Beri Info 'Sesat' Bom, TVone Diberi Sanksi KPI

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 14 Januari 2016 | 22:51 WIB
Beri Info 'Sesat' Bom, TVone Diberi Sanksi KPI
Petugas Labfor Bareskrim Polri melakukan olah TKP ledakan bom di Starbucks Coffe Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi teguran tertulis kepada 3 televisi dan 1 radio. Mereka dinyatakan melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI 2012.

Sanksi itu diberikan dalam proses peliputan ledakan bom di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat (14/1/2016) siag tadi. Televisi itu adalah TVONE, Indosiar dan INEWS dan radio ELSHINTA.

Pengumuman penjatuhan sanski itu diumumkan oleh KPI secara terbuka lewat websitenya, Kamis malam. Dalam pengumuman itu menyebutkan TVone menampilkan visualisasi mayat yang tergeletak di dekat Pos Polisi Sarinah dalam program 'Breaking News'.

Kawasan itu merupakan lokasi ledakan peristiwa ledakan. Gambar tersebut ditayangkan tanpa adanya penyamaran (blur), sehingga terlihat secara jelas. Di sana juga ditampilkan informasi yang tidak akurat tentang “Ledakan Terjadi di Slipi, Kuningan, dan Cikini”.

"Kalimat yang tampil di layar ini, meskipun kemudian dikoreksi, tentunya telah menimbulkan keresahan masyarakat. Hal ini melanggar prinsip-prinsip jurnalistik tentang akurasi berita serta larangan menampilkan gambar korban atau mayat secara detil," tulis KPI.

Sementara program jurnalistik “Patroli” yang disiarkan stasiun televisi Indosiar pada pukul 11.05 WIB, KPI mendapati adanya tampilan potongan gambar yang memperlihatkan visualisasi mayat yang tergeletak di dekat Pos Polisi Sarinah yang merupakan lokasi peristiwa ledakan. Gambar tersebut ditayangkan tanpa disamarkan (blur) sehingga terlihat secara jelas.

KPI menilai penayangan tersebut tidak layak dan tidak sesuai dengan etika jurnalistik, serta mengakibatkan ketidaknyamanan terhadap masyarakat yang menyaksikan program tersebut. Visualisasi mayat korban ledakan juga ditemukan pada program Breaking News di INEWS TV. Selain itu, program ini juga menampilkan informasi yang tidak akurat “Ledakan Juga Terjadi di Palmerah”. Padahal berita tentang ledakan di tempat lain itu tidak benar.

Sementara untuk stasiun radio ELSHINTA, didapati beberapa kali menyampaikan berita bahwa terjadi ledakan di beberapa lokasi selain yang terjadi di kawasan Sarinah, Thamrin. KPI menilai telah terjadi pelanggaran prinsip jurnalistik seperti yang telah diatur dalam P3 & SPS oleh keempat lembaga penyiaran ini. Sanksi administratif berupa teguran tertulis, telah dilayangkan KPI kepada lembaga penyiaran yang disebut di atas.

"KPI berharap, penjatuhan sanksi ini dapat dijadikan pelajaran bagi lembaga penyiaran lainnya. P3 & SPS KPI sudah jelas mengatur hal-hal mana yang dapat muncul di televisi dan radio pada peliputan musibah. Lembaga penyiaran harus menyadari fungsi yang diembannya dalam penyelenggaraan penyiaran, yakni memberikan informasi yang benar, seimbang dan bertanggung jawab," tulis KPI lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penjelasan Supir Truk yang Bannya Meledak di Kawasan Sarinah

Penjelasan Supir Truk yang Bannya Meledak di Kawasan Sarinah

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 22:38 WIB

Objek Vital di Bekasi Diperketat Pascabom Sarinah

Objek Vital di Bekasi Diperketat Pascabom Sarinah

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 22:31 WIB

Jokowi: Keamanan Jakarta Sudah Terkendali

Jokowi: Keamanan Jakarta Sudah Terkendali

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 21:37 WIB

Tiga Korban Bom Dipulangkan dari RSCM, Satu Polisi Masih Dirawat

Tiga Korban Bom Dipulangkan dari RSCM, Satu Polisi Masih Dirawat

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 21:31 WIB

NU Sebut Teror Bom Sarinah Keji

NU Sebut Teror Bom Sarinah Keji

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 21:30 WIB

Ledakan Keras di Seberang Starbucks Ternyata Ban Truk Pecah

Ledakan Keras di Seberang Starbucks Ternyata Ban Truk Pecah

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 21:18 WIB

Polres Bogor Perketat Kawasan Pascabom Jakarta

Polres Bogor Perketat Kawasan Pascabom Jakarta

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 21:15 WIB

Ada Ledakan Keras Lagi di Jalan Thamrin, Warga Kocar-kacir

Ada Ledakan Keras Lagi di Jalan Thamrin, Warga Kocar-kacir

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 21:04 WIB

Puan: Ada Korban Bom ke RS Naik Gojek Juga Ada yang Numpang Taksi

Puan: Ada Korban Bom ke RS Naik Gojek Juga Ada yang Numpang Taksi

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 20:53 WIB

Selesai Dioperasi, Aiptu Deni Mahieu Belum Bisa Dijenguk

Selesai Dioperasi, Aiptu Deni Mahieu Belum Bisa Dijenguk

News | Kamis, 14 Januari 2016 | 20:38 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×