DPRD Persoalkan Proyek Simpang Susun Semanggi, Ini Reaksi Ahok

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 29 April 2016 | 19:46 WIB
DPRD Persoalkan Proyek Simpang Susun Semanggi, Ini Reaksi Ahok
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika groundbreaking proyek jembatan layang simpang susun Semanggi di Jakarta, Jumat (8/4). (Antara)

Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta mempermasalahkan penggunaan dana swasta untuk proyek pembangunan simpang susun Semanggi, Jakarta Selatan.

Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD DKI dari Fraksi PKS Dite Abimanyu dalam rapat paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta perihal penyampaian rekomendasi dewan atas laporan keterangan pertanggungjawaban Gubernur Jakarta tahun 2015 di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (29/4/2016).

Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berterima kasih atas kritikan dewan.

"Yang namanya simpang susun Semanggi kan bukan dari kami sebenarnya. Itu adalah rencana pusat, kajian dari pusat. Karena pusat tidak pernah realisasikan lalu saya minta kita ambil itu untuk kita realisasikan. Itu saja," kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur menjelaskan proyek pembangunan simpang susun Semanggi yang dikerjakan swasta dananya berasal dari kompensasi atas pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangun ada kajian.

"Itu dibuat kita bisa melebarkan. MRT akan jadi, 2018 (untuk) Asian Game akan 2018, kita mau lebarin trotoar supaya jalur jalannya sama. Kalau jalur jalannya sama, menyempit di Semanggi, macet nggak? Macet, makanya di situ ada kajian kita harus buat simpang susun layang seperti itu?" kata Ahok.

Saat membacakan beberapa kesimpulan pokok DPRD Provinsi DKI Jakarta atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Provinsi DKI Jakarta tahun 2015 menilai realisasi belanja modal pengadaan konstruksi jalan hanya 74,5 persen dan pengadaan konstruksi jembatan hanya 33,6 persen namun pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk melaksanakan pengembangan jembatan simpang susun Semanggi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di area tersebut.

"Terkait dengan rencana pengembangan simpang susun Semanggi, pemprov DKI harus mengkaji lagi kelayakannya. Mengingat besarnya biaya yang diperlukan yang mencapai Rp360 miliar," ujar Dite.

Lebih jauh, menurut DPRD DKI membangun ruas jalan baru termasuk dalam bentuk fly over simpang susun tanpa dibarengin dengan perbaikan transportasi publik dan pengandalian penggunaan kendaraan pribadi, hanya akan mengundang bertambahnya penggunaan kendaraan pribadi pada ruas jalan yang dibangun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembangunan Simpang Susun Semanggi Dinilai Kebijakan Sesat Pikir

Pembangunan Simpang Susun Semanggi Dinilai Kebijakan Sesat Pikir

News | Sabtu, 09 April 2016 | 11:26 WIB

Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Rampung Agustus 2017

Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Rampung Agustus 2017

News | Jum'at, 08 April 2016 | 23:57 WIB

Proyek Simpang Susun Semanggi

Proyek Simpang Susun Semanggi

Foto | Jum'at, 08 April 2016 | 15:44 WIB

Terkini

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:04 WIB

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 21:00 WIB

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

News | Senin, 02 November 2026 | 20:55 WIB

Santriwati Tidur Digeledah Polisi, KPAI Ungkap Dugaan Penodongan Senjata

Santriwati Tidur Digeledah Polisi, KPAI Ungkap Dugaan Penodongan Senjata

News | Senin, 02 November 2026 | 20:49 WIB

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

News | Senin, 02 November 2026 | 20:36 WIB

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:25 WIB

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

×