Gara-gara Kabel Misterius, Ketahuan Gorong-gorong Penuh Lumpur

Siswanto, Welly Hidayat

Kamis, 03 Maret 2016 | 14:19 WIB
Gara-gara Kabel Misterius, Ketahuan Gorong-gorong Penuh Lumpur
Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Idris DN [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Penemuan tumpukan sampah kulit kabel di gorong-gorong Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Selatan, membuat aparat bekerja ekstra keras untuk menangani sekaligus menelusuri bagaimana bisa mengonggok di bawah tanah.

Hari ini, Pasukan Katak TNI AL dikerahkan untuk turun ke gorong-gorong mencari kemungkinan masih ada onggokan kabel lagi di sekitar Istana. Mereka sudah tidak menemukan sampah kabel lagi, tetapi melihat begitu banyak lumpur keras dan menyumbat selokan sehingga saluran air tidak berfungsi, terutama yang mengarah ke Istana.

Kepala Suku Dinas pemadam kebakaran Jakarta Pusat Idris DN mengakui banyaknya lumpur di gorong-gorong penghubung Jalan Abdul Muis dan Jalan Merdeka Utara baru ketahuan sekarang.

"Lumpur di sini sudah bertahun-tahun, baru ketahuan sekarang," kata Idris.

Setelah mengetahui kondisi gorong-gorong, kata Idris, dinas akan langsung bekerja membersihkannya, terutama enam titik penghubung sungai di Jalan Abdul Muis.

"Damkar turunkan enam unit. Terbagi atas unit pompa, ada unit blower, unit quick response ada dua," kata Idris di Jalan Merdeka Utara.

Dinas mengerahkan unit khusus untuk menangani lumpur yang umumnya sudah mengeras di selokan.

" Artinya kita semprot menggunakan unit pompa dan langsung dihisap unit quick response di setiap gorong-gorong," kata Idris.

" Dan juga, kita langsung buang ke kali penghubung. Satu unit quick response satunya untuk supply air. ambil air dari kali ke supply, dan buang langsung ke unit pompa untuk persediaan guna semprot di gorong-gorong yang penuh lumpur," Idris menambahkan.

Idris mengatakan untuk menangani lumpur di seluruh gorong-gorong yang umumnya memenuhi 80 persen ruang akan membutuhkan waktu lama.

"Kalau mau saya, kita tuntaskan sampai habis, sampai benar benar steril. tidak bisa cepat," kata Idris.

"Ini tidak gampang, karena pekerjaan panjang sekali sampai istana. karena lumpur sangat keras," Idris menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cari Sampah Kabel di Sekitar Istana, Pasukan Katak Temukan Ini

Cari Sampah Kabel di Sekitar Istana, Pasukan Katak Temukan Ini

News | Kamis, 03 Maret 2016 | 14:00 WIB

Kopaska Periksa Gorong-gorong Istana

Kopaska Periksa Gorong-gorong Istana

Foto | Kamis, 03 Maret 2016 | 11:34 WIB

Agar Tak Ada Sampah Kulit Kabel, Tata Air Kerahkan 1.400 PHL Biru

Agar Tak Ada Sampah Kulit Kabel, Tata Air Kerahkan 1.400 PHL Biru

News | Rabu, 02 Maret 2016 | 19:31 WIB

Sampah Kulit Kabel Listrik

Sampah Kulit Kabel Listrik

Foto | Rabu, 02 Maret 2016 | 12:50 WIB

Terkini

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

×