Kerajaan Saudi Permalukan Obama di Riyadh

Liberty Jemadu

Sabtu, 23 April 2016 | 19:51 WIB
Kerajaan Saudi Permalukan Obama di Riyadh
Presiden AS, Barack Obama tiba di Riyadh, Arab Saudi pada Rabu (20/4). Ia tak disambut Raja Salman ketika itu (Reuters/Kevin Lamarque].

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mendapat perlakuan tidak enak dari sekutunya Kerajaan Arab Saudi pada pekan ini, ketika dia tiba di Riyadh untuk menghadiri pertemuan bersama para pemimpin negara Dewan Kerja Sama Teluk, membahas keamanan dan konflik di kawasan Timur Tengah.

Perlakuan yang oleh beberapa media Barat, seperti The Economist, disebut "penghinaan" itu diterima Obama ketika dia mendarat di Riyadh pada Rabu (20/4/2016). Alih-alih disambut oleh Raja Salman, Obama hanya disambut oleh Gubernur Riyadh.

Dibandingkan dengan penyambutan terhadap pemimpin negara lain yang hadir dalam konferensi itu, penyambutan Obama oleh Saudi memang terhitung sederhana. Betapa tidak, pada kesempatan yang sama Raja Salman secara langsung menyambut Presiden Mesir, Abdel Fatah al Sisi dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Surat kabar terkemuka AS, The New York Times menulis, "ketika saluran televisi pemerintah (Saudi) meliput kedatangan para pemimpin negara-negara Teluk, yang disambut langsung di landasan bandara dengan pelukan dan ciuman oleh Raja Salman, Obama hanya disambut oleh delegasi kecil, dipimpin oleh Gubernur Riyadh, ibu kota Saudi."

"Kedatangan Obama tidak disiarkan oleh televisi pemerintah Saudi," imbuh surat kabar itu.

Sementara kantor berita Reuters, dalam video singkat, mengatakan tindakan Saudi itu sebagai "Penghinaan ala Kerajaan untuk Tuan Obama", karena ketika Presiden AS itu tiba di Riyadh, "Raja Salman tak menyambutnya di sana... tetapi Sang Raja lebih memilih untuk menyambut pejabat dari negara-negara Teluk."

Para pejabat AS sendiri membantah tindakan Saudi itu sebagai penghinaan. Mereka mengatakan bahwa Kerajaan Saudi telah mengundang Obama untuk mengikuti jamuan makan siang ala kerajaan, tetapi karena ketatnya jadwal, presiden tak bisa tiba tepat waktu.

Saudi Punya Alasan

Tetapi perilaku Saudi terhadap Obama bukan tanpa alasan. Sudah bersekutu erat sejak akhir Perang Dunia II, Saudi belakangan sering mengeluh tengah diacuhkan oleh AS.

Setelah Amerika Serikat, empat anggota Dewan Keamanan PBB (Rusia, Inggris, Prancis, dan Cina), Jerman, dan Uni Eropa menandatangi kesepakatan nuklir Iran pada 2015, Arab Saudi mulai resah. Iran memang merupakan musuh bebuyutan Saudi di kawasan Teluk. Kedua negara terlibat dalam perang proxy di Yaman, Suriah, dan Irak.

Kesepakatan yang kemudian berujung pada dilucutinya beberapa sanksi terhadap Iran, membuat Saudi khawatir Iran akan semakin leluasa menancapkan cakar pengaruhnya di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu Kongres AS baru-baru ini , seperti diulas Foreign Policy, mengajukan sebuah rancangan peraturan yang berisi syarat-syarat yang harus dipatuhi pemerintahan Obama jika ingin memberikan bantuan militer pada Saudi. Dalam rancangan itu Saudi diwajibkan menekan jumlah korban jiwa dalam intervensinya di Yaman, jika ingin menerima bantuan senjata dari AS.

Tak hanya itu, pekan lalu The New York Times melaporkan bahwa Saudi mengancam akan menjual asetnya yang bernilai Rp9.900 triliun di AS jika sebuah rancangan undang-undang - yang akan memberi celah bagi korban serangan 11/9/2001 menuntut pemerintah Saudi di pengadilan - disahkan menjadi undang-undang.

Sebagai informasi, 15 dari 19 pelaku pembajak pesawat yang digunakan dalam serangan bersejarah itu adalah warga Saudi.

Gedung Putih sendiri sudah menyatakan menolak RUU yang diajukan oleh baik Partai Republik dan Demokrat itu, dan mengisyaratkan akan mengajukan veto jika kongres meloloskannya.

Menurut The Economist, posisi AS di bawah Obama saat ini memang berbeda dari para pemimpin sebelumnya. Jika di masa presiden-presiden sebelumnya, AS sangat bergantung pada minyak Saudi, maka tak lagi demikian saat ini. AS saat ini tak lagi terlalu bergantung pada minyak dari Timur Tengah karena besarnya cadangan shale oil di dalam negeri.

Lagi pula kawasan Timur Tengah masih bergantung pada pasokan senjata dari AS, termasuk Saudi yang berencana membeli sistem pertahanan balistik baru dari AS.

Tak Ada Titik Temu

Tak heran jika dalam sebuah wawancara yang diterbitkan The Atlantic baru-baru ini, Obama mengatakan bahwa Saudi - yang disebutnya "penumpang gelap" kebijakan luar negeri AS - harus belajar hidup berdampingan dengan rivalnya, Iran.

"Persaingan antara Saudi dan Iran - yang telah mengobarkan perang proxy dan kaos di Suriah, Irak, dan Yaman - mewajibkan kita untuk mengatakan kepada sahabat-sahabat kita, juga kepada Iran, bahwa mereka harus menemukan sebuah cara efektif untuk hidup berdampingan di kawasan itu," kata Obama.

Anjuran itu kembali diutarakan Obama dalam pertemuan tertutup selama dua jam dengan Raja Salman, setelah keduanya akhirnya bertemu di Istana Erga, Riyadh.

Menurut pejabat AS yang mengetahui pertemuan itu, Obama meminta Raja Salman lebih membuka diplomasi dengan Iran dan mencari cara alternatif untuk menghadapi rival-rivalnya di kawasan Teluk.

Permintaan untuk bekerja sama dengan Iran itu ditanggapi skeptis oleh Raja Salman.

Obama juga, dalam pertemuan itu, meminta Raja Salman dan negara-negara Teluk lainnya untuk tak lagi bergantung kepada Amerika Serikat dalam hal keamanan.

Dalam pernyataan resmi setelah pertemuan itu, Gedung Putih mengatakan bahwa kedua pemimpin negara sepakat untuk mempererat persahabatan dan kemitraan strategis antara dua negara.

Tetapi pernyataan itu juga membeberkan bahwa kedua pemimpin saling "bertukar gagasan" dalam beberapa topik, yang mengisyaratkan adanya ketidaksepakatan di masalah-masalah tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houthi yang Mengincar Wilayah Riyadh

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houthi yang Mengincar Wilayah Riyadh

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:29 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Kembali Dibombardir Houthi

Breakingnews! Arab Saudi Kembali Dibombardir Houthi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:15 WIB

Arab Saudi Jamin Keamanan Selama Musim Haji saat Lagi Perang dengan Houthi

Arab Saudi Jamin Keamanan Selama Musim Haji saat Lagi Perang dengan Houthi

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:55 WIB

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:52 WIB

Negara G7 Ngamuk Houthi Serang Arab Saudi: Hentikan!

Negara G7 Ngamuk Houthi Serang Arab Saudi: Hentikan!

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:12 WIB

Inggris Siap Ikut Perang Arab Saudi vs Houthi, Tentara Akan Dikirim

Inggris Siap Ikut Perang Arab Saudi vs Houthi, Tentara Akan Dikirim

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:50 WIB

Houthi Tuduh Arab Saudi Nodai Kesucian Makkah: Dari Konser Hiburan hingga Corong Zionis

Houthi Tuduh Arab Saudi Nodai Kesucian Makkah: Dari Konser Hiburan hingga Corong Zionis

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:04 WIB

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:56 WIB

Bombardir Arab Saudi, Seberapa Dekat Houthi dan Iran?

Bombardir Arab Saudi, Seberapa Dekat Houthi dan Iran?

News | Senin, 21 September 2026 | 14:19 WIB

Materi Tepi Jurang! Houthi vs Arab Saudi Memanas, Komika Ini Malah Bikin Dark Jokes

Materi Tepi Jurang! Houthi vs Arab Saudi Memanas, Komika Ini Malah Bikin Dark Jokes

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 15:35 WIB

Terkini

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:48 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:35 WIB

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:30 WIB

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

×