Dua Pemicu Kerusuhan Lapas Banceuy Versi Anton Medan

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Senin, 25 April 2016 | 16:32 WIB
Dua Pemicu Kerusuhan Lapas Banceuy Versi Anton Medan
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lapas khusus Narkoba Banceuy, Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/5). (Antara)

Suara.com - Mantan Narapidana Anton Medan angkat bicara terkait insiden kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan Banceuy, Bandung pada Sabtu (23/4/2016) lalu. Menurutnya salah satu pemicu timbulnya kerusuhan di lapas tersebut adalah rasa kecewa napi.

Kebanyakan para napi kecewa ada Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Aturan dalam PP itu, narapidana kasus korupsi, terorisme dan narkoba tidak mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan.

"Artinya kan ada kekecewaan mereka. Seorang narapidana itu kan yang dicabut cuma hak kemerdekaan, yang lainnya kan nggak. Sekarang mereka sudah dihukum lalu dihukum lagi, nggak dapat remisi. Timbulnya kan emosi. Itu persoalannya," kata Anton usai menghadiri Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan di Hotel JS Luwansa, Jalan HR. Rasuna Said Kav. 22C Jakarta Selatan, Senin (25/4/2016).

Lelaki yang memiliki nama asli Tan Hok Liang itu perlu meminimalisir permasalahan di lapas. Caranya pemerintah harus membekukan PP tersebut.

"Maka alternatif pertama itu bekukan dulu PP 99. PP-nya dibekukan dulu sehingga kondisinya normal," katanya.

Selain itu, sistem rekrutmen petugas lapas juga menjadi faktor para narapidana melakukan perlawanan di Lapas.

"Jadi lapas bermasalah, petugasnya bermasalah, dan napi pun bermasalah. Dulu juga ada ribut, tapi etnis antar kelompok napi. Tapi sekarang napi dengan petugas lapas," kata dia.

Menurutnya petugas lapas yang berasal dari Akadami Ilmu Permasyatakatan (AKIP) tidak memilki pengalaman banyak untuk melakukan pengamanan di lapas.

"Lalu rekrutmen petugas dididik. AKIP itu kan satu tahun yang keluar cuma 60 orang untuk ditugaskan ke lapas. Mereka yang SMA masuk, sama yang sarjana umum masuk mereka suruh jaga," katanya.

Dia sendiri menyayangkan tidak adanya pelatihan untuk para sipir sebelum ditempatkan untuk melakukan penjagaan napi di Lapas.

"Saya prihatin sama mereka (para sipir) harusnya kan setelah diterima ikut diklat dulu, pendidikan, baru kemudian penempatan. Ini kan nggak ada. Langsung terjun," kata dia.

Lebih lanjut, Anton juga menilai lemahnya sistem pengamanan di Lapas juga disebabkan tidak sebandingnya jumlah sipir dan narapidana.

"Contohnya gini. Dikampung lu ada penjahat, trus lu liat dia sendirian, lu pasti takut. Nah di lapas begitu banyak. Seribu orang yang jaga cuma tujuh. Empat di pos, dua di pintu, satu di blok. Senjata nggak ada, cuma HT," katanya

Diberitakan sebelumnya, kerusuhan terjadi di Lapas Banceuy Kelas II A, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (23/4/2016) lalu. Dari insiden tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan di Lapas Banceuy terbakar. Di antara bangunan yang terbakar yakni kantor Lapas Banceuy yang terbakar setelah ditimpuki batu oleh para napi yang mengamuk.

Penyebab kerusuhan ini diduga bermula atas tewasnya salah satu narapidana bernama Undang Kosim. Napi yang tewas gantung diri itu sebelumnya diduga mendapatkan kekerasan dari sipir lapas saat diperiksa di ruang isolasi. Meski demikian, hingga kini pihak kepolisian setempat masih menyelidiki kasus kematian napi kasus narkoba tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenkumham Minta Tambah 11 Ribu Pegawai

Kemenkumham Minta Tambah 11 Ribu Pegawai

News | Senin, 25 April 2016 | 15:38 WIB

Bila Ditemukan Indikasi Kekerasan, Kalapas Banceuy Bisa Dicopot

Bila Ditemukan Indikasi Kekerasan, Kalapas Banceuy Bisa Dicopot

News | Senin, 25 April 2016 | 13:47 WIB

Pascakerusuhan, Keluarga Boleh Jenguk Napi Lapas Banceuy

Pascakerusuhan, Keluarga Boleh Jenguk Napi Lapas Banceuy

News | Senin, 25 April 2016 | 12:54 WIB

Narapidana Lapas Banceuy akan Dipindahkan ke Gedung Baru

Narapidana Lapas Banceuy akan Dipindahkan ke Gedung Baru

News | Senin, 25 April 2016 | 12:00 WIB

Rusuh di Lapas Banceuy Sebabkan Kerugian Lebih dari Rp 6 Miliar

Rusuh di Lapas Banceuy Sebabkan Kerugian Lebih dari Rp 6 Miliar

News | Senin, 25 April 2016 | 05:07 WIB

Menkumham Beberkan Penyebab Pengawasan di Lapas Lemah

Menkumham Beberkan Penyebab Pengawasan di Lapas Lemah

News | Minggu, 24 April 2016 | 19:42 WIB

Menkumham Bahas Insiden Lapas Banceuy Bandung

Menkumham Bahas Insiden Lapas Banceuy Bandung

News | Minggu, 24 April 2016 | 13:15 WIB

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Napi Lapas Banceuy

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Napi Lapas Banceuy

News | Minggu, 24 April 2016 | 06:25 WIB

Dokumen Napi Narkoba Lapas Banceuy Ludes Terbakar

Dokumen Napi Narkoba Lapas Banceuy Ludes Terbakar

News | Minggu, 24 April 2016 | 02:33 WIB

Diamankan, 3 Napi Provokator Kerusuhan Banceuy

Diamankan, 3 Napi Provokator Kerusuhan Banceuy

News | Sabtu, 23 April 2016 | 19:14 WIB

Terkini

KPK Sita Rp59 Juta dan Ribuan Valas di Rumah Silmy Karim: Ada USD, Euro, hingga Yen!

KPK Sita Rp59 Juta dan Ribuan Valas di Rumah Silmy Karim: Ada USD, Euro, hingga Yen!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:29 WIB

Pakar Ingatkan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang Berkaitan dengan Pubertas Dini Pada Anak

Pakar Ingatkan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang Berkaitan dengan Pubertas Dini Pada Anak

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:15 WIB

BEM UI: Polisi Hadang Demo Mahasiswa di HI, Bahkan Sempat Larang Kami Salat Jumat!

BEM UI: Polisi Hadang Demo Mahasiswa di HI, Bahkan Sempat Larang Kami Salat Jumat!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:14 WIB

WALHI: PETI di Sumbar Sudah Hancurkan Lebih dari 10 Ribu Hektare Hutan dan Lahan

WALHI: PETI di Sumbar Sudah Hancurkan Lebih dari 10 Ribu Hektare Hutan dan Lahan

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:02 WIB

Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!

Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:52 WIB

Gedung DPR RI 'Dibentengi' Beton Meski Titik Utama Demo Mahasiswa di Bundaran HI

Gedung DPR RI 'Dibentengi' Beton Meski Titik Utama Demo Mahasiswa di Bundaran HI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:46 WIB

'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa

'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:45 WIB

DPRD DKI Jakarta Sahkan Perda P4GN

DPRD DKI Jakarta Sahkan Perda P4GN

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:43 WIB

Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tahu! Ada Pengalihan dari Gambir  ke Jatinegara Imbas Demo di Jakarta

Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tahu! Ada Pengalihan dari Gambir ke Jatinegara Imbas Demo di Jakarta

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:24 WIB

Baru Sebulan Pascabencana Mematikan, Izin Tambang Andesit Terbit di Kawasan Hulu Sumbar

Baru Sebulan Pascabencana Mematikan, Izin Tambang Andesit Terbit di Kawasan Hulu Sumbar

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:21 WIB