Menkumham Beberkan Penyebab Pengawasan di Lapas Lemah

Dythia Novianty, Agung Sandy Lesmana

Minggu, 24 April 2016 | 19:42 WIB
Menkumham Beberkan Penyebab Pengawasan di Lapas Lemah
Menkumham Yasonna H Laoly saat jumpa pers di Jakarta, Minggu (24/4/2016). (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly mengaku, tidak menampik banyak lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang tidak bisa menampung jumlah narapidana.

Dari hal itu, kata dia, menyebabkan sistem pengawasan di Lapas tidak maksimal. Pasalnya, dia menambahkan, jumlah sipir tidak sebanding dengan narapidana. Yasonna juga mencontohkan kerusuhan yang terjadi di Lapas Banceuy, lantaran disebabkan jumlah tahanan yang melebihi kapasitas Lapas.

"Ini di beberapa tempat 1 petugas 60 napi. Ini yang parah itu 1 petugas 100 napi. Jadi mereka untuk tengah malam malah hanya berdua saja. Ya kalau sekali ada kerusuhan sudah pasti enggak terkontrol," kata Yasonna di Grand Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (24/4/2016).

Yasonna sendiri melihat, membludaknya jumlah narapidana terbukti saat aparat kepolisian menggelar operasi bersinar untuk memberantas narkoba di dalam Lapas pada Januari 2016 lalu. Terlebih, kata dia, dari jumlah tahanan yang melebihi kapasitas Lapas juga mempengaruhi pasokan makanan untuk narapidana.

"Lihat kondisinya sekarang, mulai bulan Januari ini setelah ada operasi bersinar setiap bulan sudah 2 ribu tambah, hampir dua ribu, tambah dua ribu dari mana kita bikin ke dalam. Makanannya lagi sudah berapa saja," paparnya.

Menurutnya, secara ideal, untuk pengawasan di Lapas satu sipir menjaga 20 orang narapidana.

"Jadi bukan hanya hitungannya, kalau dia tambah banyak pengawasannya menjadi berkurang, kalau 1 orang mengawasi 100 itu kebangetan. Idealnya itu satu petugas 20 orang napi," tegas Yassona.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mencontohkan, minimnya jumlah sipir di Lapas Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara. Selain itu, Yasonna juga mengkhawatirkan kelebihan kapasitas penghuni Lapas di Salemba, Jakarta Pusat.

"Di Medan juga parah benar, Rutan Tanjung Gusta itu 3.500-an sekarang, yang awasi itu petugas satu shift 17 orang jadi hitung aja ngawasinya. Kita lihat di Salemba juga persoalan besar 3500 napi di Salemba, bisa bayangin enggak kalau meledak itu," jelas dia.

Meski demikian, Yasonna berencana, bakal melakukan pemindahan beberapa narapidana ke sejumlah Lapas. Hal itu dilakukan agar pengawasan di Lapas bisa lebih baik lagi.

"Ini kan sedang melakukan penggeseran, dalam waktu dekat dan sekarang sudah ini ya kemarin saya meninjau ke Depok, ke Cikarang, saya melihat Fasilitas yang ada, saya suruh geser, saya perintahkan suruh geser untuk mengurangi tekanan," kata Yasonna.

"Itu akan dikirim Gunung Sindur, akan dikirim kembali sebagain rutan di Gunung Sindur akan dikirim ke Depok, akan dikirim ke Cikarang. Sehingga tekanan do lapas Tanjung Gusta, Cipinang bisa terkurangi. Jadi beberapa daerah seluruh Indonesia sudah saya minta geser itu," Yasonna menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rp16 Triliun Disiapkan untuk Bangun Lapas

Rp16 Triliun Disiapkan untuk Bangun Lapas

News | Minggu, 24 April 2016 | 17:46 WIB

Menkumham Bahas Insiden Lapas Banceuy Bandung

Menkumham Bahas Insiden Lapas Banceuy Bandung

News | Minggu, 24 April 2016 | 13:15 WIB

Menkumham Sayangkan Kerusuhan di Banceuy

Menkumham Sayangkan Kerusuhan di Banceuy

News | Sabtu, 23 April 2016 | 18:19 WIB

Pascarusuh, Ratusan Napi Masih Bertahan di Lapas Banceuy

Pascarusuh, Ratusan Napi Masih Bertahan di Lapas Banceuy

News | Sabtu, 23 April 2016 | 15:27 WIB

Kemenkumham Ubah Lapas Jadi Ruang Kreativitas

Kemenkumham Ubah Lapas Jadi Ruang Kreativitas

News | Selasa, 19 April 2016 | 15:12 WIB

MUI Minta Petugas Lapas Terlibat Peredaran Narkoba Ditindak Tegas

MUI Minta Petugas Lapas Terlibat Peredaran Narkoba Ditindak Tegas

News | Minggu, 27 Maret 2016 | 23:00 WIB

Terkini

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:00 WIB

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:10 WIB

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:03 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:55 WIB

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:50 WIB

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:58 WIB

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:50 WIB

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:36 WIB

Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!

Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:55 WIB

×