Di Tengah Skandal Reklamasi, Begini Kondisi Nelayan Muara Angke

Siswanto, Welly Hidayat

Kamis, 07 April 2016 | 15:42 WIB
Di Tengah Skandal Reklamasi, Begini Kondisi Nelayan Muara Angke
Bongkar muat ikan tangkap di pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Selasa (8/3). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Di balik proyek reklamasi ada aroma suap. Aroma semakin menyengat setelah bekas anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M. Sanusi ditangkap KPK karena diduga menerima suap dari pengembang PT. Agung Podomoro Land (Tbk) terkait pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Di tengah riuhnya kasus tersebut, nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara, tetap berjuang mempertahankan hidup. Mereka terkena dampak proyek secara langsung.

Salah satu nelayan bernama Carmin (47) mengatakan sejak muncul proyek reklamasi, penghasilan nelayan tradisional semakin berkurang.

"Pemasukan dari hari ke hari sudah berkurang mas, kami sudah nggak bisa cari ikan mas," kata Carmin saat ditemui Suara.com di Muara Angke, Kamis (7/4/2016).

Carmin mengatakan daerah yang kini terkena reklamasi dulunya banyak ranjungan (kepiting) maupun ikan kambang. Tapi, sekarang mereka sudah tidak bisa ke sana lagi.

"Itu proyek isinya ranjungan semua mas, kami sudah nggak bisa ke sana, sudah ditimbun pasir nggak tahu dari mana itu pasir," kata Carmin.

Carmin mengenang sebelum muncul reklamasi. Dulu, penghidupan keluarganya cukup, meski sederhana. Penghasilan dari melaut stabil.

"Biasa sehari melaut kita sehari bisa Rp400 ribu sampai Rp500 ribu mas, sekarang mau bagaimana Rp100 ribu saja sudah alhamdulillah," kata Carmin.

Setelah ada reklamasi, kata Carmin, nelayan pernah dijanjikan akan diberi daerah khusus nelayan tradisional. Tapi, sampai sekarang belum terwujud.

"Katanya ada khusus buat nelayan, tapi sampai saat ini belum ada, banyak juga nelayan sudah pulang kampung juga," kata Carmin.


"Kapal saya juga sudah saya jual mas, mau bagaimana lagi, ikan sama ranjungan sudah tidak ada," Carmin menambahkan.
Pagi tadi, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan pemerintah menyiapkan kampung nelayan di Kepulauan Seribu. Ahok mengajak nelayan di Muara Angke pindah ke sana. Dia yakin mereka akan makmur di Kepulauan Seribu karena kawasan sekitar Muara Angke sekarang sedang berlangsung proyek reklamasi.

"Beberapa nelayan (mau dipindah), makanya udah ada jalan laut, kami mau siapin kampung nelayan supaya lebih bersih dan dapat budidaya," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.

Ahok menjelaskan perairan sekitar Teluk Jakarta sekarang sudah tidak mendukung nelayan karena airnya sudah tercemar akibat proyek reklamasi. Jumlah ikannya sudah tidak banyak karena mati.

Mengenai pembuatan kampung nelayan, referensi Ahok adalah perkembangan negara-negara lain yang mengarah ke budidaya ikan. Jadi, nelayan bukan lagi sebatas menangkap ikan di laut.

"Karena dunia sudah mengarah bukan cuma tangkap, tapi ke arah ke budidaya," kata mantan Bupati Belitung Timur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Teman Ahok Tak Berdiam, Bela Ahok yang Diserang Isu Reklamasi

Teman Ahok Tak Berdiam, Bela Ahok yang Diserang Isu Reklamasi

News | Kamis, 07 April 2016 | 14:44 WIB

Ketua Fraksi PKS: Saya Nggak Terima Alphard, Umroh Duit Sendiri

Ketua Fraksi PKS: Saya Nggak Terima Alphard, Umroh Duit Sendiri

News | Kamis, 07 April 2016 | 12:24 WIB

Terkini

Cara Memilih Ukuran Helm yang Pas dan Aman, Berkendara Makin Nyaman

Cara Memilih Ukuran Helm yang Pas dan Aman, Berkendara Makin Nyaman

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 17:29 WIB

Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI

Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI

News | Senin, 14 September 2026 | 17:29 WIB

DPR Nilai Suahasil Sosok Tepat Jadi Menkeu Baru, Bisa Selesaikan PR Purbaya

DPR Nilai Suahasil Sosok Tepat Jadi Menkeu Baru, Bisa Selesaikan PR Purbaya

News | Senin, 14 September 2026 | 17:26 WIB

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

News | Senin, 14 September 2026 | 17:23 WIB

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Bola | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

×