IPW: Densus Jadi Eksekutor, Teroris Makin Ganas

Siswanto

Selasa, 19 Januari 2016 | 11:41 WIB
IPW: Densus Jadi Eksekutor, Teroris Makin Ganas
Ledakan dan penembakan di sekitar kawasan Sarinah, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Aksi teror yang terus merebak dan makin banyaknya jumlah pengikut kelompok teroris merupakan dampak dari buruknya pola penangkapan yang dilakukan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri selama ini. Densus dinilai cenderung bergaya algojo dalam mengeksekusi mati terduga di lapangan. Padahal, tugas Polri adalah melumpuhkan dan membawa terduga ke dalam proses hukum, bukan mengeksekusi di lapangan.

Demikian dikatakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane dalam pernyataan pers yang diterima Suara.com, Selasa (19/1/2016).

IPW menilai cara-cara yang dilakukan Densus dalam menangani terduga teroris telah melahirkan dendam kesumat yang luar biasa, terutama terhadap Polri. Di luar dugaan, kata Neta, pola penangkapan ini telah melahirkan sikap simpati untuk ikut "berjihad" melakukan balas dendam, baik dari para keluarga terduga maupun kelompok-kelompok radikal lainnya.

"Tak heran arus keberangkatan para simpatisan kelompok radikal ke Suriah kian banyak dan diam-diam mereka kembali ke Indonesia setelah bergabung dengan ISIS," katanya.

Neta menyontohkan kasus Bahrun Naim. Semula dia bukan teroris. Bahrun Naim hanya teknisi komputer yang suka mengkritisi sikap Densus di media-media online Islam. Di tahun 2010, dia tiba-tiba ditangkap di jalanan. Bahrun Naim dituduh menyimpan senjata dan peluru. Saat itu juga di Facebooknya muncul sikap simpati anak-anak muda pada nasib Bahrun Naim.

"Mereka mencaci maki Densus. Akhirnya Naim divonis 2,5 tahun," katanya.

Neta menambahkan lepas dari penjara Naim ke Suriah. Lalu bergabung dengan ISIS. Begitu juga dengan anak Imam Samudra yang masih remaja ke Suriah. Akibatnya muncul generasi teroris yang turun temurun, yang akan menyulitkan bagi bangsa ini untuk mengatasinya.

Menurut Neta hal itu menunjukkan proses deradikalisasi gagal, sebaliknya yang terjadi dendam kesumat kian marak dan menjadi kayu bakar terorisme. Fenomena ini, kata Neta, perlu dicermati semua pihak.

"Sebenarnya program deradikalisasi harus sejalan bersinergi dengan program penindakan yang profesional. Celakanya, masing-masing pihak di jajaran aparat keamanan cenderung mempertinggi egosektoralnya," katanya.

Akibatnya, kata Neta, pelaksanaan tugas di lapangan saling merugikan satu sama lain. Ke depan, Neta berharap bangsa ini perlu pemimpin Densus yang berwawasan luas dan bisa mengendalikan anak buah di lapangan agar bertindak profesional.

Selain itu, katanya, kendali Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang mengakar ke seluruh unsur yang berhubungan dengan penanggulangan teror perlu ditingkatkan sehingga bangsa ini tidak hanya kebakaran jenggot saat aksi teror bom meledak, kata Neta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Telusuri Aliran Dana Kelompok Teroris Thamrin

Polisi Telusuri Aliran Dana Kelompok Teroris Thamrin

News | Selasa, 19 Januari 2016 | 09:22 WIB

MUI: Tidak Ada Ruang untuk Paham Radikal

MUI: Tidak Ada Ruang untuk Paham Radikal

News | Selasa, 19 Januari 2016 | 08:23 WIB

Roro Fitria Berharap Dalang di Balik Teror Thamrin Diusut Tuntas

Roro Fitria Berharap Dalang di Balik Teror Thamrin Diusut Tuntas

Entertainment | Selasa, 19 Januari 2016 | 06:30 WIB

Telusuri Jaringan Teroris, Polisi Pinjam 4 Napi Lapas Tangerang

Telusuri Jaringan Teroris, Polisi Pinjam 4 Napi Lapas Tangerang

News | Selasa, 19 Januari 2016 | 02:33 WIB

13 Terduga Teroris Diciduk, 8 Di Antaranya Terkait Bom Thamrin

13 Terduga Teroris Diciduk, 8 Di Antaranya Terkait Bom Thamrin

News | Senin, 18 Januari 2016 | 22:11 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×