100 Juta Sampah Berserakan di Luar Angkasa

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 28 Februari 2016 | 07:38 WIB
100 Juta Sampah Berserakan di Luar Angkasa
Bumi dilihat dari luar angkasa. (Shutterstock)

"Dampaknya (sampah antariksa), kita akan terkendala mengoperasikan satelit di lapisan orbit terendah. Itu sebabnya ke depan pengoperasian satelit di ruang angkasa akan semakin mahal," kata Rose.

Semakin banyaknya jumlah sampah antariksa yang berasal dari aktivitas manusia dan sistem teknologi keantariksaan sejumlah negara, instansi swasta, akademi di lapisan orbit terendah, ia mengatakan akan membuat pengoperasian satelit di masa depan harus dilakukan pada lapisan orbit yang lebih tinggi.

Artinya akan membutuhkan dana lebih banyak dari mulai mengorbitkan satelit hingga menyiapkan baterai dengan kapasitas lebih besar, karena harus mengorbitkan satelit lebih tinggi dari 300 hingga 800 km di atas permukaan bumi. Semua dilakukan untuk menghindari bertabrakan dengan sampah antariksa yang dapat menyebabkan anomali operasi satelit.

"Ini membuat satelit-satelit dan stasiun ruang angkasa ada yang harus bermanuver 25 kali dalam setahun di ruang angkasa untuk menghindari bertabrakan dengan sampah antariksa," ujar dia.

Rose mengatakan radar milik Pusat Operasi Gabungan Antariksa Amerika Serikat mampu melacak pergerakan sampah antariksa yang berukuran lebih besar dari 10 centimeter (cm). Sehingga tabrakan satelit atau stasiun ruang angkasa dengan sampah antariksa dengan ukuran lebih besar dari bola tenis dapat dihindari dengan bermanuver.

Dalam beberapa tahun ke depan, menurut dia, Amerika Serikat akan mempunyai radar khusus untuk dapat melacak sampah antariksa yang berukuran lebih kecil, di atas satu milimeter (mm), yang saat ini terdeteksi mencapai 100.000.000 lebih.

"Serpihan cat berukuran empat milimeter yang mengorbit dengan kecepatan 17.000 mil per jam mampu merusak satelit jika sampai bertabrakan", katanya.

Pusat Operasi Gabungan Antariksa Amerika Serikat, lanjutnya, bekerja sama dengan berbagai lembaga antariksa di dunia, memberikan informasi gerakan sampah-sampah antariksa yang membahayakan keberadaan satelit berbagai negara, lembaga swasta, dan akademi.

Termasuk beberpa kali memberikan informasi kepada lembaga antariksa milik Indonesia (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional/LAPAN) agar satelitnya tidak tertabrak sampah antariksa.

Menurut Rose, selain melacak pergerakan sampah-sampah antariksa, negaranya juga bekerja sama dengan dunia internasional melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran tentang sampah antariksa, termasuk mengkampanyekan pengunaan teknologi antariksa secara damai, sehingga ada panduan untuk penggunaan teknologi antariksa secara aman.

Ancaman untuk bumi Rose mengatakan sangat mungkin sampah-sampah antariksa tersebut jatuh ke bumi. Kejadian tabrakan satelit milik Rusia dengan satelit Rusia lainnya yang sudah tidak aktif di 2009 terjadi di ketinggian 800 km dari permukaan bumi.

"Butuh waktu ratusan tahun untuk jatuh ke bumi, dan saat ini terus berputas mengelilingi bumi di angkasa. Tapi pada level ketinggian yang lebih rendah sampah-sampah ini bisa jatuh ke bumi hanya dalam hitungan minggu," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Akan Bangun Bandara Luar Angkasa

Indonesia Akan Bangun Bandara Luar Angkasa

Tekno | Jum'at, 26 Februari 2016 | 06:12 WIB

Sebentar Lagi, Manusia Bisa Traveling ke Luar Angkasa

Sebentar Lagi, Manusia Bisa Traveling ke Luar Angkasa

Lifestyle | Sabtu, 20 Februari 2016 | 17:45 WIB

Dengan Satelit Baru, India Lepas Ketergantungan pada GPS Amerika

Dengan Satelit Baru, India Lepas Ketergantungan pada GPS Amerika

Tekno | Rabu, 20 Januari 2016 | 17:07 WIB

Cantiknya Bunga Pertama yang Mekar di Luar Angkasa

Cantiknya Bunga Pertama yang Mekar di Luar Angkasa

Tekno | Selasa, 19 Januari 2016 | 18:59 WIB

Cina Akan Mendarat di Sisi Gelap Bulan pada 2018

Cina Akan Mendarat di Sisi Gelap Bulan pada 2018

Tekno | Jum'at, 15 Januari 2016 | 09:00 WIB

Cina Luncurkan 20 Misi Antariksa, Kirim Tiga Astronot pada 2016

Cina Luncurkan 20 Misi Antariksa, Kirim Tiga Astronot pada 2016

Tekno | Rabu, 13 Januari 2016 | 15:40 WIB

AS Gempar, Bola Api Melesat di Langit Malam Nevada

AS Gempar, Bola Api Melesat di Langit Malam Nevada

Tekno | Rabu, 23 Desember 2015 | 15:48 WIB

Astronot Inggris Akan Ikut Marathon di Luar Angkasa

Astronot Inggris Akan Ikut Marathon di Luar Angkasa

Tekno | Sabtu, 05 Desember 2015 | 14:59 WIB

Lagu Baru John Legend  Diiringi Empat Bintang dari Luar Bumi

Lagu Baru John Legend Diiringi Empat Bintang dari Luar Bumi

Tekno | Selasa, 01 Desember 2015 | 12:21 WIB

Inilah Ucapan Salam dan Musik Indonesia yang Dikirim untuk Alien

Inilah Ucapan Salam dan Musik Indonesia yang Dikirim untuk Alien

Tekno | Kamis, 19 November 2015 | 07:05 WIB

Terkini

Libur Lebaran Usai, Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini

Libur Lebaran Usai, Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:09 WIB

Pengemudi Fortuner Mabuk Tabrak Beruntun Sejumlah Motor di PIK, Dua Orang Tewas

Pengemudi Fortuner Mabuk Tabrak Beruntun Sejumlah Motor di PIK, Dua Orang Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:59 WIB

Anjlok 51 Persen! Ini Dua Alasan Utama Penurunan Drastis Pemudik di Terminal Kalideres

Anjlok 51 Persen! Ini Dua Alasan Utama Penurunan Drastis Pemudik di Terminal Kalideres

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:25 WIB

Ada Ketegangan Geopolitik, Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman

Ada Ketegangan Geopolitik, Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:16 WIB

Menhub dan Seskab Sidak Dini Hari di Pulo Gebang, Ini Kata Mereka Soal Arus Balik Lebaran!

Menhub dan Seskab Sidak Dini Hari di Pulo Gebang, Ini Kata Mereka Soal Arus Balik Lebaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:05 WIB

Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran

Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:57 WIB

Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran

Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:39 WIB

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:25 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:14 WIB

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB