Para Mantan Teroris Siap Bantu Pemerintah Hadapi ISIS

Liberty Jemadu

Rabu, 30 Desember 2015 | 00:39 WIB
Para Mantan Teroris Siap Bantu Pemerintah Hadapi ISIS
Ilustrasi pasukan ISIS. (Shutterstock)

Suara.com - Sejumlah mantan teroris berkomitmen membantu pemerintah mencegah terorisme di Indonesia, khususnya terkait kelompok bersenjata ISIS yang disinyalir telah mengalirkan dana kepada sekelompok teroris di Tanah Air.

"Kami tidak meminta apa-apa. Kami hanya ingin Indonesia yang damai dan tidak dikotori oleh aksi-aksi ISIS yang tidak berperikemanusiaan," kata mantan teroris Imron Baihaqi alias Abu Tholut di Jakarta, Selasa (29/12/2015).

Selain Abu Tholut, beberapa mantan teroris yang siap membantu pemerintah, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), adalah Abdul Rahman Ayub, Nasir Abbas, Ghazali, dan Toni Togar.

 Ia menilai keberadaan ISIS membuat ancaman terorisme di Indonesia makin variatif. Dulu, aksi terorisme dipicu oleh permusuhan tunggal kelompok Al Qaeda dengan Amerika Serikat, terutama menyangkut kebijakannya terhadap umat Islam setelah terjadinya aksi bom World Trade Centre (WTC).

"Mereka (ISIS) sasarannya bukan AS sebagai prioritas, bahkan orang biasa-biasa saja bisa dianggap musuh atau murtad bila tidak sepaham. Contohnya peristiwa di Sudan, Irak, dan Paris," kata dia.

Ia berharap ISIS tidak berkembang di Indonesia dan tidak ada lagi Muslim Indonesia yang terpengaruh propaganda atau bahkan terekrut oleh ISIS.

"Bila ISIS berkembang di Indonesia maka akan terjadi konflik internal di masyarakat sehingga negara ini tidak stabil. Jadi mulai sekarang kita harus bisa membentengi diri dari ISIS, agar tidak masuk dan membuat gaduh di Indonesia," ujar dia.

Ia pun siap melakukan berbagi informasi dan berkomunikasi aktif dalam memberikan masukan dan data sebagai bukti kesetiaannya pada NKRI, sehingga akan memecahkan kebuntuan antara pihak pemerintah yang menangani pencegahan terorisme (BNPT) dengan mereka yang pernah terlibat kasus terorisme, napi terorisme, dan mantan napi terorisme.

"Langkah ini akan menjadi pondasi awal untuk membangun kepercayaan dalam mencegah terjadinya kembali aksi terorisme di Indonesia," kata dia.

Menurutnya, komunikasi intensif wakil pemerintah dan wakil dari kelompok radikal sangat penting sehingga di kemudian hari ada gerakan yang sinergis dalam pencegahan terorisme.

"Kalau sudah sinergi, maka jalannya pasti akan selaras. Selama ini pencegahan terorisme yang dilakukan BNPT sudah cukup bagus, tapi masih ada yang kurang," kata dia.

Sebelumnya (28/12/2015), Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan pihaknya telah membekukan dana lebih dari Rp2 miliar yang berasal dari 26 rekening milik terduga teroris ataupun organisasi�teroris yang tercantum dalam daftar PBB. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terduga Teroris di Bekasi Disiapkan "Konser" Tahun Baru

Terduga Teroris di Bekasi Disiapkan "Konser" Tahun Baru

News | Senin, 28 Desember 2015 | 21:54 WIB

Terkini

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

×