Jokowi Ingatkan Seruan "Kerja...kerja...kerja"

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Kamis, 07 April 2016 | 15:30 WIB
Jokowi Ingatkan Seruan "Kerja...kerja...kerja"
Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla memimpin sidang kabinet paripurna di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (7/4). (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan para menteri anggota Kabinet Kerja untuk fokus pada apa yang sudah direncanakan agar terlaksana di lapangan, bisa terwujud, dan bermanfaat bagi rakyat. Jokowi menegaskan bahwa Pemerintahan sekarang mengedepankan kerja konkrit bukan rencana apalagi wacana.

"Politik kita politik kerja, bukan politik rencana, bukan politik wacana, tapi politik kerja. Fokus pada apa yang sudah direncanakan agar terlaksana di lapangan, bisa terwujud, bisa bermanfaat bagi rakyat. Nanti rakyat yang akan menilai biar rakyaat, kita ini sudah bekerja atau belum, mampu bekerja atau tidak," kata Jokowi dalam sidang paripurna Kabinet di Gedung Utama, Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (7/4/2016).

Jokowi meminta para menteri anggota Kabinet Kerja untuk fokus pada 3 hal. Di antaranya deregulasi, infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). Ketiga hal ini, sebenarnya bukanlah kali pertama disampaikan kepada para menteri. Tapi seperti juga pengecekan pembangunan infrastruktur yang akan selalu dilakukan oleh Jokowi tidak hanya satu kali, bahkan hingga enam kali.

Ketiga hal ini juga diharapkan akan selalu menjadi perhatian para Menteri Kabinet Kerja. Di bidang deregulasi, Jokowi meminta agar aturan yang terlalu banyak disederhanakan.

“Semua kementerian harus bergerak disini. Aturan-aturan yang rumit, bertele-tele segera hapuskan,” ucap dia.

Jokowi mencatat ada 42.000 regulasi di tingkat kementerian dan 3.000 peraturan daerah bermasalah.

“Sekali lagi pangkas regulasi yang menghambat kecepatan kita dalam memutuskan, pangkas regulasi yang menghambat kecepatan kita dalam bertindak. Inilah yang akan memberikan dorongan kita dalam berkompetisi dengan negara-negara lain,” Jelas dia.

Selain itu ia juga mengingatkan persoalan infrastruktur, dia meminta agar para menteri dan kepala lembaga agar belanja modal difokuskan pada infrastruktur.

“Jangan lagi kita terjebak pada money follow function. Semuanya dibagi rata pada organisasi-organisasi di kementerian yang ada di lembaga yang ada,” tegasnya.

Presiden tidak mau lagi ada pembagian anggaran secara rata dalam organisasi, baik di kementerian maupun lembaga. Prioritas harus jelas karena infrastruktur merupakan kunci dalam menekan biaya logistik, memberikan daya saing investasi dan mempersatukan, baik antar kota antar kabupaten, antar provinsi, antar pulau.

Kemudian Hal ketiga yang diingatkan Jokowi adalah bidang sumber daya manusia (SDM). Dia mengingatkan pentingnya menciptakan SDM yang handal karena akan memberikan percepatan dalam pembangunan kita.

“Kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Ristek Dikti, dan Kementerian Perindustrian dan lain-lainnya perlu segera harus diputuskan sehinga langsung bisa action di lapangannya,” kata dia.

Terkait reformasi dalam perencanaan dan penganggaran, Presiden menginstruksikan setiap menteri dan kepala lembaga wajib mengendalikan anggaran di setiap Kementerian/Lembaga. Dia ingin pengelolaan tidak diserahkan kepada bawahannya.

“Pengendalian anggaran fokus pada apa yang akan kita kerjakan. Tidak perlu banyak-banyak program, konsentrasi pada program yang jelas, bermanfaat bagi rakyat, dirasakan oleh rakyat. Dan menciptakan multiplier effect kepada dunia usaha, kepada masyarakat,” ucap Presiden.

Presiden juga meminta agar dilakukan efisiensi pada APBN-P 2016, baik yang berkaitan dengan belanja operasional, belanja barang yang tidak prioritas dan belanja modal yang tidak prioritas. Misalnya seperti pengadaaan mobil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sidang Kabinet Paripurna 2016

Sidang Kabinet Paripurna 2016

Foto | Kamis, 07 April 2016 | 12:27 WIB

Tiga Prioritas Terbaru Kabinet Jokowi

Tiga Prioritas Terbaru Kabinet Jokowi

News | Kamis, 07 April 2016 | 11:30 WIB

Jokowi Gelar Rapat Kabinet Paripurna 'Tak Biasa'

Jokowi Gelar Rapat Kabinet Paripurna 'Tak Biasa'

News | Kamis, 07 April 2016 | 10:31 WIB

Presiden Jokowi akan Hadiri KTT Kemitraan ASEAN-Rusia

Presiden Jokowi akan Hadiri KTT Kemitraan ASEAN-Rusia

News | Kamis, 07 April 2016 | 06:18 WIB

Presiden Jokowi Ketemu 24 Perwakilan Kepala Desa di Pulau Morotai

Presiden Jokowi Ketemu 24 Perwakilan Kepala Desa di Pulau Morotai

News | Rabu, 06 April 2016 | 06:32 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Lima Pelabuhan di Indonesia Timur

Presiden Jokowi Resmikan Lima Pelabuhan di Indonesia Timur

Bisnis | Rabu, 06 April 2016 | 06:06 WIB

Pelabuhan Wasior Dijadikan Titik Terluar Tol Laut

Pelabuhan Wasior Dijadikan Titik Terluar Tol Laut

Bisnis | Selasa, 05 April 2016 | 12:39 WIB

Presiden Jokowi Meresmikan Pelabuhan Wasior di Papua Barat

Presiden Jokowi Meresmikan Pelabuhan Wasior di Papua Barat

Bisnis | Selasa, 05 April 2016 | 08:41 WIB

Tinggalkan Maluku, Presiden Jokowi Bertolak ke Papua Barat

Tinggalkan Maluku, Presiden Jokowi Bertolak ke Papua Barat

News | Selasa, 05 April 2016 | 06:06 WIB

Jokowi Bikin Heboh Ambon, Blusukan ke Mal, Dipeluk Ibu-ibu

Jokowi Bikin Heboh Ambon, Blusukan ke Mal, Dipeluk Ibu-ibu

News | Senin, 04 April 2016 | 20:09 WIB

Terkini

Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki

Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:02 WIB

KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu

KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:56 WIB

8 Orang Tewas dalam Tragedi Helikopter Jatuh di Sekadau, KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan

8 Orang Tewas dalam Tragedi Helikopter Jatuh di Sekadau, KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:48 WIB

DPR: Napi Korupsi Ngopi di Kafe, 'Mustahil Tanpa Kerja Sama Petugas!'

DPR: Napi Korupsi Ngopi di Kafe, 'Mustahil Tanpa Kerja Sama Petugas!'

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:45 WIB

Negara Rugi Bandar Akibat Rokok Ilegal, Ekonom: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar

Negara Rugi Bandar Akibat Rokok Ilegal, Ekonom: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:42 WIB

Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil dan Stok Berlimpah

Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil dan Stok Berlimpah

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:37 WIB

Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk

Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk

News | Jum'at, 17 April 2026 | 20:34 WIB

Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 19:56 WIB

Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak, DPRD DKI Dorong Sistem Parkir Cashless

Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak, DPRD DKI Dorong Sistem Parkir Cashless

News | Jum'at, 17 April 2026 | 19:49 WIB

Ustaz Solmed Laporkan Lebih dari 10 Akun Medsos atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Ustaz Solmed Laporkan Lebih dari 10 Akun Medsos atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 19:45 WIB