Seperti Ini Proyek Reklamasi Teluk Utara Jakarta dari Jarak Dekat

Siswanto, Welly Hidayat

Kamis, 07 April 2016 | 17:31 WIB
Seperti Ini Proyek Reklamasi Teluk Utara Jakarta dari Jarak Dekat
Aktivitas proyek pembangunan salah satu pulau kawasan reklamasi Teluk Jakarta di Pantai Utara Jakarta, Rabu (6/4). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Nelayan Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara, Waskin (38), mengajak Suara.com naik perahunya, kemudian mengitari area sekitar proyek reklamasi Teluk Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Proyek reklamasi tersebut sekarang jadi sorotan tajam setelah tercium aroma suap terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta. Raperda itu sedang dibahas di DPRD DKI.

Hampir setengah jam lamanya mengitari area sekitar proyek reklamasi dengan perahu kecil.

Menurut pengamatan Suara.com area yang direklamasi kurang lebih sampai 500 mil.

Kapal-kapal besar terlihat di sekitar proyek. Kapal-kapal ini membawa pasir dalam jumlah banyak untuk membuat daratan.

Di sekitar proyek ada pembatasnya. Kapal nelayan dilarang keras masuk ke daerah dekat proyek reklamasi.

Penjagaan di sekitar proyek ketat sekali. Para security laut hampir setiap setengah jam berkeliling proyek dengan speed boat. Mereka mengawasi aktivitas di sekitar proyek dan menjaga orang tak diundang datang.

Nelayan bernama Andi (26) mengakui penjagaan perairan sekitar proyek sangat ketat. Harus pakai izin untuk bisa masuk.

"Itu yang jaga Polisi Militer mas, jadi takut kita ke sana nggak bisa sembarang orang," Kata Andi.

Para nelayan terkena dampak proyek secara langsung.

Salah satu nelayan bernama Carmin (47) mengatakan sejak muncul proyek reklamasi, penghasilan nelayan tradisional semakin berkurang.

"Pemasukan dari hari ke hari sudah berkurang mas, kami sudah nggak bisa cari ikan mas," kata Carmin saat ditemui Suara.com di Muara Angke.

Carmin mengatakan daerah yang kini terkena reklamasi dulunya banyak ranjungan (kepiting) maupun ikan kambang. Tapi, sekarang mereka sudah tidak bisa ke sana lagi.

"Itu proyek isinya ranjungan semua mas, kami sudah nggak bisa ke sana, sudah ditimbun pasir nggak tahu dari mana itu pasir," kata Carmin.

Carmin mengenang sebelum muncul reklamasi. Dulu, penghidupan keluarganya cukup, meski sederhana. Penghasilan dari melaut stabil.

"Biasa sehari melaut kita sehari bisa Rp400 ribu sampai Rp500 ribu mas, sekarang mau bagaimana Rp100 ribu saja sudah alhamdulillah," kata Carmin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Skandal Reklamasi, Wakil Ketua DPRD DKI Siap Jadi Saksi Buat Adik

Skandal Reklamasi, Wakil Ketua DPRD DKI Siap Jadi Saksi Buat Adik

News | Kamis, 07 April 2016 | 16:59 WIB

Proyek Reklamasi, Tiap Dua Jam Nelayan Lihat Kapal Asing Datang

Proyek Reklamasi, Tiap Dua Jam Nelayan Lihat Kapal Asing Datang

News | Kamis, 07 April 2016 | 16:25 WIB

Terkini

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Oli Shell Advance Matic untuk BeAT, Mio, hingga NMAX: Cek Harga per November!

Oli Shell Advance Matic untuk BeAT, Mio, hingga NMAX: Cek Harga per November!

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:08 WIB

Hashim Bantah Pemerintah Kasih HP Gratis, Klaim Ucapannya Dipelintir

Hashim Bantah Pemerintah Kasih HP Gratis, Klaim Ucapannya Dipelintir

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Bagaimana Nasib Betrand Peto?

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Bagaimana Nasib Betrand Peto?

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Betrand Peto Bakal Jadi Tersangka?

Kasus Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Betrand Peto Bakal Jadi Tersangka?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:56 WIB

SPBU Shell di Indonesia Kini Dikelola SEFAS Group

SPBU Shell di Indonesia Kini Dikelola SEFAS Group

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Hashim Sebut Petugas Pajak & Bea Cukai Lemah, RI Seharusnya Surplus Anggaran Rp 900 T

Hashim Sebut Petugas Pajak & Bea Cukai Lemah, RI Seharusnya Surplus Anggaran Rp 900 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:53 WIB

×