Cerita "China Town" Bengkulu yang Masih Terabaikan

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 08 Februari 2016 | 10:46 WIB
Cerita "China Town" Bengkulu yang Masih Terabaikan
Ilustrasi perayaan barongsai sambut Tahun Baru Imlek di Kawasan Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah [Antara/Maulana Surya]

Suara.com - Bagi masyarakat Tionghoa di Bengkulu, perayaan Imlek 2567 ini banyak harapan yang baik untuk tahun-tahun berikutnya. Keadaan penduduk keturunan di sana belum terlalu diperhatikan.

Masyarakat menyampaikan harapan pada pemimpin baru Provinsi Bengkulu periode 2016-2021, Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah.

Pembina umat Buddha Provinsi Bengkulu sekaligus Pembina Wihara Buddhayana Kota Bengkulu, Biksu Suhu Nyana Sukha berharap mereka memberikan perhatian khusus bagi etnis Tionghoa.

"Kalau bisa, tokokh-tokoh diundang gubernur untuk membicarakan keberadaan warga maupun pemukiman Tionghoa yang saat ini seperti terabaikan," kata dia di Bengkulu, Senin (8/2/2016).

Menurut dia warga Tionghoa tidak lepas dari unsur masyarakat Bengkulu. Begitu juga permukimannya, merupakan salah satu aset wisata daerah ini.

"Bengkulu pantainya indah, menjadi salah satu yang bernilai komersial sebagai objek wisata andalan, dan permukiman warga Tionghoa termasuk dalam destinasi wisata daerah ini," ujar dia.

Di kawasan wisata pantai Bengkulu berdiri bangunan bersejarah, yakni benteng peninggalan Inggris, Benteng Marlborough. Di samping benteng itu, berdiri megah gerbang China Town yang menjadi gerbang permukiman warga Tionghoa di sini. Keberadaan permukiman tidak semegah gerbangnya, belum ada sisi yang bisa menarik minat turis.

Padahal jika permukiman ini tertata bersih dan lebih bernuansa oriental, kawasan wisata Bengkulu dipastikan akan menjadi lebih mempesona. Lampion Merah Pada perayaan Imlek 2567, warga keturunan Tionghoa yang bermukim di kawasan China Town di Bengkulu memasang lampion berwarna merah. Tidak hanya berbentuk bulat, tetapi juga berbentuk menarik lainnya, seperti serupa bunga atau tabung.

Lampion dipasang di depan beranda rumah toko di kawasan itu. Jumlahnya bervariasi, dari tiga sampai enam lampion yang dipasang berjejeran.

"Warna merah dari lampion melambangkan keberanian, kemegahan, semangat dan ceria," kata salah satu warga keturunan Tionghoa, A Liang.

Pemasangan lampion, kata A Liang, juga bertujuan agar perayaan Imlek lebih semarak dan meriah, untuk menarik minat warga maupun pengunjung wisata Bengkulu ikut bersuka cita.

"Ada surat edaran Dinas Pariwisata untuk memasang lampion," ujarnya lagi.

Sedangkan makna lampion itu sendiri, kata Biksu Suhu Nyana Sukha, merupakan salah satu bentuk penerangan.

"Kita berdoa kehidupan tahun-tahun berikutnya lebih terang, lebih baik," katanya pula.

Pilihan warna merah menjadi lambang perwujudan semangat untuk mengarungi kehidupan tahun-tahun berikutnya. Begitu juga dengan keberanian dalam memecahkan berbagai masalah.

"Semua orang berharap kemakmuran serta hidup yang lebih ceria, lepas dari beban masalah," ujarnya.

Bayangkan china town

Ketika mendengar nama China Town yang ada di benak salah seorang warga Bengkulu, Hermi Ningsih, adalah kawasan yang tidak jauh berbeda dari yang digambarkan pada film-film Tiongkok bertajuk suasana oriental.

China Town itu dibayangkan menjadi kawasan dengan arsitektur bangunan yang khas dan berkarakter layaknya permukiman dan pasar tradisional di negara Tiongkok. Kawasan yang berhiaskan pernak-pernik seperti lampion serta dekorasi khas lainnya itu, sehingga membuat pengunjung yang datang merasa seperti sedang berada di Tiongkok.

"Coba rumah toko yang berada di kawasan China Town ditata rapi dengan gaya bangunan seperti di film-film Jackie Chan," kata dia lagi.

Semua itu akan menarik minat pengunjung untuk datang ke kawasan permukiman warga keturunan Tionghoa di Bengkulu. Diharapkan hal itu akan berimbas pada pariwisata Bengkulu juga akan terasa lebih hidup.

"Apalagi masyarakat sekarang mudah tertarik dengan sesuatu yang unik dan berkarakter," kata dia pula.

Lebih lanjut Hermi menjelaskan, banyak contoh diberitakan berbagai media massa bahwa kawasan-kawasan yang unik selalu diserbu pengunjung.

"Diberitakan, kebun bunga yang mempesona, banyak yang datang ke sana, juga pondok unik di pinggir pantai, mereka datang ke sana walaupun hanya untuk berfoto, bahkan kebun bunga dan pondok tersebut sampai rusak karena karena pengunjung melebihi kapasitas," ujarnya pula.

Kawasan China Town dikelilingi oleh destinasi wisata Bengkulu. Pada bagian barat diapit Pantai Malabero, di bagian timur ada Tugu View Tower Tsunami dan rumah dinas gubernur Bengkulu. Sebelah utara atau gerbang China Town saling berhadapan dengan Benteng Marlborough, dan di selatan merupakan salah satu jalan masuk ke Pantai Panjang Bengkulu.

Asal Muasal Tionghoa Sekitar tahun 1700 Masehi, etnis Tionghoa datang ke sejumlah daerah di Tanah Air, termasuk datang ke Pulau Sumatera. Etnis Tionghoa masuk ke daerah pesisir Sumatera yang memiliki dermaga, seperti Sumatera Barat, Palembang, Lampung serta daerah di bagian utara Pulau Sumatera.

"Salah satunya warga Tionghoa masuk ke Sumatera Barat atau Riau pegunungan. Dari sana asal etnis Tionghoa di Bengkulu," kata pakar sejarah yang juga akademisi Universitas Bengkulu, Agus Setiyanto MHum Dari Sumatera Barat sebagian warga etnis Tionghoa pindah ke Kota Bengkulu. Migrasi tersebut diperkirakan terjadi sekitar tahun 1800 Masehi.

"Dulu mereka hidup berpindah-pindah karena miskin, dan masuklah ke Bengkulu lewat jalur perdagangan," katanya.

Sampai di Bengkulu, usaha perdagangan etnis Tionghoa dan pekerjaan di bidang lainnya membuahkan hasil. Kesejahteraan mereka meningkat dan menjadi salah satu etnis yang diperhitungkan pemerintah penjajah Inggris yang berkuasa di Bengkulu saat itu.

Menurut Agus, dalam dokumen sejarah dari Kolonel Nawis yang ditugaskan untuk persiapan pertukaran wilayah jajahan dari pemerintah Inggris ke Kolonial Belanda tergambar kondisi tersebut.

"Itu terjadi pada tahun 1823," kata dia pula.

Bahkan berdasarkan dokumen sejarah, juga dijelaskan dua orang etnis Tionghoa mendapatkan jabatan penting di Pemerintahan Inggris di Bengkulu. Keberhasilan tersebut mendorong warga etnis Tionghoa di Bengkulu mulai membangun permukiman. Salah satunya, yakni bernama China Town atau dikenal dengan Kampung Cina.

Tidak hanya tinggal di permukiman, warga keturunan Tionghoa itu sampai sekarang hidup berdampingan dengan masyarakat pribumi. Hidup damai bersama masyarakat asli Bengkulu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

JK: Imlek, Semoga Damai, Makmur dan Bahagia

JK: Imlek, Semoga Damai, Makmur dan Bahagia

News | Senin, 08 Februari 2016 | 10:27 WIB

Mengintip Kemeriahan Imlek di Kuil Dinasti Qing Cina

Mengintip Kemeriahan Imlek di Kuil Dinasti Qing Cina

Lifestyle | Senin, 08 Februari 2016 | 10:21 WIB

Barongsai Hibur Penumpang Commuterline

Barongsai Hibur Penumpang Commuterline

Foto | Senin, 08 Februari 2016 | 09:33 WIB

Ini Doa yang Paling Banyak Dipanjatkan Warga Cina saat Imlek

Ini Doa yang Paling Banyak Dipanjatkan Warga Cina saat Imlek

News | Senin, 08 Februari 2016 | 09:32 WIB

Makna di Balik Tradisi Bagi-bagi Angpao saat Imlek

Makna di Balik Tradisi Bagi-bagi Angpao saat Imlek

Lifestyle | Senin, 08 Februari 2016 | 09:18 WIB

Ini Alasan Puluhan Ribu Turis asal Cina Rayakan Imlek di Bali

Ini Alasan Puluhan Ribu Turis asal Cina Rayakan Imlek di Bali

News | Senin, 08 Februari 2016 | 08:58 WIB

Jokowi Ucapkan Selamat Imlek, JK Duluan 'Bagi Angpao' di Twitter

Jokowi Ucapkan Selamat Imlek, JK Duluan 'Bagi Angpao' di Twitter

News | Senin, 08 Februari 2016 | 08:50 WIB

Mengenal Ciam Si, Ritual Meminta Petunjuk Kepada Dewa

Mengenal Ciam Si, Ritual Meminta Petunjuk Kepada Dewa

Lifestyle | Senin, 08 Februari 2016 | 08:47 WIB

Imlek di Kupang, Tahun Monyet pun Dipercaya Bawa Keberuntungan

Imlek di Kupang, Tahun Monyet pun Dipercaya Bawa Keberuntungan

News | Senin, 08 Februari 2016 | 02:23 WIB

Kelenteng di Bandung Bersiap Rayakan Tahun Baru Cina

Kelenteng di Bandung Bersiap Rayakan Tahun Baru Cina

News | Minggu, 07 Februari 2016 | 20:47 WIB

Terkini

Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan

Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:19 WIB

Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar

Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:07 WIB

May Day 2026 di DPR: Massa Diwarnai Ibu-Ibu Bawa Anak, Ikut Suarakan Nasib Lahan Tergusur

May Day 2026 di DPR: Massa Diwarnai Ibu-Ibu Bawa Anak, Ikut Suarakan Nasib Lahan Tergusur

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:05 WIB

Jejak Sejarah Unhas, Kampus Pertama di Indonesia yang Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis

Jejak Sejarah Unhas, Kampus Pertama di Indonesia yang Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:03 WIB

Demo May Day di DPR: Lalu Lintas Palmerah Ramai Lancar, Belum Terlihat Pergerakan Massa Buruh

Demo May Day di DPR: Lalu Lintas Palmerah Ramai Lancar, Belum Terlihat Pergerakan Massa Buruh

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:57 WIB

Soal Calon Pimpinan KPK: MK Putuskan Tak Perlu Mundur dari Jabatan

Soal Calon Pimpinan KPK: MK Putuskan Tak Perlu Mundur dari Jabatan

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:52 WIB

Masa Depan Kalian di Dasar Laut! Iran Ancam 'Tendang' Militer AS dari Timur Tengah

Masa Depan Kalian di Dasar Laut! Iran Ancam 'Tendang' Militer AS dari Timur Tengah

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:48 WIB

Harga Mati! Iran Siap Perang Demi Pertahankan Teknologi Nuklir dan Rudal Canggih

Harga Mati! Iran Siap Perang Demi Pertahankan Teknologi Nuklir dan Rudal Canggih

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:42 WIB

Buruh Kompak di Era Prabowo, Jumhur Puji Peran Krusial Sufmi Dasco Ahmad

Buruh Kompak di Era Prabowo, Jumhur Puji Peran Krusial Sufmi Dasco Ahmad

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:39 WIB

Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green

Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:34 WIB