Kisah Kakek 83 Tahun Korban Rezim Soeharto, Usir Tiga Jenderal

Siswanto, Nikolaus Tolen

Minggu, 24 Januari 2016 | 14:48 WIB
Kisah Kakek 83 Tahun Korban Rezim Soeharto, Usir Tiga Jenderal
Wimanjaya Keeper Liotohe [suara.com/Nikolaus Tolen]

“Melihat tiga jenderal keluar, yang ketakutan adalah pengacara saya, Alamsyah Hanafi. Dia bilang kepada kelima polisi tersebut. 'Pak, pak, beribu-ribu maaf pak, ini klien saya orang gila pak.' Terus tiga jenderal di luar itu terus berpikir, loh kenapa kita keluar, kan dia yang terdakwa, kenapa kita bos di sini. Mau masuk lagi, sudah malu, dan yang lima orang di dalam itu tunduk terus, malu bosnya diusir,” kata Wiman sambil tertawa.

Wimanjaya melanjutkan cerita. Melihat sikap keras Wimanjaya, Kolonel Lubis akhirnya memintanya untuk pulang. Pemeriksaan hari itu dibatalkan.

Tapi, sebelum pulang, Kolonel Lubis memberi Wimanjaya kertas folio yang berisi puluhan pertanyaan terkait buku Primadosa. Wimanjaya diminta menyerahkan jawaban ke polisi dilain hari.

“Terus di mobil pengacara saya bilang begini, untung tadi saya minta maaf pak, kalau tidak sebentar malam kita sudah diciduk, pak, diikat kawat, dimasukkan dalam karung, dibuang ke laut, dan mati misterius. Saya bilang, kenapa mesti minta maaf terhadap jenderal goblok begitu, kalau dia jenderal benaran pasti dia bilang tidak, 'kami bos di sini, kamu terdakwa, jangan banyak mulut, nanti saya tembak mulutmu, gigimu rontok, mau?' Itu saya cuma gertak, bilang keluar saja, keluar benaran,” katanya Wimanjaya sambil tertawa.

Suatu hari, Wimanjaya diperiksa lagi di Kejaksaan Agung. Tiga jam lamanya. Jaksa Muda Intel Kejaksaan Agung menginterogasinya, antara lain mencari tahu sumber dokumen untuk menulis buku.

Tapi, Wiman menolak memberitahu. Bahkan, dia marah. Jaksa pun menyerah.

“Saya bilang oh ada pesawat yang lewat di Poltangan, dia buang kertas-kertas, saya pungut saja, eh ternyata dokumen. Dia mau supaya saya memberi tahu alasannya. Tapi kan nggak bisa saya memberitahukan sumbernya, menurut kode etik jurnalistik, kan nggak boleh kita menceritakan sumber berita itu, itu nggak bisa. Terus saya bilang, kalau saya kasih lihat aslinya, kamu berani nggak tangkap Soeharto, dia bilang ya nggak dong. Kalau nggak ya, nggak usah, saya kalau saya kasih aslinya saya tunjukkan ke kamu, tapi kamu nggak berani tangkap Soeharto, sama saja saya kasih mutiara kepada b**i (suara keras). Waduh, kaget dia, langsung dia bilang, merokok pak, merokok pak, saya bilang, saya tidak merokok. Terus dia pusing, dia bilang, begini pak, bapak pulang aja, nanti kapan-kapan kami panggil lagi nanti, sampai hari ini, saya nggak pernah dipanggil lagi,” katanya.

Wimanjaya pernah menjalani interogasi yang menurutnya sangat menegangkan. Ketika itu dia berhadapan dengan 12 petinggi TNI. Di antaranya ada Wiranto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Sutiyoso. Dibanding yang lain-lain, Wiranto lebih galak.

“Yang paling galak itu Wiranto, dia bertanya misalnya, kenapa kamu gugat keluarga Soeharto, Ibu Tien dan keluarganya. Saya bilang karena mereka berbisnis atas nama Presiden dengan konglomerat hitam, itu sudah menyalahgunakan wewenang Presiden,” kata Wimanjaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Primadosa, Primaduka, dan Primadusta Bawa Wimanjaya ke Penjara

Primadosa, Primaduka, dan Primadusta Bawa Wimanjaya ke Penjara

News | Minggu, 24 Januari 2016 | 12:34 WIB

Jalan Panjang Kakek 83 Tahun Korban Rezim Soeharto Cari Keadilan

Jalan Panjang Kakek 83 Tahun Korban Rezim Soeharto Cari Keadilan

News | Minggu, 24 Januari 2016 | 11:55 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×