facebook

Hindari Puncak Macet 12 Kilometer, Ini Jalur Alternatifnya

Siswanto
Hindari Puncak Macet 12 Kilometer, Ini Jalur Alternatifnya
Antrean kendaraan di jalur puncak Cisarua, Bogor, Jawa Barat, sore hari. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Para pengguna jalan tujuan Cipanas terjebak hingga enam jam di Jalur Puncak-Bogor.

Suara.com - Polres Cianjur, Jawa Barat, memberlakukan sistem lalu lintas satu arah menuju Bogor, Jumat (25/3/2016), sore hingga malam, untuk mencairkan antrian kendaraan di jalur Puncak-Cipanas yang memanjang hingga 12 kilometer.

Laju kendaraan mulai tersendat dari Jalan Raya Pasekon menuju Puncak, dimana antrian kendaraan tidak bergerak selama beberapa menit di sejumlah titik, seperti di Jalan Raya Cipanas, Pertigaan Cibodas, dan Jalan Raya Hanjawar.

Puluhan petugas diturunkan untuk mengatur arus lalu lintas di setiap pertigaan guna menghindari antrian dari kedua arah yang terjadi hingga malam ini.

Para pengguna jalan tujuan Cipanas terjebak hingga enam jam di Jalur Puncak-Bogor. Kendaraan sama sekali tidak bergerak ketika memasuki kawasan Gadog hingga Puncak Pass.

"Saya keluar Tol Ciawi jam tujuh pagi, baru sampai Cipanas jam 12 siang, macetnya parah dari mulai keluar tol sampai Puncak Pass. Tapi dinikmati saja karena niatnya menghabiskan libur di Cipanas," kata Ridwan (38), pendatang asal Jakarta Selatan.

Jalur alternatif Jonggol menjadi solusi bagi warga dan pendatang untuk menghindari kemacetan di jalur Puncak-Bogor.

Menurut Kepala Bagian Ops Polres Cianjur Kompol Hilman, hingga malam, jalur Jonggol normal dan dapat dilalui dengan kecepatan di atas rata-rata.

"Kami sudah berkoordinasi untuk mengarahkan pendatang dan pengguna jalan dengan tujuan Cianjur, untuk mengunakan jalur alternatif Jonggol atau Sukabumi, untuk menghindari terjebak kemacetan di Jalur Puncak," kata Hilman. (Antara)