BNPB Pantau Efek Gempa Jepang terhadap Indonesia

Adhitya Himawan

Sabtu, 16 April 2016 | 18:41 WIB
BNPB Pantau Efek Gempa Jepang terhadap Indonesia
Efek fempa bumi di Kota Minamiaso, Prefektur Kumamoto, Jepang, Sabtu (16/4/2016). [Antara/Reuters]

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa wilayah Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang Selatan kembali diguncang gempa susulan yang lebih besar magnitude-nya. Gempa 7,3 SR terjadi di Kumamoto pada Sabtu pukul 01.25 waktu setempat atau Jumat (15/4/2016) pukul 23.25 WIB. Badan Meteorologi Jepang merevisi kekuatan gempad dari 7,1 SR menjadi 7,3 SR. Sebelumnya di daerah yang sama, yaitu di Prefektur Kumamoto dengan kekuatan 6,4 SR pada Kamis (14/4/2016) pukul 21.27 waktu setempat atau 20.03 Wib. Pusat gempa di daratan dengan kedalaman yang dangkal yaitu 10 km pada permukiman yang cukup padat penduduknya.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei menyatakan bahwa gempa 6,4 SR adalah gempa awal (foreshock) yang kemungkinan memicu gempa berikutnya yang lebih besar yaitu gempa 7,3 SR. Kedua gempa tersebut memiliki mekanisme yang sama yaitu sesar geser mendatar. Pada saat gempa pertama, 6,4 SR, gempa dirasakan berkisar VI-VII MMI atau sangat keras. "Kemudian gempa kedua 7,3 SR memiliki intensitas gempa dirasakan hingga VIII-IX MMI atau getaran yang hebat sehingga sangat merusak," kata Willem dalam keterangan resmi, Sabtu (16/4/2016)

Hingga saat ini Pemerintah Jepang masih melakukan penanganan darurat, khususnya pencarian dan penyelamatan korban. Data sementara dampak gempa, 13 orang tewas, puluhan orang masih tertimbun di reruntuhan bangunan dan lebih 44 ribu orang harus dievakuasi pada Sabtu (16/4/2016) pukul 10.00 Wib. Peringatan dini tsunami telah dicabut, namun sebagian masyarakat masih belum berani ke daerah pantai. Personil militer ditambah hingga 20.000 personil tentara untuk melakukan penanganan darurat. Logistik dan peralatan juga ditambah. Meski peringatan tsunami telah dicabut, setelah sempat diberlakukan, warga di tepi pantai tetap diminta waspada.

Willem Rampangilei, telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB untuk terus memantau perkembangan dampak gempa Jepang. BNPB siap jika sewaktu-waktu diminta untuk mengirimkan bantuan ke Jepang.

"Satu hal yang menarik untuk menjadi pembelajaran bagi bangsa Indonesia adalah tingginya kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat Jepang dalam menghadapi gempa. Dengan diguncang gempa 7,3 SR seperti itu jumlah korban relatif sedikit. Saat gempa di Yogyakarta dengan kekuatan 5,9 SR pada 27/5/2006 jumlah korban mencapai lebih dari 6 ribu orang tewas. Begitu juga gempa 7,6 SR di Sumatera Barat pada 30/9/2009, menyebabkan lebih dari 1.100 jiwa meninggal," jelas Willem.

Pemerintah dan masyarakat Jepang memang telah memiliki budaya siap menghadapi gempa besar. Perilaku sehari-hari selalu dikaitkan dengan ancaman yang ada. Sistem peringatan dini bencana sangat maju. Selain itu, pemerintahan yang baik dan penegakan hukum juga jadi faktor krusial yang menyelamatkan jiwa masyarakat Jepang. Semua bangunan public seperti sekolah, rumah sakit, perkantoran dan lainnya dibangun dengan standar yang ketat dan kuat. Masyarakat Jepang rajin melakukan pelatihan bencana. Di dekat pintu, mereka mempersiapkan ransel yang berisi air botolan, makanan kering atau makanan kalengan, obat-obatan P3K, uang tunai, pakaian kering, radio, senter, dan beberapa baterai pengganti. Karena sering latihan masyarakat Jepang tahu mereka harus melindungi kepala dengan meja yang kuat, agar tidak kejatuhan benda-benda keras. Lalu, di bawah lindungan meja, itu, dengan cepat mereka mematikan aliran gas, dan memastikan pintu tetap terbuka untuk mengurangi resiko terjebak di antara reruntuhan.

Pelatihan menghadapi bencana dilakukan secara rutin, bahkan dijadikan mata pelajaran khusus di sekolah-sekolah dasar. Alokasi anggaran pemerintah setiap tahun dialokasikan 5 persen dari APBN mereka wajib untuk antisipasi bencana. Bandingkan dengan di Indonesia yang masih sangat minim. Alokasi anggaran untuk BNPB pada tahun 2016, hanya Rp 1,2 trilyun dari total APBN Rp 2.095 trilyun. Begitu juga di BPBD yang rata-rata alokasinya hanya memperoleh 0,02 persen dari total APBD. 

Pemerintah Jepang selalu menginvestasikan kekayaannya untuk membangun gedung dan infrastruktur tahan gempa. Mahal memang, tapi kebijakan ini terbukti telah menyelamatkan ribuan jiwa. Pemerintah daerah dilatih secara khusus untuk mengumumkan terjadinya bencana dan melakukan evakuasi secara cepat. Mereka juga dilatih untuk mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan di tempat-tempat penampungan.

Tentu hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi Bangsa Indonesia. "Kita sama rawan gempabumi. Bahkan di Indonesia jenis bencananya lebih banyak dan lebih kompleks permasalahannya. Kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Padang dan lainnya memiliki kondisi geologi atau kotanya dibangun di batuan yang rentan menerima gempa sehingga dapat meninbulkan guncangan yang keras. Hendaknya kita selalu meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengurangi jumlah korban jiwa," tutup Willem.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Cuma Hobi, Fanatisme Anime Kini Jadi Sektor Bisnis Kreatif Indonesia!

Bukan Cuma Hobi, Fanatisme Anime Kini Jadi Sektor Bisnis Kreatif Indonesia!

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:00 WIB

Belanja Sambil Jajan Kuliner Jepang? Pengalaman Ini Kini Bisa Dinikmati di Jakarta Utara

Belanja Sambil Jajan Kuliner Jepang? Pengalaman Ini Kini Bisa Dinikmati di Jakarta Utara

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:46 WIB

Sinopsis Magical Secret Tour, Film Jepang Terbaru Kasumi Arimura

Sinopsis Magical Secret Tour, Film Jepang Terbaru Kasumi Arimura

Your Say | Senin, 01 Juni 2026 | 17:15 WIB

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:45 WIB

Sinopsis Emily to Maria, Drama Komedi Jepang Dibintangi Marika Matsumoto

Sinopsis Emily to Maria, Drama Komedi Jepang Dibintangi Marika Matsumoto

Your Say | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:25 WIB

Gadis Minimarket: Perjuangan Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tuntutan Dunia

Gadis Minimarket: Perjuangan Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tuntutan Dunia

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:21 WIB

Sinopsis High and Low The Movie, Aksi Brutal Lima Geng Legendaris S.W.O.R.D Melawan Musuh Besar

Sinopsis High and Low The Movie, Aksi Brutal Lima Geng Legendaris S.W.O.R.D Melawan Musuh Besar

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:00 WIB

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:56 WIB

Banyak Rekan di Liverpool, Kapten Timnas Jepang Tak Sabar Ladeni Belanda

Banyak Rekan di Liverpool, Kapten Timnas Jepang Tak Sabar Ladeni Belanda

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:00 WIB

Ambisi Samurai Biru di Piala Dunia 2026: Ingin Akhiri Kutukan 16 Besar

Ambisi Samurai Biru di Piala Dunia 2026: Ingin Akhiri Kutukan 16 Besar

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 16:44 WIB

Terkini

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:03 WIB

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:42 WIB

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:36 WIB

Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal

Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:27 WIB

Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan

Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:24 WIB

Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan

Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:11 WIB

Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat

Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:06 WIB

Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari

Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar

Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:43 WIB

Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN

Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:36 WIB