Kasus Arya Daru Gampang Diusut, Kata Bekto Suprapto: Tapi Ada Syaratnya

Tasmalinda

Senin, 14 Juli 2025 | 15:30 WIB
Kasus Arya Daru Gampang Diusut, Kata Bekto Suprapto: Tapi Ada Syaratnya
Foto kolase Arya Daru Pangayunan, diplomat Kemlu yang tewas misterius.

Suara.com - "Kasus ini mudah diungkap." Pernyataan lugas dan penuh percaya diri itu dilontarkan oleh Mantan Wakabareskrim Polri, Irjen Pol (Purn) Bekto Suprapto, saat mengomentari misteri kematian diplomat muda, Arya Daru Pangayunan.

Bagi seorang jenderal reserse senior, alur investigasi untuk kasus kematian, serumit apa pun kelihatannya, memiliki pola dan kunci yang jelas.

Optimisme Bekto didasarkan pada keyakinan bahwa scientific crime investigation (investigasi kejahatan secara ilmiah) akan selalu memberikan jawaban.

Dalam wawancara di TVone, ia mengungkapkan selama penyidik berpegang teguh pada fakta dari olah TKP, autopsi, analisis CCTV, forensik digital, dan keterangan saksi, kebenaran akan terkuak. "Saya sangat yakin, tidak terlalu lama, ini akan terungkap nanti," ujarnya.

Namun, di balik optimisme tersebut, terbentang tantangan-tantangan nyata yang kerap dihadapi penyidik di lapangan.

Pernyataan "mudah diungkap" dari seorang ahli bisa menjadi pedang bermata dua: di satu sisi memberikan harapan, di sisi lain menciptakan tekanan publik yang luar biasa pada tim penyidik.

Salah satu tantangan terbesar, yang juga disinggung oleh Bekto, adalah pengaruh opini publik.

"Polisi jangan terganggu oleh suara-suara orang, pendapat-pendapat orang. Itu bisa sangat membingungkan," tegasnya.

Dalam kasus yang viral, spekulasi liar di media sosial seringkali mendahului hasil penyelidikan resmi.

baca juga

Penyidik dituntut untuk tetap berkepala dingin, tidak terombang-ambing oleh narasi yang berkembang, dan hanya berpegang pada bukti materiel.

Tantangan kedua adalah kondisi TKP itu sendiri. Meskipun Bekto menyebut TKP adalah kunci, seringkali TKP sudah terkontaminasi sebelum tim Inafis tiba.

Kehadiran orang pertama yang menemukan korban, keluarga, atau bahkan petugas keamanan yang tidak terlatih bisa merusak atau menghilangkan barang bukti krusial seperti sidik jari atau jejak lainnya.

Selanjutnya, proses autopsi juga tidak selalu berjalan mulus. Persetujuan dari pihak keluarga terkadang menjadi kendala. Meskipun dalam kasus yang diduga kuat sebagai tindak pidana polisi memiliki kewenangan untuk melakukan autopsi, pendekatan persuasif seringkali memakan waktu.

Dari sisi teknologi, meski CCTV dan data digital sangat membantu, keduanya juga memiliki keterbatasan. Kualitas rekaman CCTV yang buruk, adanya blind spot, atau kemampuan pelaku untuk menghindari kamera adalah tantangan teknis.

Demikian pula dengan data digital, pelaku yang canggih bisa saja telah menghapus jejak digitalnya, yang memerlukan keahlian forensik tingkat tinggi untuk memulihkannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Penjaga Kos Celingak-celinguk ke Kamar Arya Daru Pangayunan?

Kenapa Penjaga Kos Celingak-celinguk ke Kamar Arya Daru Pangayunan?

News | Senin, 14 Juli 2025 | 15:07 WIB

5 Kunci Ungkap Kematian Janggal Diplomat Muda Menurut Mantan Wakabareskrim

5 Kunci Ungkap Kematian Janggal Diplomat Muda Menurut Mantan Wakabareskrim

News | Senin, 14 Juli 2025 | 14:41 WIB

Kasus Diplomat Tewas: Bekto Suprapto Curigai Lakban di Kepala, Bunuh Diri Tak Masuk Akal?

Kasus Diplomat Tewas: Bekto Suprapto Curigai Lakban di Kepala, Bunuh Diri Tak Masuk Akal?

News | Senin, 14 Juli 2025 | 14:05 WIB

Update Kasus Kematian Misterius Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan

Update Kasus Kematian Misterius Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan

News | Senin, 14 Juli 2025 | 13:44 WIB

Akhirnya Terungkap! Misteri Penjaga Kos yang Intip Kamar Diplomat Arya Daru Sesaat Sebelum Tewas

Akhirnya Terungkap! Misteri Penjaga Kos yang Intip Kamar Diplomat Arya Daru Sesaat Sebelum Tewas

News | Senin, 14 Juli 2025 | 13:02 WIB

Mantan Jenderal Turun Tangan! Desak Investigasi Ilmiah Kasus Diplomat Tewas dengan Lakban

Mantan Jenderal Turun Tangan! Desak Investigasi Ilmiah Kasus Diplomat Tewas dengan Lakban

News | Senin, 14 Juli 2025 | 11:58 WIB

Di Balik Tragedi Arya Daru: 5 Sisi Lain Diplomat Muda yang Tak Banyak Diketahui

Di Balik Tragedi Arya Daru: 5 Sisi Lain Diplomat Muda yang Tak Banyak Diketahui

Video | Minggu, 13 Juli 2025 | 17:49 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×