Jokowi: Berantas Narkoba Harus Lebih Gila

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Rabu, 24 Februari 2016 | 15:48 WIB
Jokowi: Berantas Narkoba Harus Lebih Gila
Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR Ade Komarudin menyampaikan keterangan kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/2). (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas) membahas pemberantasan narkoba dan program rehabilitasi korban penyalahgunaan karkoba di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/2/2016). Kepada para Menteri terkait serta Polri dan BNN, Jokowi menekankan perlunya‎ terobosan besar dalam pemberantasan narkoba.

Menurut Jokowi, Indonesia sudah dalam kondisi darurat narkoba dan ada tindakan ekstra dalam penanganannya.

"Saya ingin agar ada langkah-langkah pemberantasan narkoba yang lebih gencar lagi, lebih berani, yang lebih gila lagi, lebih komprehensif dan dilakukan secara terpadu," kata Jokowi mengawali ratas.

‎Jokowi mengingatkan kepada semua penegak hukum termasuk kementerian dan lembaga agar membuang ego sektoral dalam pemberantasan narkoba ini. Semua harus turun berperan aktif.

"Karena ini (narkoba) menurut saya rangking pertama masalah besar kita," ujar dia.

Dia juga memerintahkan kepada aparat penegak hukum, Polri dan TNI dan lembaga terkait seperti bea cukai untuk menjaga ketat penyelundupan narkoba di sejumlah pintu-pintu masuk Indonesia. Seperti pelabuhan, bandara dan lainya.

"Tutup semua celah penyelundupan yang berkaitan dengan narkoba, di pintu-pintu masuk baik di pelabuhan maupun di bandara. Maupun di pelabuhan kecil yang ada di negara kita," tegas dia.

Selain itu, Jokowi juga meminta kepada Polri dan BNN untuk melakukan sidak ke lembaga pemasyarakatan minimal sebulan dua kali. Sebab lanjut Jokowi, Lapas justru transaksi narkoba bebas beredar bahkan tempat aman untuk mengendalikan peredaran barang haram tersebut.

"Secara rutin mungkin bisa sebulan dua kali, setiap bulan sekali Lapas harus dicek secara mendadak oleh BNN dengan Polri. Karena menurut saya peredaran di situ mungkin lebih dari 15 persen peredaran yang ada," tandasnya.

Ratas ini dihadiri oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso, Menkum HAM Yasonna Laoly, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Sosial Khofifah Indarwangsa dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Bertemu Perusahaan Fashion Terbesar di Dunia

Jokowi Bertemu Perusahaan Fashion Terbesar di Dunia

Bisnis | Rabu, 24 Februari 2016 | 12:42 WIB

Luhut: Ancaman Narkoba Lebih Serius daripada Teroris

Luhut: Ancaman Narkoba Lebih Serius daripada Teroris

News | Rabu, 24 Februari 2016 | 11:54 WIB

Warga Ogah Komentar Soal Penangkapan Anggota Kostrad

Warga Ogah Komentar Soal Penangkapan Anggota Kostrad

News | Selasa, 23 Februari 2016 | 19:39 WIB

Apes, Sedang Nunggu Transaksi Sabu, Dibekuk Polisi

Apes, Sedang Nunggu Transaksi Sabu, Dibekuk Polisi

News | Selasa, 23 Februari 2016 | 16:35 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB