Masjid Koudoukou, Bangui, Republik Afrika Tengah. Paus Fransiskus berdiri di atasnya, melambaikan tangan pada warga yang berjejer melambai-lambaikan bendera putih, tanda perdamaian.

Ribuan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa berjaga di jalanan. Senapan AK-47 tak lepas dari genggaman, ketika Fransiskus tiba di salah kawasan paling berbahaya di dunia, untuk menyampaikan pesan perdamaian kepada kelompok Kristen dan Muslim yang sudah terlibat konflik berdarah selama dua tahun terakhir.

Belum ada paus lain dalam beberapa tahun terakhir yang berani terjun ke tengah daerah konflik. Ketika Fransiskus tiba di Masjid Koudoukou, ia disambut oleh para pemimpin umat Muslim setempat dan anak-anak kecil.

Setibanya di dalam masjid, Paus Fransiskus membungkukkan tubuhnya ke arah kiblat, sebelum duduk bersama di atas sebuah sofa putih di samping Imam Masjid.

"Umat Kristen dan Muslim adalah saudara," kata dia dalam pidatonya, yang disiarkan melalui sejumlah pengeras suara di luar masjid, "Karenanya, pikiran dan tingkah laku kita juga harus mencerminkan persaudaraan."

Sebelum kunjungan ke Afrika Tengah digelar, banyak yang ragu dia akan berani menginjakkan kaki di PK-5, nama kawasan yang menjadi tempat perlindungan terakhir komunitas Muslim Afrika Tengah.

Pasukan perdamaian PBB mengatakan mereka tak bisa menjamin keamanan Fransiskus jika dia berani memasuki kawasan itu. Pertempuran masih berlangsung hingga pagi, sebelum mobil kepausan memasuki lingkungan itu.

Tetapi ketika ia datang, kerumunan warga memadati jalan, berbaris di depan bekas kantor dan sekolah yang kini tutup. Sebagian besar dari mereka tampaknya berharap, kunjungan Fransiskus bisa menjadi awal perubahan yang mengarah pada perdamaian atau setidaknya menarik perhatian dunia pada Afrika Tengah.

"Saya masih tak percaya dia datang," kata Gaspar Ndjawe, warga lokal yang menyaksikan kedatangan Paus dari pinggir ajalan.

"Kami butuh pesan harapan darinya. Warga di sini sudah lelah dengan kehidupan seperti ini," imbuh dia.

Paus Fransiskus tiba di Bangui, ibu kota Afrika Tengah pada Minggu (29/11/2015). Ia, yang dalam lawatan itu menyebut dirinya sendiri sebagai "pembawa perdamaian", sebelumnya sudah mampir ke Kenya dan Uganda.

Meski tak secara resmi mengatakan akan mengupayakan mediasi damai di Afrika Tengah, dalam kurang dari dua hari di negara itu dia telah bertemu dengan beragam pemimpin politik dan komunitas. Ia berbicara tentang upaya perdamaian.

Presiden sementara Afrika Tengah, Catherine Samba-Panza, mengatakan bahwa kunjungan Paus memberikan janji akan sebuah jalur diplomasi yang baru.

"Kami berharap kunjungan ini bisa menandai mulainya proses perdamaian," kata Samba-Panza sebelum kedatangan Paus.

Vatikan sendiri punya sejarah panjang dalam memediasi dan meredam ketegangan geopolitik di dunia. Paus Yohanes Paulus II dikenal sebagai tokoh yang mendorong negara-negara Eropa Timur untuk lepas dari Uni Soviet. Pada 2007, Paus Benediktus XVI membantu proses pembebasan 15 pelaut Inggris yang ditahan di Iran. Sementara tahun lalu Fransiskus membantu normalisasi hubungan AS dan Kuba, yang sudah bermusuhan sejak Perang Dingin.

PK-5, Simbol Kekejaman Perang Afrika Tengah

Tetapi konflik di Afrika Tengah berbeda. Konflik di salah satu negara termiskin di dunia itu seperti diabaikan oleh dunia. Memang sejak merdeka dari penjajahan Prancis pada 1958, negara itu terus diwarnai kudeta demi kudeta.

Sementara konflik di Afrika Tengah sendiri melibatkan milisi-milisi yang tak terikat pada organisasi tertentu, maka proses damai tak bisa dilakukan dengan melibatkan pertemuan tingkat tinggi di luar negeri. Fransiskus, karenanya, memilih untuk turun langsung ke daerah konflik dan mengedepankan sentuhan pribadi.

"Saya sangat berharap bahwa konsultasi-konsultasi nasional akan digelar dalam beberapa pekan ke depan, sehingga negeri ini bisa menyambut bab baru dalam sejarahnya," kata Fransiskus dalam pertemuan dengan pejabat negara itu, Minggu.

PK-5 sendiri adalah simbol paling tepat dari kekejaman perang sipil di Afrika Tengah. Sebelum konflik daerah itu dihuni oleh sekitar 122.000 warga Muslim, tetapi kini hanya sekitar 15.000 jiwa yang bertahan.

Kawasan itu adalah pusat perdagangan sebelum perang, dan kini menjadi pusat konflik antara dua kelompok milisi: Seleka, kelompok mayoritas Muslim yang pada 2012 menggulingkan Presien Francois Bozize, dan kelompok milisi Kristen, Anti-Balaka.

Konflik horizontal itu sendiri awalnya bermula dari perebutan kekuasaan dan pusat-pusat sumber daya alam, tetapi kini sudah berubah menjadi sebuah lingkaran pembunuhan brutal yang didasarkan pada perbedaan agama.

Ketika berbicara dalam Masjid Koudoukou, Fransiskus mengutuk pembunuhan-pembunuhan keji itu.

"Bersama-sama, kita harus menolak kebencian, dendam, dan kekerasan - terutama kekerasan atas dasar agama atau Tuhan," tegas Fransiskus.

Selama lebih dari satu tahun, satu kelompok yang terdiri dari ulama Kristen dan Islam telah memohon agar Fransiskus mengunjungi Bangui. Mereka yakin Fransiskus bisa mengakhiri konflik, setelah PBB gagal mendamaikan kedua pihak. Kelompok itu bertandang ke Vatikan dua kali.

"Dia adalah salah satu pemimpin religius terpenting di dunia saat ini dan ketika itu saya berpikir, ia tentu bisa membantu kami mendorong pesan perdamaian," kata Omar Kobine Layama, seorang ulama Afrika Tengah yang turut berkunjung ke Vatikan.

Membujuk para milisi untuk meletakan senjata bukan perkara mudah. Tetapi setelah pesawat kepausan membawa pulang Fransiskus ke Roma pada Senin, tanda-tanda kecil yang menunjukkan kemajuan sudah mulai tampak.

Milisi-milisi anti-Balaka yang biasanya menutup akses keluar masuk PK-5 kini tak lagi berjaga. Kini lebih mudah bagi warga Muslim untuk bergerak di kota itu ketimbang waktu-waktu sebelumnya.

Para pengemudi taksi Kristen mulai menerima penumpang Muslim. Dua lelaki juga terlihat duduk di dekat batas kawasan Muslim dan Kristen.

"Mungkin para milisi serius mendengar pesan Paus," kata Abdul Karim Issa (30), warga PK-5.

"Saya berharap akan terus begini, tetapi saya tidak tahu juga," lanjut Musa Mohammed (31).

Tetapi ujian terhadap perdamaian di Afrika Tengah akan segera datang pada Desember ini, tepatnya ketika pemilihan umum.

Beberapa kandidat, termasuk mantan presiden Bozize, ikut mencalonkan diri. Bozize adalah buronan PBB. Ia dituding melakukan kejahatan perang dan sudah disanksi PBB. Sementara beberapa kandidat lain diketahui punya hubungan baik dengan kelompok-kelompok milisi yang terlibat perang saudara di Afrika Tengah. (The Washington Post)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Tertangkap Tangan Terima Suap, Kader PDIP Ini Dipecat

ISIS Jadikan Indonesia Sebagai Wilayah Provinsi

Namanya Disebut, Fahri Hamzah Persoalkan Perekaman Pembicaraan

Inilah Kronologis Jatuhnya AirAsia QZ8501 Versi KNKT

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Innalillahi! Detik-detik Tambang Emas Ilegal Longsor, Lebih dari 100 Orang Tewas

Innalillahi! Detik-detik Tambang Emas Ilegal Longsor, Lebih dari 100 Orang Tewas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:35 WIB

100 Orang Tewas Tertimbun Tambang Emas Tradisional Runtuh, Puluhan Orang Hilang di Desa Zamboye

100 Orang Tewas Tertimbun Tambang Emas Tradisional Runtuh, Puluhan Orang Hilang di Desa Zamboye

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Warisan Hijau Paus Fransiskus: Vatikan Buka Sekolah Pertanian Berkelanjutan Pertama

Warisan Hijau Paus Fransiskus: Vatikan Buka Sekolah Pertanian Berkelanjutan Pertama

Your Say | Senin, 08 September 2025 | 14:17 WIB

Dua Klub San Lorenzo: Kesamaan Mengejutkan Paus Leo XIV dan Fransiskus

Dua Klub San Lorenzo: Kesamaan Mengejutkan Paus Leo XIV dan Fransiskus

Bola | Jum'at, 09 Mei 2025 | 20:11 WIB

Paus Leo XIV: Antara AS Roma, Alianza Lima dan Timnas Peru

Paus Leo XIV: Antara AS Roma, Alianza Lima dan Timnas Peru

Bola | Jum'at, 09 Mei 2025 | 07:57 WIB

Momen Paus Leo XIV Sapa Umat Pertama Kali dan Isi Pidato Pasca Pelantikan

Momen Paus Leo XIV Sapa Umat Pertama Kali dan Isi Pidato Pasca Pelantikan

News | Jum'at, 09 Mei 2025 | 07:40 WIB

Klub Peru Ini Konon Didukung Paus Leo XIV: Ikuti Jejak Paus Fransiskus

Klub Peru Ini Konon Didukung Paus Leo XIV: Ikuti Jejak Paus Fransiskus

Bola | Jum'at, 09 Mei 2025 | 07:08 WIB

Ungkapan Hati Megawati Saat Paus Fransiskus Wafat: Rasanya Seperti Kehilangan Bapak Sendiri

Ungkapan Hati Megawati Saat Paus Fransiskus Wafat: Rasanya Seperti Kehilangan Bapak Sendiri

News | Jum'at, 09 Mei 2025 | 06:57 WIB

Wasiat Paus Fransiskus Untuk Palestina: Ubah Popemobile Jadi Klinik Keliling di Gaza

Wasiat Paus Fransiskus Untuk Palestina: Ubah Popemobile Jadi Klinik Keliling di Gaza

Otomotif | Selasa, 06 Mei 2025 | 19:46 WIB

Dari Gedung Putih ke Vatikan: Trump Beri Kode Soal Pengganti Paus!

Dari Gedung Putih ke Vatikan: Trump Beri Kode Soal Pengganti Paus!

Video | Senin, 05 Mei 2025 | 08:36 WIB

Terkini

TelkomGroup Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement

TelkomGroup Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Zero Plastic Movement

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:43 WIB

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:38 WIB

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:37 WIB

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:31 WIB

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Polda Metro Sita 518 Cartridge Vape Berisi Etomidate, Satu Pria Ditangkap.

Polda Metro Sita 518 Cartridge Vape Berisi Etomidate, Satu Pria Ditangkap.

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural

Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Pasokan Minyak Dunia Terancam Lumpuh Total Usai Houthi Gempur Arab Saudi

Pasokan Minyak Dunia Terancam Lumpuh Total Usai Houthi Gempur Arab Saudi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:25 WIB

×