Jalan Layang Tambahan Semanggi Dimulai April 2016

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 26 Januari 2016 | 19:45 WIB
Jalan Layang Tambahan Semanggi Dimulai April 2016
Pembangunan proyek MRT di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (27/7). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Proyek pembangunan jalan layang tambahan di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, akan dimulai April atau Mei 2016.

"Oh jadi (pembangunan jalan layang Semanggi), mau groundbreaking bulan April atau Mei ini. Itu pampasan perang namanya," ujar Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)  di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Pampasan perang yang dimaksud Ahok adalah pembayaran yang secara paksa ditarik oleh negeri pemenang perang kepada negeri yang kalah perang sebagai ganti atas kerugian material. Dengan kata lain proyek tersebut tidak dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah DKI Jakarta, melainkan dibebankan kepada swasta.

"(Perusahaan) Jepang mau bangun gedung. Dia mau naikin KLB (koefisiensi luas bangunan), saya bilang oke nggak usah ganti kita duit. Itu naikin KLB saya kasih izin, itu nilainya Rp700 atau Rp800 miliar. Sudah kamu bangunin saja (jalan layang) Semanggi, itu nilainya Rp500-an miliar," kata Ahok.

Ahok menjelaskan perusahaan asal Jepang yang siap membiayai jalan layang tambahan di kawasan Semanggi adalah PT. DMG Mori Seiki Indonesia. Pembangunan ditargetkan rampung tahun 2017.

"Sudah jadi sama lampu-lampunya itu nanti. Itu Mori Jepang (yang membangun). Diperkirakan pertengahan 2017 selesai," katanya.

Ahok menambahkan jalan layang tersebut akan berada di atas jalan tol Cawang-Grogol.

Ahok berharap tambahan jalan ini akan mengurangi kepadatan arus lalu lintas di kawasan Jalan Gatot Subroto - Semanggi.

Rencana pembangunan ini mengundang pro dan kontrak. Kalangan yang kontrak menilai jalan layang tambahan akan mengurangi nilai estetika Semanggi.

Jembatan Semanggi yang ada sekarang, bangunan fisiknya berupa jalan layang yang melingkar-lingkar. Karena bentuknya mirip struktur daun lalapan, semanggi, maka kemudian meresap dan menjadi nama jembatan itu sendiri.

Pada perkembangannya, kawasan Jembatan Semanggi menjadi ciri khas Ibukota Jakarta. Jembatan ini menjadi semacam poros lalu lintas Ibukota Jakarta sekaligus sebagai simbol kemakmuran perekonomian.

Lokasi jembatan terkenal ini berada di kawasan Karet, Semanggi, Setia Budi. Pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Proses pembangunan Jembatan Semanggi dulu tidaklah mudah. Presiden Soekarno tidak begitu saja mendapat restu dari rakyat. Sebab, pada waktu itu orang sudah mulai berpikir kritis terhadap ide-ide pembangunan fisik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anggota DPRD DKI Minta Ahok Tak Hilangkan Sejarah Semanggi

Anggota DPRD DKI Minta Ahok Tak Hilangkan Sejarah Semanggi

News | Kamis, 02 Juli 2015 | 14:36 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×