Cara Lain Pemerintah Turunkan Kemiskinan Selain dengan Uang

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 04 Februari 2016 | 16:06 WIB
Cara Lain Pemerintah Turunkan Kemiskinan Selain dengan Uang
Aktivitas warga yang tinggal di kolong flyover Kampung Lodan, Jakarta, Selasa (5/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan upaya pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat bukan hanya dengan memberi uang. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk produktif.

JK menyebutkan cara itu di antaranya dengan meningkatkan produktivitas pertanian dan penciptaan lapangan kerja.

"Mengurangi kemiskinan itu bukan hanya memberi ruang, tetapi selain memberi uang bagi yang betul-betul tidak mampu juga di lain pihak meningkatkan produktivitas pertanian, perkebunan, dan juga lapangan kerja," kata Wapres Kalla di Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Pemerintah saat ini berupaya memperluas cakupan penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu menambah anggaran untuk bantuan tersebut.

"Ada dua cara, membantu yang di bawah (masyarakat miskin) dan mendorong produktivitas. Dua-duanya penting," tambahnya setelah menggelar rapat pengentasan kemiskinan di kantornya.

Sementara Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang ikut dalam rapat itu mengatakan pemerintah akan memperluas cakupan PLH serta menambah nominal bantuan dalam program tersebut sehingga berdampak signifikan pada penurunan angka kemiskinan.

"Pemerintah sepakat penguatan PKH, karena dari berbagai survei dan temuan antara Kemenkeu, Bappenas, program ini yang paling signifikan mengurangi gini rasio," kata Khofifah.

Pada 2015, PKH telah menjangkau 3,5 rumah tangga sangat miskin sebagai peserta dan pada 2016 mencakup enam juta peserta. Sedangkan Anggaran PKH saat ini baru mencakup 10,5 persen atau setara dengan Rp9,9 triliun. Angka tersebut masih kecil dibandingkan persentase yang baik untuk penurunan angka kemiskinan dan gini rasio adalah sebesar 16-25 persen.

"Kita baru 10,5 persen dibanding Filipina, Meksiko, Brazil itu memang rendah sekali, tidak hanya pada nominalnya saja tetapi coverage populasinya rendah sekali," tambah Mensos.

Namun penambahan tersebut tergantung pada anggaran pemerintah yang akan menunggu APBN Perubahan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada 100 Kabupaten/Kota yang Rakyatnya Sangat Miskin

Ada 100 Kabupaten/Kota yang Rakyatnya Sangat Miskin

News | Kamis, 04 Februari 2016 | 15:43 WIB

Pemerintah Akui Data Kemiskinan Tidak "Valid"

Pemerintah Akui Data Kemiskinan Tidak "Valid"

News | Kamis, 04 Februari 2016 | 14:24 WIB

BPS: PHK Belum Pasti Pengaruhi Tingkat Kemiskinan

BPS: PHK Belum Pasti Pengaruhi Tingkat Kemiskinan

Bisnis | Kamis, 04 Februari 2016 | 13:50 WIB

Menteri dan Wapres Bahas Kemiskinan

Menteri dan Wapres Bahas Kemiskinan

News | Kamis, 04 Februari 2016 | 11:08 WIB

Kenaikan Harga Beras Dapat Perparah Kemiskinan di Indonesia

Kenaikan Harga Beras Dapat Perparah Kemiskinan di Indonesia

Bisnis | Kamis, 04 Februari 2016 | 03:33 WIB

Inilah 2 Penyebab Program Otsus Papua Belum Efektif

Inilah 2 Penyebab Program Otsus Papua Belum Efektif

Bisnis | Senin, 01 Februari 2016 | 04:27 WIB

Penghasilan Petani & Nelayan Ditargetkan Rp4 Juta per Bulan

Penghasilan Petani & Nelayan Ditargetkan Rp4 Juta per Bulan

Bisnis | Minggu, 31 Januari 2016 | 22:40 WIB

ADB Prediksi Kota di Indonesia Penuh Sesak di 2030

ADB Prediksi Kota di Indonesia Penuh Sesak di 2030

Bisnis | Kamis, 28 Januari 2016 | 14:45 WIB

PBB Gandeng Lionel Messi untuk Perangi Kemiskinan

PBB Gandeng Lionel Messi untuk Perangi Kemiskinan

Bola | Rabu, 20 Januari 2016 | 08:12 WIB

Satu Persen Keluarga Kuasai 50,3 Persen Kekayaan Nasional

Satu Persen Keluarga Kuasai 50,3 Persen Kekayaan Nasional

Bisnis | Selasa, 12 Januari 2016 | 13:14 WIB

Terkini

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:07 WIB

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:02 WIB

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:01 WIB

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:59 WIB

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 22:57 WIB

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:55 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:53 WIB

Listyo Sigit dan 2 Jenderal Jadi Tersangka, Server LIMS Diduga Dipakai Sadap Presiden hingga Media

Listyo Sigit dan 2 Jenderal Jadi Tersangka, Server LIMS Diduga Dipakai Sadap Presiden hingga Media

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 22:51 WIB

×