Ketua MPR: Banyak yang Minta Kembali ke UUD 1945

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Rabu, 30 Maret 2016 | 12:38 WIB
Ketua MPR: Banyak yang Minta Kembali ke UUD 1945
Zulkifli Hasan tiba di Gedung KPK, untuk diperiksa sebagai saksi. (suara.com/Oke Atmaja)

Suara.com - ‎Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, banyak masyarakat yang menginginkan untuk menggunakan kembali Undang-Undang Dasar 1945 sebelum diamandemen.

"Banyak yang berpendapat pentingnya kembali ke UUD 45 sebelum diamandemen. Alasannya banyak, di antaranya pandangan Bung Karno di PBB yang tidak ikut sistem barat dan timur. Kemudian kita punya pancasila, yang diartikan kasih sayang, gotong royong dan musyawarah mufakat," kata Zulkifli ‎dalam sambutannya pada acara Konvensi Nasional Tentang Haluan Negara yang bertema 'Mengembalikan Kedaulatan Rakyat Melalui Haluan Negara', di JCC, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Zulkifli mengatakan, pendapat tersebut diberitahukan ke MPR karena menganggap lembaga tersebut sebagai lembaga tertinggi negara serta tugas MPR yang menetapkan konstitusi negara.

"Itu pendapat sebagian (yang datang ke MPR). Kami menerima semua pendapat," kata Zulkifli.

Di lain sisi, lanjutnya, ada juga yang menganggap amandemen terakhir UUD 45 sudah cukup baik dan tak memerlukan lagi perombakan. "Ada juga untuk pendapat ini," tuturnya.

Namun, kebanyakan dari pembahasan soal UUD 45 ini, menginginkan supaya disepakati kembali kepada Haluan Negara. Usulan ini pun akan dibawa ke Rapat Gabungan MPR sebagai wadah pengambilan keputusan tertinggi di atas paripurna.

"Hampir semua sepakat," tutur Ketua Umum PAN ini.

Untuk memasukan ke Haluan Negara itu dalam amanden UUD 45, maka harus mengacu kepada UUD Pasal 37 ayat 1. Zulkifli menerangkan, syarat pengajuan amandemen ‎ini pun diusulkan minimal 1/3 dari total anggota MPR dan disetujui 2/3 anggota MPR dalam Rapat Paripurna.

‎Selain itu, sebelum dibahas di MPR, harus terlebih dahulu dilakukan sosialisasi dan penerimaan masukan dari seluruh elemen masyarakat. Zulkifli mengatakan, MPR juga akan mengadakan fokus group discussion (FGD) dengan sejumlah kampus di Indonesia dan pakar hukum tata negara, Gubernur, Bupati, Partai Politik dan lainnya.

"‎Kenapa perlu Haluan negara? Di samping kemajuan sudah tercapai, banyak yang disorientasi terhadap tujuan dan bangsa. Nah itulah bagaimana agar Haluan Negara bisa komprehensif, karena bukan hanya ekonomi tapi politik, keamanan, sosial budaya, dan lainnya," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mega, ARB, HNW, sampai Try Sutrisno Kumpul Bicarakan Arah Negara

Mega, ARB, HNW, sampai Try Sutrisno Kumpul Bicarakan Arah Negara

News | Rabu, 30 Maret 2016 | 11:35 WIB

PAN: Syarat Kepala Daerah Jalur Independen Jangan Diperberat

PAN: Syarat Kepala Daerah Jalur Independen Jangan Diperberat

News | Senin, 28 Maret 2016 | 23:00 WIB

Ketua MPR Tuding Demokrasi Saat Ini Bikin Ketimpangan Ekonomi

Ketua MPR Tuding Demokrasi Saat Ini Bikin Ketimpangan Ekonomi

Bisnis | Senin, 07 Maret 2016 | 12:51 WIB

Soal Reshuffle Kabinet, Ini Komentar Ketua Umum PAN

Soal Reshuffle Kabinet, Ini Komentar Ketua Umum PAN

News | Sabtu, 09 Januari 2016 | 11:22 WIB

Ketua MPR: 16 Tahun Reformasi, Jiwa Nasionalisme Malah Pudar

Ketua MPR: 16 Tahun Reformasi, Jiwa Nasionalisme Malah Pudar

News | Minggu, 22 November 2015 | 02:31 WIB

Zulkifli Hasan Harap Sidang MKD Skandal Setya Novanto Terbuka

Zulkifli Hasan Harap Sidang MKD Skandal Setya Novanto Terbuka

News | Sabtu, 21 November 2015 | 11:10 WIB

Pimpinan MPR Bersyukur Ki Bagus Hadikusumo Bergelar Pahlawan

Pimpinan MPR Bersyukur Ki Bagus Hadikusumo Bergelar Pahlawan

News | Rabu, 11 November 2015 | 02:12 WIB

Didatangi Amien Rais, Zulkifli Hasan Mengaku Ngobrol soal Cucu

Didatangi Amien Rais, Zulkifli Hasan Mengaku Ngobrol soal Cucu

News | Senin, 26 Oktober 2015 | 20:31 WIB

Elite PAN Temui Zulkifli Hasan, Bahas Kandidat Menteri?

Elite PAN Temui Zulkifli Hasan, Bahas Kandidat Menteri?

News | Senin, 26 Oktober 2015 | 19:56 WIB

MKD Belum Bersikap Atas Laporan Pelanggaran Etika Zulkifli Hasan

MKD Belum Bersikap Atas Laporan Pelanggaran Etika Zulkifli Hasan

News | Selasa, 29 September 2015 | 14:35 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×