Pengacara Bantah Jessica Punya Catatan Kriminal di Australia

Siswanto | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 21 Maret 2016 | 19:44 WIB
Pengacara Bantah Jessica Punya Catatan Kriminal di Australia
Jessica Kumala Wongso (27) didampingi pengacara, Yudi Wibowo Sukinto [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Pengacara tersangka Jessica Kumala Wongso, Yudi Wibowo Sukinto, membantah keras informasi yang menyebutkan Jessica memiliki catatan kriminal di Australia. Yudi menantang penyidik Polda Metro Jaya membeberkan hasil investigasi yang dilakukan penyidik di Austalia yang menyebutkan adanya catatan tersebut.

"Nggak ada, nggak benar itu. Kalau ada catatan kriminal buktikan di pengadilan," kata Yudi, Senin (21/3/2016).

Kalau Jessica memiliki catatan kriminal, kata dia, tentu pengadilan mencekalnya bepergian ke luar Australia. Jessica telah menjadi penduduk tetap Australia, dia kuliah di Billy Blue College dan bekerja di New South Wales Ambulance.

"Nggak ada, kalau kriminal itu ada putusan dari pengadilan. Tanya aja ada nggak putusan dari pengadilannya. Jangan asal sebut saja. Kalau kriminal itu pasti dicekal (dari Australia) nggak boleh keluar," kata dia.

Yudi juga menyangkal kalau Jessica pernah melakukan upaya bunuh diri di Australia.

Yudi mempertanyakan alasan penyidik yang mencari-cari informasi lewat Australian Federal Police. Menurut dia keseharian Jessica di Australia tidak berhubungan dengan kasus kematian Mirna.

"Perbuatannya nggak ada kok nanya motif. Perbuatannya di Indonesia masa motif di Aussie. Nggak nyambung, nggak ada hubungannya," kata dia.

"Itu jangan bicara gitu loh, yang bicara itu loh. Nanti orang sudah kena fitnah membunuh, tak mampu untuk membuktikan," Yudi menambahkan.

Sebelumnya, mantan Kapolda Metro Jaya yang kini menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengungkap temuan penting yang disampaikan penyidik kepolisian Australia dalam kasus pembunuhan Mirna.

"Informasi sangat bagus tentang catatan kriminal (Jessica) di antaranya percobaan bunuh diri," kata Tito saat ditemui usai acara serah terima jabatan di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Informasi tersebut, kata Tito, menjadi materi untuk melengkapi berkas penyidikan yang nanti akan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Tito mengungkapkan penyidik Polda Metro Jaya mendapatkan sekitar 14 catatan penting tentang Jessica dari Australian Federal Police.

Penyidik, katanya, akan mengambil dokumen catatan tentang Jessica pada 26 Maret 2016.

"Selain itu (catatan kriminal) ada juga catatan medis yang bersangkutan, karena yang bersangkutan dalam treatment psikolog," ujar Tito.

Tito belum mau merinci lembaran baru kasus pembunuhan Mirna karena materi penyidikan tidak bisa diungkap ke publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berkas Kasus Jessica Ribuan Halaman, Tebalnya Capai 30 Sentimeter

Berkas Kasus Jessica Ribuan Halaman, Tebalnya Capai 30 Sentimeter

News | Senin, 21 Maret 2016 | 18:22 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB