Turki Pernah Tangkap Pelaku Bom Bunuh Diri di Brussels

Tomi Tresnady

Kamis, 24 Maret 2016 | 01:30 WIB
Turki Pernah Tangkap Pelaku Bom Bunuh Diri di Brussels
Para tersangka serangan bom di Brussels, Belgia. (Reuters)

Suara.com - Salah satu pelaku bom bunuh diri di Brussels, Ibrahim El Bakraoui, ternyata pernah ditangkap oleh pihak berwenang Turki pada Juni 2015, kemudian dideportasi ke Belgia, menurut keterangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan mengatakan, Ibrahim ditangkap di Gaziantep di selatan Turki dekat perbatasan Suriah pada musim panas tahun lalu.

Dia mengatakan otoritas Belgia telah gagal untuk mengkonfirmasi tersangka jaringan teroris "meskipun peringatan kami bahwa dia pejuang asing".

Ibrahim telah menewaskan 14 orang dan melukai yang lainnya setelah rompi bom yang dikenakannya meledak di terminal bandara Brussels pada Selasa (23/3/2016) pukul 08.00 pagi waktu setempat.

Kepala kejaksaan Belgia juga mengatakan bahwa Ibrahim meninggalkan catatan sebelum meledakkan diri. Dalam catatan itu tertulis Ibrahim tak ingin dipenjara seperti temannya, Salah Abdeslam, dalang serangan di Paris bulan November 2015.

"Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya sedang terburu-buru. Saya dalam pelarian. Orang mencari saya di mana-mana. Dan jika saya menyerahkan diri kemudian saya akan berakhir di penjara," kata Ibrahim.

Selain catatan, petugas juga menemukan bahan peledak rakitan 15 kg, AK-47 dan sebuah bendera ISIS di tempat persembunyiannya.

Sementara itu, Najim Laacharoui ahli pembuat bom yang terekam kamera CCTV, yang mengenakan jas putih, masih terus menghindari sergapan pasukan khusus menyusul serangan mematikan hingga menewaskan 34 orang.

Kepala jaksa Belgia mengkonfirmasi bahwa Najim "masih buron" setelah media Belgia melaporkan Najim telah ditangkap hidup-hidup oleh tim SWAT di pinggiran kota Anderlecht. (Daily Mail)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Pesan Pelaku Bom Bunuh Diri di Brussels

Ini Pesan Pelaku Bom Bunuh Diri di Brussels

News | Kamis, 24 Maret 2016 | 00:34 WIB

Serangan Teroris Batalkan Laga Persahabatan Belgia dan Portugal

Serangan Teroris Batalkan Laga Persahabatan Belgia dan Portugal

Bola | Rabu, 23 Maret 2016 | 20:30 WIB

Pemain Berdarah Batak Ini Bersyukur Tak Jadi Korban Bom di Belgia

Pemain Berdarah Batak Ini Bersyukur Tak Jadi Korban Bom di Belgia

Bola | Rabu, 23 Maret 2016 | 18:45 WIB

Inikah Wajah Teroris Penyerang Brussels?

Inikah Wajah Teroris Penyerang Brussels?

News | Rabu, 23 Maret 2016 | 01:22 WIB

TNI-Polisi Tembak Mati Dua Teroris Kelompok Santoso Tadi Pagi

TNI-Polisi Tembak Mati Dua Teroris Kelompok Santoso Tadi Pagi

News | Selasa, 22 Maret 2016 | 14:54 WIB

Terpidana Terorisme Harry Kuncoro Sudah Bebas Hari Ini

Terpidana Terorisme Harry Kuncoro Sudah Bebas Hari Ini

News | Minggu, 20 Maret 2016 | 21:40 WIB

Jenazah Terduga Teroris Fonda Dimakamkan di Polokarto

Jenazah Terduga Teroris Fonda Dimakamkan di Polokarto

News | Jum'at, 18 Maret 2016 | 09:16 WIB

Jenazah Terduga Teroris Poso Ditemukan Membusuk

Jenazah Terduga Teroris Poso Ditemukan Membusuk

News | Kamis, 17 Maret 2016 | 10:34 WIB

Dua Warga Cina Tewas Dalam Baku Tembak dengan Polisi di Poso

Dua Warga Cina Tewas Dalam Baku Tembak dengan Polisi di Poso

News | Rabu, 16 Maret 2016 | 17:24 WIB

Pelibatan Kopassus dalam Perburuan Teroris Santoso Belum Pasti

Pelibatan Kopassus dalam Perburuan Teroris Santoso Belum Pasti

News | Kamis, 10 Maret 2016 | 13:30 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×