Polisi Buru Pembunuh Sadis Balita di Sukabumi

Ardi Mandiri | Suara.com

Kamis, 28 Januari 2016 | 00:14 WIB
Polisi Buru Pembunuh Sadis Balita di Sukabumi
Ilustrasi pembunuhan [shutterstock]

Suara.com - Jajaran Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat memburu pelaku pembunuhan terhadap balita bernisial SJ yang baru berusia 17 bulan warga Kampung Cisaruagirang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pembunuhan seorang balita ini, serta sudah melakukan olah TKP di rumah kontrakan yang didiami korban bersama ibunya FT (20)," kata Kepala Bagian Operasi Polres Sukabumi Kota, Kompol Sulaeman Salim di Sukabumi, Rabu.

Informasi yang dihimpun Antara dari pihak kepolisian, kasus pembunuhan ini terungkap setelah adanya laporan bahwa ada balita yang dirawat di RSUD R Syamsudin SH Kota karena tubuhnya terdapat banyak luka.

Namun nahas karena luka yang dideritanya parah, balita perempuan yang tinggal bersama orang tuanya di Desa Warnasari, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Jasad korban ditemukan beberapa luka lebam seperti di dada, dahi, kepala, perut, bahkan hampir diseluruh tubuhnya. Bahkan korban pun dianiaya tidak hanya dengan tangan kosong saja, tetapi menggunakan benda tumpul.

Dari hasil olah TKP di rumah kontrakan yang didiami anak dan ibu ini, ditemukan benda-benda mencurigakan yang diduga digunakan oleh si pelaku untuk menyiksa balita malang ini.

Selain itu, anggota Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Sukabumi Kota sudah memeriksa beberapa orang saksi termasuk ayah dari SJ yakni SA (18) untuk mengungkap kasus ini.

Namun polisi hingga saat ini belum menetapkan tersangka, tapi polisi menduga pembunuhan ini dilakukan oleh orang terdekat.

"Kami juga masih mencari ibu kandung korban FT yang belum diketahui keberadaannya hingga saat ini," tambahnya.

Di sisi lain, Sulaeman mengatakan sejak bayi korban dititipkan orang tuanya ke pamannya (kakak kandung FT), namun pada usia 14 bulan SJ dibawa oleh ibunya untuk tinggal di rumah kontrakan.

Lebih lanjut, informasinya status pernikahan FT dan SA hanya siri atau tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). "Intinya kami tidak ingin menduga-duga siapa pelaku pembunuhan ini dan yang pasti petugas di lapangan sudah mengetahui identitasnya," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembunuh Rhoma Irama Serahkan Diri Ke Polisi

Pembunuh Rhoma Irama Serahkan Diri Ke Polisi

News | Senin, 11 Januari 2016 | 15:23 WIB

Leher Pemuda Tebet Ditebas Golok, Polisi: Ini Mungkin Terencana

Leher Pemuda Tebet Ditebas Golok, Polisi: Ini Mungkin Terencana

News | Jum'at, 01 Januari 2016 | 19:26 WIB

Terkini

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:07 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:56 WIB

Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet

Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:50 WIB

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:44 WIB