Suara.com - Imam Besar Front Pembela Islam menuding rencana Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merevitalisasi kawasan Luar Batang, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, hanya untuk kepentingan kelompok tertentu.
"Jadi Ahok ini buat kebijakan hanya menguntungkan golongan tertentu, jangan mengorbankan rakyat," kata kata Rizieq di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2016).
Menurutnya meski Ahok menjanjikan untuk merenovasi Masjid Jami Keramat Luar Batang dan Makam Al Habib Husein bin Abubakar Alaydrus, tetap saja warga yang terkena imbas lantaran harus meninggalkan kawasan Luar Batang.
"Ahok mengatakan makam Luar Batang tidak akan digusur, yang digusur adalah warga di sekitar makam Luar Batang," kata Rizieq.
Rizieq mengatakan warga selama ini menyatu dengan masjid dan makam ulama.
"Ahok ini harus belajar sejarah Jakarta, historisnya, luar batang ini bukan hanya masjidnya, tapi lingkungan masyarakatnya itu meninggalkan peninggalan budaya yang luar biasa," kata dia.
Rizieq curiga setelah revitalisasi kawasan Wisata Pesisir Bahari Sunda Kelapa akan muncul proyek baru.
"Terus kalau mereka semua digusur digusur mau dibikin apa? Apartemen, mal? Terus kawan-kawan Ahok yang tinggal di sana. Jadi jangan main-main. Lalu siapa yang akan memakmurkan masjid. Jadi jangan bermain-main," kata dia.
Penertiban kawasan Luar Batang akan dilakukan secepatnya agar pembangunan tanggul laut untuk mengantisipasi banjir rob di kawasan tersebut.
"Sesuai prosedur, akan ditertibkan tanggal 9-15 April. Lalu kita langsung keruk dan akan dibangun sheetpile," kata Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan di Jakarta, Kamis (31/3/2016).
Sheetpile yang akan dibangun memiliki panjang 1,8 kilometer. Untuk fase pertama, pembangunan ini akan dilakukan Kementerian PU dan Pemprov DKI Jakarta.
"Sheetpile-nya untuk saat ini sudah masuk proses lelang," kata dia.