Kasus Mirna, Dewan Pers akan Buat Panduan Liputan Pembunuhan

Siswanto | Suara.com

Minggu, 07 Februari 2016 | 11:15 WIB
Kasus Mirna, Dewan Pers akan Buat Panduan Liputan Pembunuhan
Tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/1). [suara.com/Oke Atmaja]
Anggota Dewan Pers dari unsur tokoh masyarakat Yosep Stanley Adi Prasetyo mewacanakan penerbitan buku panduan penulisan bagi jurnalis dalam memberitakan kasus misteri pembunuhan. Tujuannya agar media massa tak terjebak pada pelanggaran presumption of innocence atau asas praduga tak bersalah dan trial by press atau melakukan penghakiman sendiri seperti dalam kasus kematian Engeline Margriet Megawe di Denpasar, Bali, dan Wayan Mirna Salihin di Jakarta.

"Barangkali kami (Dewan Pers) perlu susun panduan meliput seperti ini. Misal dalam kasus Engeline juga, kasus ini telah membangun solidaritas masyarakat. kita, masyarakat dan media juga kebingungan (melihat kasus itu). Pertama, mengutuk Agus Tai yang disebutkan sebelum membunuh dia memperkosa Engeline. Tapi ternyata tidak terbukti, lalu ibunya yang dikutuk," kata Stanley kepada Suara.com baru-baru ini.

Hal yang sama juga terjadi pada kasus Mirna. Terlepas apakah tersangka Jessica nanti terbukti berbuat, saat ini pemberitaan sebagian media massa sudah cenderung berlebihan atau melewati fakta-fakta yang ada. Pemberitaan dipenuhi dengan analisa-analisa yang sudah mengarah ke pelaku, padahal pengadilan belum memutuskan siapa yang bersalah.

"Itu memberikan tekanan ke penyidik dan hakim pengadilan. Harusnya, kan polisi dan pengadilan independen. Kasih kesempatan ke penyidik dan hakim memeriksa saksi, mendengarkan ahli, lalu membuat keputusan yang baik berdasarkan kebenaran. Kalau sekarang kan jadi susah, opini publik sudah ada dan menggiring," kata Stanley.

Stanley mengingatkan media massa berhati-hati dalam mengemas berita-berita misteri pembunuhan agar jangan sampai membuat pihak berwajib bekerja tak profesional karena tekanan opini publik.

"Kita harus jaga diri. Saling mengingatkan. Kasus seperti ini tidak tertutup kemungkinan akan terjadi lagi," katanya.

Stanley menambahkan Dewan Pers akan membuat diskusi publik untuk membahas permasalahan ini agar menjadi perhatian semua pihak.

"Kami akan mendorong untuk mengingatkan teman-media, ayo tahan diri (tunggu keputusan pengadilan dan jangan membuat analisa sendiri dalam kasus pembunuhan Mirna). Bukan kasus ini saja, bukan tak mungkin akan terulang lagi. Dalam kasus pembunuhan disertai misteri seperti ini, bisa terjadi lagi," kata Stanley.

Untuk menyusun buku panduan pemberitaan tentang misteri pembunuhan yang disertai konspirasi, kata Stanley, membutuhkan dukungan stakeholders agar hasilnya komprehensif, seperti organisasi kewartawanan, pengusaha media, akademisi, hakim, dan polisi, kejaksaan.

"Kalau sudah mantap baru masuk pleno Dewan Pers, lalu ditetapkan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ikuti Rekonstruksi Kasus Mirna, Ini yang Bakal Dilakukan Jessica

Ikuti Rekonstruksi Kasus Mirna, Ini yang Bakal Dilakukan Jessica

News | Minggu, 07 Februari 2016 | 10:04 WIB

Polisi Gelar Rekonstruksi, Warga Antusias Ambil Gambar Jessica

Polisi Gelar Rekonstruksi, Warga Antusias Ambil Gambar Jessica

News | Minggu, 07 Februari 2016 | 09:54 WIB

Sendy Ungkap Mengapa Mirna Takut Ketemu Jessica Selama Ini

Sendy Ungkap Mengapa Mirna Takut Ketemu Jessica Selama Ini

News | Jum'at, 05 Februari 2016 | 21:31 WIB

Komnas HAM: Media Tak Terlalu Cerdas Melihat Kasus Mirna

Komnas HAM: Media Tak Terlalu Cerdas Melihat Kasus Mirna

News | Jum'at, 05 Februari 2016 | 20:34 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB