Ini Langkah Indonesia Sikapi Tewasnya Miming di Sydney

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Senin, 11 April 2016 | 16:49 WIB
Ini Langkah Indonesia Sikapi Tewasnya Miming di Sydney
Menlu Retno LP Marsudi dan Menlu Bulgaria Daniel Mitov melangsungkan pertemuan bilateral di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (30/3). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Miming Listiyani yang ditemukan tewas di Cabarita, Sydney, Australia. Pemerintah melalui Kedutaan Besar RI di Canberra dan KJRI di Sydney terus berkoordinasi dengan otoritas Australia untuk pengusutan kasus pembunuhan Miming.

"Sejak menerima informasi tersebut, maka KBRI Carnbera dan KJRI Sydney secara terus menerus melakukan komunikasi dengan otoritas Australia untuk dapatkan informasi lanjutan mengenai tindakan kriminal tersebut.‎ Kasus ini ditangani oleh Burwood Police Station," kata Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (11/4/2016).

‎Dia menjelaskan, tim konsuler KJRI di sana telah bertemu dengan pihak keluarga. Tim mendampingi pihak keluarga tadi pagi untuk bertemu kepolisian setempat guna penyelidikan lebih lanjut.

"Pertemuan dengan kepolisian setempat berlangsung satu jam‎, dan sudah diantar kembali ke rumahnya," ujar dia.

Selanjutnya, pihak kepolisian setempat akan melakukan autopsi seizin pihak keluarga guna pengusutan kasus tersebut.

"Proses post mortem akan segera dilakukan dan sesuai dengan permintaan keluarga. KJRI Sydney telah memfasilitasi kedatangan keluarga korban, yaitu adik dari ayah korban. ‎Sebagai informasi, almarhumah telah dua kali mengganti paspor Indonesia, yaitu pada tahun 2008 dan pada tahun 2012," ungkap dia.

"Almarhumah saat ini korban adalah pemegang permanen residence Australia".

Sebelumnya, polisi Australia telah menangkap Khanh Tanh Ly (35), atas tuduhan pembunuhan. Dirinya tertangkap basah sedang dalam kondisi telanjang di dekat jenazah Miming yang juga ditemukan tanpa busana di tepi Sungai Parramatta, dekat dermaga Cabarita, Sydney, Jumat (8/4/2016) pagi.

Ly bukan orang asing bagi kepolisian Australia. Dia terlibat di dalam jaringan penyelundup narkoba Bali Nine.

Ly punya julukan sebagai 'letnan' dari sindikat tersebut. Dia merupakan rekan dari Duo Bali Nine, yakni Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. Dua orang itu telah dieksekusi mati di Nusakambangan, April 2015 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebelum Dibunuh, Miming Bercita-cita Membuat Dapur "Pastry"

Sebelum Dibunuh, Miming Bercita-cita Membuat Dapur "Pastry"

News | Minggu, 10 April 2016 | 15:14 WIB

Pengadilan Tolak Jaminan Tersangka Pembunuh Miming

Pengadilan Tolak Jaminan Tersangka Pembunuh Miming

News | Minggu, 10 April 2016 | 08:10 WIB

Ini Kronologis Ditemukannya Mayat Miming Listiyani

Ini Kronologis Ditemukannya Mayat Miming Listiyani

News | Sabtu, 09 April 2016 | 16:50 WIB

Apa Hubungan Miming dengan Terduga Pembunuhnya?

Apa Hubungan Miming dengan Terduga Pembunuhnya?

News | Sabtu, 09 April 2016 | 16:48 WIB

Terkini

Tak Hanya Gaya Hidup, PayLater Banyak Dipakai Buat Kebutuhan Mendesak

Tak Hanya Gaya Hidup, PayLater Banyak Dipakai Buat Kebutuhan Mendesak

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 19:08 WIB

GBLA Membara! Ribuan Bobotoh Suntik Semangat Persib Sebelum Tarung di Markas Persija

GBLA Membara! Ribuan Bobotoh Suntik Semangat Persib Sebelum Tarung di Markas Persija

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 19:06 WIB

Memaknai The Stoic Way of Not Giving A Damn: Kita Terlalu Banyak Peduli

Memaknai The Stoic Way of Not Giving A Damn: Kita Terlalu Banyak Peduli

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 19:00 WIB

Mengapa Pola Kekerasan Aparat Terus Berulang? Aktivis Bongkar Bahaya Doktrin Militerisme

Mengapa Pola Kekerasan Aparat Terus Berulang? Aktivis Bongkar Bahaya Doktrin Militerisme

News | Kamis, 10 September 2026 | 18:54 WIB

Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar

Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar

Jakarta | Kamis, 10 September 2026 | 18:52 WIB

Menjinakkan Akal Sehat: Mengapa Rocky Gerung Lembek di Era Prabowo?

Menjinakkan Akal Sehat: Mengapa Rocky Gerung Lembek di Era Prabowo?

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 18:50 WIB

PSIS Diuji Mental di Laga Perdana Championship, PSPS Datang dengan Modal Dua Pekan di Semarang

PSIS Diuji Mental di Laga Perdana Championship, PSPS Datang dengan Modal Dua Pekan di Semarang

Jawa Tengah | Kamis, 10 September 2026 | 18:48 WIB

ISPA Meningkat Dampak Karhutla, Fasilitas Kesehatan di Kaltim Diminta Siaga

ISPA Meningkat Dampak Karhutla, Fasilitas Kesehatan di Kaltim Diminta Siaga

Kaltim | Kamis, 10 September 2026 | 18:43 WIB

Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Temukan Pelampung Warna Oranye

Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Temukan Pelampung Warna Oranye

News | Kamis, 10 September 2026 | 18:43 WIB

Tiga Hari Mencari Masih Misteri, Menanti Kabar 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Tiga Hari Mencari Masih Misteri, Menanti Kabar 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

News | Kamis, 10 September 2026 | 18:42 WIB

×