BNPT Ajak Pengguna Dunia Maya Cegah Radikalisme

Arsito Hidayatullah

Rabu, 06 April 2016 | 06:18 WIB
BNPT Ajak Pengguna Dunia Maya Cegah Radikalisme
Ilustrasi media sosial di internet. (Shutterstock)

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Teroris mengajak penggiat dunia maya untuk mencegah penyebaran paham radikal dan menjadi agen jurnalisme damai.

Ajakan itu dilakukan dengan "Pelatihan Duta Damai Dunia Maya" yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) di salah satu hotel berbintang di Medan, Selasa malam.

Dalam pelatihan selama tiga hari tersebut, BNPT mengundang 20 blogger, 20 penggiat IT, dan 20 aktivis Desain Komunikasi Visual dari sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.

Kasubdit Pengawasan dan Cegah Propaganda BNPT Kolonel Inf Dadang Hendrayudha mengatakan, pelibatan penggiat dunia maya itu diperlukan untuk mengantisipasi perubahan pola aksi kelompok radikal yang selama ini melakukan teror.

Sebelumnya, kelompok radikal tersebut menggunakan empat pola perekrutan lama yakni jalur kekeluargaan, pertemanan, ketokohan, dan lembaga keagamaan.

Pola lama tersebut dinilai kurang efektif dan lebih terbuka sehingga gerakan radikal tersebut mudah diketahui.

Karena itu, kelompok-kelompok radikal tersebut menggunakan pola baru dengan menggunakan perangkat dunia maya seperti website, media sosial, dan sosial messenger dalam menyebarkan propaganda dan merekrut calon anggota baru.

Pola itu juga yang diterapkan kelompok bersenjata ISIS yang mempunyai pasukan cyber untuk memengaruhi masyarakat melalui dunia maya.

Pola radikalisme baru di dunia maya tersebut memunculkan radikalisme di lingkungan remaja, kalangan terdidik, dan ruang terbuka.

Dari data yang didapatkan BNPT, terdapat perkembangan yang cukup mengkhawatirkan terkait website yang dimiliki kelompok tersebut, terutama kelompok bersenjata ISIS.

Pada tahun 1998, jumlah website yang menyebarkan propaganda radikal itu hanya 12 buah. Namun meningkat menjadi 2.650 website pada tahun 2003.

Sedangkan pada Januari 2014, jumlahnya meningkat drastis mencapai sekitar 9.800 website. "Semuanya berisi konten negatif dan propaganda," katanya.

Ketua Panita Pelatihan Mayor Eko Mujiono mengatakan, kegiatan itu merupakan lanjutan dari pelatihan serupa yang dilaksanakan pada 2015 dan akan diselenggarakan di empat provinsi.

Pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya BNPT dalam mencegah aksi terorisme di dunia dan meningkatkan peran generasi muda, terutama pegiat dunia maya untuk mencegah aksi radikal itu.

Dengan pelatihan tersebut, diharapkan tercapai kesamaan persepsi antara BNPT dengan penggiat dunia maya, termasuk mau bekerja sama dalam mencegah terorisme. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BIN: Ruang Gerak Kelompok Terduga Teroris Santoso Makin Sempit

BIN: Ruang Gerak Kelompok Terduga Teroris Santoso Makin Sempit

News | Sabtu, 02 April 2016 | 21:58 WIB

Atasi Terorisme, Kepala BNPT: Pencegahan Harus Lebih Diutamakan

Atasi Terorisme, Kepala BNPT: Pencegahan Harus Lebih Diutamakan

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 18:02 WIB

Tangkal Radikalisme & Terorisme, NU Gelar Pertemuan Internasional

Tangkal Radikalisme & Terorisme, NU Gelar Pertemuan Internasional

News | Kamis, 31 Maret 2016 | 12:05 WIB

Terkini

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:59 WIB

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 16:58 WIB

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:54 WIB

Flash Sale BRImo: Beli Pulsa Cukup Bayar Pakai Uang Koin Rp1

Flash Sale BRImo: Beli Pulsa Cukup Bayar Pakai Uang Koin Rp1

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 16:48 WIB

×