Kapolri Mengakui Ada Kesalahan Prosedur Dalam Kematian Siyono

Adhitya Himawan | Bagus Santosa | Suara.com

Rabu, 20 April 2016 | 12:59 WIB
Kapolri Mengakui Ada Kesalahan Prosedur Dalam Kematian Siyono
Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti (kiri) dan Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan (kanan) menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengakui adanya kelalaian yang dilakukan anak buahnya dalam kasus kematian terduga teroris Siyono. Badrodin mengatakan hal itu dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Rabu (20/4/2016).
 
"Terhadap kasus itu sudah dilakukan pemeriksaan terhadap para petugas yang membawa (Siyono), termasuk komandannya. Dan dilakukan sidang disiplin karena ada kelalaian yang dibuat pada yang bersangkutan (Siyono)," kata Badrodin.
 
Kelalaian ini, diterangkan Badrodin, adalah pengawalan yang hanya satu orang. Padahal dalam Peraturan Kapolri dalam membawa seorang tersangka tidak boleh sendirian. Dan, soal tersangka yang tidak diborgol yang seharusnya ‎dalam Peraturan Kapolri tersangka harus diborgol.
 
"Nah ini yang dilakukan tindaklanjutnya, dan hari ini, mungkin minggu depan masih dilakukan sidang kode etik terhadap para pelakunya, yaitu petugas yang mengawal," kata Badrodin.
 
Di sisi lain, Badrodin menyayangkan kematian Siyono. Sebab, dengan begitu Polri menjadi kesulitan dalam pengungkapan jaringan terorisme Al Jamaah Al Islamiyah dan kepemilikan senjata api dan bahan peledak.
 
"Sehingga dengan meninggalnya tersangka Siyono akses informasi yang seharusnya bisa diperoleh dari tersangka, menjadi hilang," kata Badrodin.
 
Dalam laporan tertulis Kapolri ke Komisi III, disebutkan kematian Siyono terjadi saat Polisi mengembangkan untuk mencari tersangka lain dalam kepemilikan senjata api. Siyono menyerahkan senjata api kepada Tomi alias Giri alias Pak Pendek. 
 
Pada Kamis 10 Maret 2016, sekitar pukul 8.30 WIB, tim melakukan pengembangan dengan membawa Siyono ke daerah Terminal Krisak, Selogiri, Wonogiri.
 
Siyono dibawa dengan kendaraan Toyota Inova yang diisi dua anggota polisi, satu pengawal dan satu orang menyupiri mobil. Siyono pun tidak diborgol di dalam mobil. Tujuannya, supaya tersangka bisa dilakukan pendekatan secara psikologis dan diharapkan bisa koperatif memberikan informasi. 
 
Selama berkeliling mencari lokasi yang dituju, saat di Jalan antara Kota Klaten dan Prambanan, tersangka Siyono yang dalam keadaan tidak diborgol dan tidak ditutup matanya, duduk di sisi kursi baris tengah kendaraan. Dengan tiba-tibanmelakukan penyerangan terhadap petugas pengawal yang berada di sebelah kanannya.
 
Kemudinan, tersangka menerjang pintu untuk melompat dengan berusaha membuka handle pintu. Namun, petugas pengawal berhasil menangkap baju dan menarik tersangka ke belakang.
 
Selanjutnya, Siyono meakukan perlawanan dan menyerang petugas dengan cara memukul dan menendang untuk berontak dari genggaman petugas. Perkelahian pun tidak bisa dihindarkan.
 
Tendangan Siyono bahkan sempat mengenai kepala bagian kiri belakang pengemudi kendaraan, sehingga membuat kendaraan oleng ke kanan dan sempat menabrak pembatas jalan. Namun, pengemudi berhasil mmepertahankan kendaraan supaya stabil dan meneruskan perjalanan.
 
"Akhirnya petugas berhasil menaklukan tersangka dan menguasai situasi dengan kondisi tersangka sudah lemas," kata Badrodin.
 
Kemudian, lanjut Badrodin, tersangka‎ dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY. Berdasarkan pemeriksaan dokter IGD Rumah Sakit, Siyono dinyatakan meninggal dunia.
 
"Selanjutnya jenazah diarahkan untuk dibawa ke RS Raden Said Sukanto Kramat Jati, Jakarta. Jenasah diterima di kamar jenasah pada Tanggal 11 Maret 2016 sekitar 01.30 WIB dan langsung dilakukan pemeriksaan luar dan pemeriksaan Post Mortem CT-Scanning (PMCT)serta dilakuan pembacaan hasil," kata Badrodin.
 
Berdasarkan pemeriksaan luar jenazah dan PMCT‎ yang dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari penyidik Densus 88 AT, ditemukan adanya luka memar pada kepala sis kanan, belakang kanan, dan didapatkan pendarahan di bawah selaput otak bagian belakang kanan, fraktur (patah) tulang rusuk kelima kanan depan.
 
"Yang seluruhnya diakibatkan oleh kekerasan benda tumpul," ujarnya.
 
‎Dalam hasil visum et repertum pada tanggal 10 Maret, dokter menerbitkan terhadap salah satu anggota densus yang melakukan pengawalan terhadap Siyono, berdasarkan permintaan tertutlis penyidk Densus 88 AT, ditemukan adanya kekerasan pada mata kiri, leher bagian kiri dan kanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Kaget Penangkapan Terduga Teroris di Bogor: Dikenal Pendiam dan Baru 6 Bulan Menikah

Warga Kaget Penangkapan Terduga Teroris di Bogor: Dikenal Pendiam dan Baru 6 Bulan Menikah

News | Senin, 21 Juli 2025 | 13:11 WIB

Densus 88 Disebut Tangkap Terduga Teroris di Sulteng, Polda Sulteng Mengaku Enggak Tahu

Densus 88 Disebut Tangkap Terduga Teroris di Sulteng, Polda Sulteng Mengaku Enggak Tahu

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 21:52 WIB

Remaja 18 Tahun di Sulsel Ditangkap Densus 88: Sebarkan Propaganda ISIS, Ajak Bom Tempat Ibadah

Remaja 18 Tahun di Sulsel Ditangkap Densus 88: Sebarkan Propaganda ISIS, Ajak Bom Tempat Ibadah

News | Minggu, 25 Mei 2025 | 12:55 WIB

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris JAD Di Bima, Sita Senapan Angin Dan Belasan Buku

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris JAD Di Bima, Sita Senapan Angin Dan Belasan Buku

News | Sabtu, 07 September 2024 | 14:57 WIB

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris AQAP Di Gorontalo, Pernah Berencana Ledakan Bursa Efek Singapura

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris AQAP Di Gorontalo, Pernah Berencana Ledakan Bursa Efek Singapura

News | Selasa, 03 September 2024 | 11:39 WIB

Lagi! Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris Di Jakarta, Terpapar ISIS Lewat Sosmed

Lagi! Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris Di Jakarta, Terpapar ISIS Lewat Sosmed

News | Rabu, 07 Agustus 2024 | 15:39 WIB

Pura-pura Minta Sumbangan 17-an, Cerita Pak RT Sebelum Densus Gerebek Terduga Teroris di Kota Batu

Pura-pura Minta Sumbangan 17-an, Cerita Pak RT Sebelum Densus Gerebek Terduga Teroris di Kota Batu

News | Kamis, 01 Agustus 2024 | 15:37 WIB

Geger Penangkapan Terduga Teroris di Stasiun Solo Balapan, PT KAI Buka Suara

Geger Penangkapan Terduga Teroris di Stasiun Solo Balapan, PT KAI Buka Suara

News | Kamis, 01 Agustus 2024 | 12:42 WIB

3 Terduga Teroris Ditangkap Di Kota Baru, Densus 88 Kerahkan Tim Jibom

3 Terduga Teroris Ditangkap Di Kota Baru, Densus 88 Kerahkan Tim Jibom

News | Kamis, 01 Agustus 2024 | 12:27 WIB

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Solo, Diduga Hendak Berangkat ke Jakarta

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Solo, Diduga Hendak Berangkat ke Jakarta

News | Kamis, 01 Agustus 2024 | 11:29 WIB

Terkini

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:21 WIB