Agostini: Akhirnya Lorenzo Lepas dari Bayang-bayang Rossi

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Kamis, 21 April 2016 | 07:25 WIB
Agostini: Akhirnya Lorenzo Lepas dari Bayang-bayang Rossi
Sejak bergabung dengan Yamaha di tahun 2008, Jorge Lorenzo (kiri) memang selalu sulit lepas dari kebesaran nama rekan setimnya, Valentino Rossi (kanan) [Shutterstock]

Suara.com - Legenda balap motor dunia, Giacomo Agostini, tidak heran dengan keputusan Jorge Lorenzo hijrah ke Ducati musim depan. Baginya, itu keputusan yang sangat bagus untuk keluar dari bayang-bayang Valentino Rossi.

Faktor Rossi digadang-gadang memang jadi salah satu alasan mengapa pebalap asal Spanyol itu hengkang dari Yamaha setelah hampir selama sembilan tahun bersama. Tidak mudah memang bagi perasaan pebalap manapun untuk bisa keluar dari situasi seperti ini.

Terlebih, Lorenzo juga bukan pebalap yang kalah kelasnya seperti Rossi. Dia sudah membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pebalap terbaik MotoGP saat ini dengan telah menjuarai tiga kali pagelaran balap motor paling bergengsi di dunia tersebut; 2010, 2012, dan 2015.

"Saya melihat ada tiga alasan kenapa dia (Lorenzo) pergi," kata Agostini, 73 tahun. "Pertama, Ducati tim yang bagus dan mereka telah menunjukkan itu di awal musim ini. Kedua, soal kontrak. Dia pastinya tak kecewa dengan tambahan beberapa juta dolar yang didapatnya."

"Terakhir, akhirnya ada persaingan dengan Rossi, dimana dia harus mengatasi itu. Bisa jadi juara dunia, tapi banyak orang tetap lebih memuji Rossi pastinya bukan situasi yang mudah," sambung Agostini.

Juara dunia balap motor 15 kali itu kemudian mencontohkan saat dia bersaing dengan Mike Hailwood pada kejuaraan dunia balap motor tahun 1967.

"Perbedaan perlakuan terbesar antara Lorenzo dan Rossi bukanlah dari tim, tapi dari para penggemar. Kejadian yang sama pernah terjadi pada saya di tahun 1967. Ketika saya terjatuh di lap terakhir, para penggemar tetap menyambut saya dibanding Mike Hailwood yang memenangi seri saat itu," ujar Agostini.

Lorenzo memutuskan hijrah ke Ducati musim depan dengan kontrak selama dua musim. Kabarnya dia mendapat bayaran 12 juta euro (sekitar Rp178 miliar) per musimnya dari tim yang berbasis di Bologna, Italia, itu. (Marca)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI