Curhat Supir Metromini Usai Ditertibkan Pemerintahan Ahok

Siswanto

Senin, 21 Desember 2015 | 18:20 WIB
Curhat Supir Metromini Usai Ditertibkan Pemerintahan Ahok
Terminal Pasar Senen, Jakarta Pusat [suara.com/Eva Aulia]

Suara.com - "Anak di rumah beserta istri sudah teriak lapar-lapar," kata Nando Hutagalung, supir metromini 03 jurusan Senen-Rawamangun.

Ayah dari satu orang anak ini mengaku bingung dengan kebijakan pemerinth Jakarta yang mengandangkan metromini dengan alasan tak laik jalan.

Perasaan kecewa terekam dari raut wajahnya. Ia bersama supir metromini lainnya mengaku tidak pernah diberi peringatan sebelum penertiban di lapangan yang dilakukan petugas Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta.

Menurut dia, pemerintah tidak memberi waktu untuk memperbaiki kondisi kendaraan.

"Kalau pemerintah ingin memberhentikan seperti ini seharusnya dicarikan solusi dong supaya kita para sopir metromini ini bisa mencari uang lagi, toh kita bisa ngojek tapi dari mana motornya, kita bisa jualan tapi dari mana modalnya. Pemerintah harusnya bisa berpikir kembali berapa ribu orang yang menjadi pengangguran, kriminalitas bisa meningkatkan?" kata Nando.

Lelaki berumur 53 tahun asal Medan, Sumatera Utara, tidak akan berbuat anarkis kalau nanti metromini tidak bisa cari nafkah lewat metromini lagi. Tapi, dia sangat menyayangkan ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di televisi pagi tadi.

"Siapa supir metromini yang menonton siaran ini kalau ada yang demo akan saya habisi," kata Nando dengan menirukan ucapan dan gaya Ahok.

Menurut Nando seharusnya seorang pemimpin tidak bicara seperti itu kepada masyarakat.

Menanggapi stigma ugal-ugalan dan kerab memakan korban di jalan terhadap metromini, Nando menilai itu tidak sepenuhnya benar.

"Bohonglah bila metromini memang tidak mengalami kerusakan, setiap ada kerusakan seperti rem atau apapun pasti kita perbaiki. Mana ada sih supir yang menginginkan kecelakaan, itu semua kan musibah. Bicara tentang supir yang ugal-ugalan itu kan tergantung masing-masing individunya," kata Nando.

Hal yang sama disampaikan oleh supir metromini P17 jurusan Senen-Panggarai, Herbert Hutabarat.

Ia menyayangkan penertiban terhadap metromini dilakukan menjelang Natal dan tahun baru.

"Tolonglah pemerintah memberikan solusi yang jelas bila kita supir-supir metromini harus di-stop. Harusnya kan diberikan solusi yang jelas kami juga punya keahlian yang lain tapi kan kita mau nyari pekerjaan yang halal-halal saja," kata Nando. [Eva Aulia]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Calon Sopir Metromini yang Melamar ke DKI Dapat Pelatihan Khusus

Calon Sopir Metromini yang Melamar ke DKI Dapat Pelatihan Khusus

News | Senin, 21 Desember 2015 | 17:02 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×