Dua Warga Cina Tewas Dalam Baku Tembak dengan Polisi di Poso

Liberty Jemadu

Rabu, 16 Maret 2016 | 17:24 WIB
Dua Warga Cina Tewas Dalam Baku Tembak dengan Polisi di Poso
Ambulans yang membawa dua jenazah terduga teroris warga Cina tiba di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (15/3) [Antara/Basri Marzuki).

Suara.com - Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, dua terduga teroris tewas dalam kontak senjata dengan Satuan Tugas gabungan TNI dan Polri di Desa Talabosa Kecamatan Lore Piore Kabupaten Poso, Selasa pagi (15/3/2016).

Kedua terduga teroris bernama Nuretin alias Abdul dan Magalasi Bahtusan alias Farok, keduanya berasal dari suku Uighur, Provinsi Xinjiang, Cina, yang berbatasan dengan Turki.

Kedua jenazah korban, kata Kapolda, saat ini masih disemayamkan di RSU Bhayangkara Palu untuk kepentingan identifikasi.

"Saya sudah melihat jenazah secara langsung, dengan ciri-ciri keduanya berambut panjang," kata Sufahriadi kepada Antara di Palu, pasca kunjungannya ke lokasi kejadian.

Dalam upaya identifikasi itu, polisi melibatkan Zaelani, seorang pelaku teror anggota kelompok Santoso lainnya yang tertangkap hidup dalam operasi beberapa waktu lalu.

Menurut Kapolda, dengan tertembaknya Farok dan Nuretin, diperkirakan masih ada empat orang lagi warga asing anggota kelompok Santoso yang masih ada di hutan. Mereka semuanya berasal dari Uighur, Cina.

Ketika ditanya kapan orang-orang asing itu bergabung dengan Santoso, Brigjen Rudy mengemukakan, sesuai informasi dari Zaelani, orang-orang asing dari Cina itu bergabung tahun 2015.

Mengenai apa peran mereka dalam kelompok pelaku teror tersebut, Kapolda mengaku belum ada informasi yang rinci.

"Kalau Santoso sudah tertangkap, nanti baru kita dapat informasi, apa peran orang-orang asing tersebut," ujar mantan pejabat teras Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut.

Soal bagaimana orang-orang asing itu bisa masuk bergabung dengan Santoso di hutan-hutan di Kabupaten Poso, Rudy yang menjabat Kapolres Poso 2005-2007 itu menjelaskan bahwa kemungkinan ini dampak dari seruan Santoso di media sosial beberapa waktu lalu yang meminta semua orang Indonesia yang akan bergabung dengan ISIS, datang bergabung dan berlatih dulu dengan dirinya di Poso.

Sufahriadi menjelaskan kronologis kontak senjata, dimulai sekitar pukul 07.00 Wita. Ketika itu Satgas gabungan TNI/Polri terlibat baku tembak dengan kelompok radikal Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.

Pascakontak senjata, pihaknya mengamankan sejumlah bukti berupa 10 buah bom lontong, tiga buah ransel, lima karung logistik, tujuh buah peta, dan sebuah buku catatan (log book) pengaturan tugas anggota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolri Tugaskan Kapolda Sulteng Bekuk Kelompok Santoso

Kapolri Tugaskan Kapolda Sulteng Bekuk Kelompok Santoso

News | Kamis, 10 Maret 2016 | 13:00 WIB

Terkini

Kembali ke Titik Nol: Saat Bisnis Tak Lagi Sekadar Mengejar Untung

Kembali ke Titik Nol: Saat Bisnis Tak Lagi Sekadar Mengejar Untung

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Deadline Lewat! Proyek Jalan di Situbondo Sisakan Lubang Utang Rp931 Juta

Deadline Lewat! Proyek Jalan di Situbondo Sisakan Lubang Utang Rp931 Juta

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Viral di Medsos, Wanita Asal Ciamis Diamankan Polisi Usai Diduga Unggah Konten Ajakan Demo

Viral di Medsos, Wanita Asal Ciamis Diamankan Polisi Usai Diduga Unggah Konten Ajakan Demo

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Bulog Perluas Penyaluran Beras Premium ke Ritel Modern, Jaga Ketersediaan Pasokan

Bulog Perluas Penyaluran Beras Premium ke Ritel Modern, Jaga Ketersediaan Pasokan

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Aturan Baru Pinjol, Data Nasabah Tidak Boleh Dijual dan Dibeli

Aturan Baru Pinjol, Data Nasabah Tidak Boleh Dijual dan Dibeli

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura

Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis

Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:37 WIB

Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner

Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:34 WIB

The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin

The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing

Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:26 WIB

×