Fraksi PKS: RUU Pengampunan Pajak Tak Mendesak Diselesaikan

Siswanto, Bagus Santosa

Kamis, 28 April 2016 | 16:15 WIB
Fraksi PKS: RUU Pengampunan Pajak Tak Mendesak Diselesaikan
Rapat paripurna DPR [suara.com/Bagus Santosa]
Fraksi PKS DPR menilai Rancangan Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak tidak mendesak untuk diselesaikan.

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam kalau pemerintah mau reformasi perpajakan, sebaiknya perbaiki dulu UU yang berkaitan dengan perpajakan, seperti UU tentang Ketentuan Umum Perpajakan.

"Jadi itu (UU Pengampunan Pajak) bukan prioritas yang harus diselesaikan secepatnya," kata Ecky dalam acara Focus Group Discussion Fraksi PKS dengan tema Urgenkah RUU Pengampunan Pajak di DPR, Kamis (28/4/2016).

Ecky mengatakan perlu kehati-hatian dalam menginiasi pembuatan UU Pengampunan Pajak. Rancangannya harus didasari dengan rasa keadilan.

"Jangan sampai atas nama keuntungan ekonomi jangka pendek lalu kita korbankan rasa keadilan. Harus dipertimbangkan matang-matang," kata anggota Komisi XI DPR.

Dia bercerita pemerintah Indonesia pernah melakukan pengampunan pajak sekitar tahun 1980, namun gagal. Kegagalan yang sama, kata dia, juga pernah terjadi pada kebijakan sunset policy pada tahun 2008.

"Oleh karena itu, patut kita pertanyakan mengapa itu semua gagal? Pasti ada masalah yang mendasar yang belum kita perbaiki di sana. Kita telusuri akar masalahnya. Apa benar pengampunan pajak bisa jadi solusi," tuturnya.

Ecky menambahkan pembahasan RUU Pengampunan Pajak akan mengundang banyak masalah kalau tidak didahului reformasi perpajakan.

Menurutnya harus diperbaiki dahulu adminitrasinya, kapasitas perpajakan sendiri yang harus luas, dan penegakan hukum yang diperkuat.

"Karena masih banyak yang bolong-bolong, jangan buru-buru langsung ingin menerapkan pengampunan pajak. Ini bisa meruntuhkan kredibilitas institusi perpajakan itu sendiri nantinya. Apalagi kita menyongsong era keterbukaan data keuangan di 2018 lewat AEOI. Momentum bagi kita untuk melakukan reformasi perpajakan," kata dia.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memutuskan membentuk tim khusus untuk mengawal kebijakan pengampunan pajak.
 
Kendati RUU masih dalam pembahasan DPR, tim tersebut akan mengawal kepastian hukum bagi para peserta tax amnesty.

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memastikan kebijakan pengampunan pajak tidak akan melihat asal dana repatriasi dari WNI di luar negeri, asalkan kewajiban pajaknya terpenuhi.


"Kami tidak melihat sumber dana, yang penting dana yang masuk, halal, haram atau setengah haram, itu harus membayar pajak," kata Bambang di Jakarta.

Bambang mengatakan pemerintah mengincar tambahan dana untuk penerimaan pajak dari kebijakan ini, serta repatriasi modal agar dana yang kembali bisa bermanfaat bagi perekonomian nasional.

Ia pun memastikan hanya pelanggaran pajak yang diampuni dari kebijakan ini dan sumber repatriasi tersebut tidak menjadi masalah termasuk apabila ternyata dana ini berasal dari tindak kejahatan.

"Intinya kita tidak menentukan pidananya. Kita hanya terima pembayaran pajaknya. Yang kita ampuni pelanggaran pajaknya," kata Bambang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ade Komarudin Mengaku Paling Ngotot Sahkan RUU Pengampunan Pajak

Ade Komarudin Mengaku Paling Ngotot Sahkan RUU Pengampunan Pajak

News | Rabu, 27 April 2016 | 17:44 WIB

RUU "Tax Amnesty", Pimpinan KPK: Kita Terlambat Melakukan Ini

RUU "Tax Amnesty", Pimpinan KPK: Kita Terlambat Melakukan Ini

News | Selasa, 26 April 2016 | 19:06 WIB

RUU Pengampunan Pajak, Ini Pandangan KPK

RUU Pengampunan Pajak, Ini Pandangan KPK

News | Selasa, 26 April 2016 | 18:50 WIB

Presiden Jokowi Bakal Bentuk Tim Gabungan Tax Amnesty

Presiden Jokowi Bakal Bentuk Tim Gabungan Tax Amnesty

News | Senin, 25 April 2016 | 19:25 WIB

Terkini

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:09 WIB

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:01 WIB

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:50 WIB

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:00 WIB

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:55 WIB