Kisah ABK Pada Hari Terakhir Ditawan di Hutan Belantara Filipina

Siswanto, Nikolaus Tolen

Senin, 02 Mei 2016 | 17:32 WIB
Kisah ABK Pada Hari Terakhir Ditawan di Hutan Belantara Filipina
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memimpin prosesi serah terima 10 orang WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di kantor Kemenlu RI Jakarta, Senin (2/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Anak buah kapal Brahma 12 bernama Alfian menceritakan kesaksian ketika dia dan sembilan rekannya akan dibebaskan oleh milisi Abu Sayyaf di Filipina.

Awalnya, Minggu (1/5/2016) pagi, dia dan rekan-rekannya sedang beristirahat di tempat penyanderaan di salah satu sisi hutan lebat. Tiba-tiba, mereka diajak berpindah ke tempat yang lain.

"Nggak tahu pasti. Kita lagi enak-enak rehat, kira-kira sebelum salat Subuh kita dibangunin, tapi nggak tahu mau diajak ke mana lagi. Kita berdoa saja berharap. Ternyata hari itu terakhir di Filipina," kata Alfian di auditorium gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2016).
 
Alfian dan teman-temannya baru sadar apa yang terjadi setelah sampai di salah satu pulau.

Di tempat tersebut, mereka melihat kendaraan yang belakangan dipakai untuk menjemput mereka ke rumah gubernur Zulu.

"Sadarnya pas sudah ada di pulau satu, nggak tahu nama pulaunya, dari pulau Zulu, tahu-tahu sampai di pulau itu, ada mobil bak terbuka yang jemput. Kita naik, menuju ke rumah gubernur Zulu," kata Alfian.
Juru mudi kapal Brahma 12 Wawan Saputra menambahkan sebelum mereka tiba di rumah gubernur Zulu, bertemu dengan ketua Yayasan Sukma. Yayasan ini di bawah naungan Media Group yang dipimpin oleh Surya Paloh.

Setelah itu, ketua yayasan menyarankan kepada para ABK agar pergi ke salah satu bandara untuk bertemu gubernur Zulu dulu.

"Di sana kami bertemu dengan ketua Yayasan Sukma, bertemu sama mereka. Dikasih imbauan kalian ke bandara sana, ketemu sama gubernur Zulu. Di sana kami ke rumah gubernur sana , ditanya sama mereka, kami jawab, kami dari warga negara Indonesia, Saya dari Indonesia," kata Wawan.
Dari rumah gubernur, mereka dibawa dibawa ke kamp militer untuk pemeriksaan kesehatan. Baru setelah itu, mereka diterbangkan ke Zambonga, kemudian ke Jakarta.

"Dia (gubernur) terima kami dengan baik, bertemu dengan baik. Jadi gubernur itu telepon jenderal dari Zuku . Abis dari Zulu kami di check up di military mereka di Zulu sana. Habis dari militer mereka, kami pakai kendaraan helikopter mereka ke Zambonga sana," kata Wawan.

Semalam, mereka tiba di Jakarta. Saat ini, mereka sudah diserahkan Kementerian Luar Negeri RI ke keluarga masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita Milisi Masuk Kapal sampai ABK Diikat dan Dibawa ke Hutan

Cerita Milisi Masuk Kapal sampai ABK Diikat dan Dibawa ke Hutan

News | Senin, 02 Mei 2016 | 16:39 WIB

Menlu Retno Pastikan Perusahaan Penuhi Hak ABK Korban Sandera

Menlu Retno Pastikan Perusahaan Penuhi Hak ABK Korban Sandera

News | Senin, 02 Mei 2016 | 15:28 WIB

Kisah ABK Disandera, Makan Mangga sampai Tidur di Hutan Belantara

Kisah ABK Disandera, Makan Mangga sampai Tidur di Hutan Belantara

News | Senin, 02 Mei 2016 | 15:01 WIB

Terkini

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:14 WIB

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:10 WIB

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:05 WIB

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Video | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 17:55 WIB

Surga Tersembunyi di Jawa Tengah: 6 Destinasi Wisata Magelang yang Wajib Dikunjungi saat Liburan

Surga Tersembunyi di Jawa Tengah: 6 Destinasi Wisata Magelang yang Wajib Dikunjungi saat Liburan

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 17:49 WIB

×