Cerita Milisi Masuk Kapal sampai ABK Diikat dan Dibawa ke Hutan

Siswanto, Nikolaus Tolen

Senin, 02 Mei 2016 | 16:39 WIB
Cerita Milisi Masuk Kapal sampai ABK Diikat dan Dibawa ke Hutan
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memimpin prosesi serah terima 10 orang WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di kantor Kemenlu RI Jakarta, Senin (2/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Chief Office Kapal Tunda Brahma 12, Julian Philip, menceritakan detik-detik menjelang pembajakan terhadap sepuluh anak buah kapal di perairan Filipina yang dilakukan gerombolan milisi Abu Sayyaf.

"Pembajakan terjadi tanggal 25 Maret sekitar pukul 15.20 waktu setempat dan pada saat itu mereka datang ke kapal, langsung boarding di kapal dengan speed boat. Ada dua perahu. Jadi semuanya ada delapan orang yang naik ke kapal," kata Julian di auditorium gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2016).

Awalnya, 10 awak kapal Brahma 12 sama sekali tak menyangka kalau delapan orang yang naik ke kapal mereka merupakan perompak. Soalnya, orang-orang itu memakai seragam polisi Filipina.

"Kita tidak tahu orang-orang yang demikian. Jadi mereka pakai seragam nasional Police Phillippines. Jadi kita anggap sebagai petugas. Jadi mereka bawa senjata lengkap, mereka langsung sandera kita," kata Julian.
 
Setelah naik ke kapal, gerombolan yang membawa senapan M14 dan M16 langsung beraksi. Sambil menodongkan senjata, mereka mengikat awak kapal.

"Lengkap dengan peluru yang besar-besar. Kita kesepuluh itu langsung disandera di atas dan langsung diikat. Ada yang diborgol dan diikat. Setelah itu kita mohon sama mereka agar supaya kita jangan diikat karena kita tidak akan lawan. Kita akan ikuti apa kemauan mereka. Di situ mereka setuju dan kita dilepaskan dari ikatan dan borgol," katanya.

Setelah kapal dikuasai, para pembajak membawanya ke perairan Tawi-Tawi. Di sana, awak kapal kemudian diminta melepas kapal tongkang yang ditarik kapal Bramha 12.
"Jadi tongkang kita itu langsung dilepaskan saja, kapal diarahkan ke daerah Tawi-tawi. Jadi di sebelah utara Tawi-Tawi kapal itu langsung ditinggalkan gitu saja dan kita disuruh naik ke speed boat," kata Julian.

Selanjutnya, mereka diturunkan dari kapal dan naik speed boat. Korban pun tak tahu lagi dibawa ke daerah mana. Mereka hanya tahu itu mereka diajak mendarat ke sebuah pulau dan masuk ke hutan.
Di dalam hutan itulah mereka hidup berpindah-pindah selama sekitar sebulan.

"Hari keempat kita dipisah demi keamanan mereka. Karena kalau kita moving dari satu tempat ke tempat lain itu kan membahayakan kita juga. Jadi masalah keamanan itu juga dijaga sama mereka. Karena mereka enggak mau para sandera ini ada yang meninggal, atau mungkin juga pikir mereka kalau ada satu orang yang meninggal mungkin uang itu tidak dapat," katanya.

Selama ditawan, kesepuluh awak kapal mengaku diperlakukan dengan baik oleh milisi. Mereka mengaku mendapatkan makan sama seperti makanan yang dimakan milisi.

Selama penyanderaan, kelompok milisi meminta Indonesia membayar uang tebusan sebesar 50 juta Peso atau sekitar Rp14,2 miliar sebagai syarat pembebasan.

Sampai akhirnya, korban dibebaskan pada Minggu (1/5/2016) kemarin. Semalam, mereka tiba di Jakarta. Saat ini, mereka sudah diserahkan Kementerian Luar Negeri RI ke keluarga masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bekas Sandera Abu Sayyaf Pura-pura Jadi Mualaf Agar Selamat

Bekas Sandera Abu Sayyaf Pura-pura Jadi Mualaf Agar Selamat

News | Senin, 02 Mei 2016 | 15:46 WIB

Menlu Retno Pastikan Perusahaan Penuhi Hak ABK Korban Sandera

Menlu Retno Pastikan Perusahaan Penuhi Hak ABK Korban Sandera

News | Senin, 02 Mei 2016 | 15:28 WIB

Kisah ABK Disandera, Makan Mangga sampai Tidur di Hutan Belantara

Kisah ABK Disandera, Makan Mangga sampai Tidur di Hutan Belantara

News | Senin, 02 Mei 2016 | 15:01 WIB

Menlu Serahkan 10 ABK ke Pihak Keluarga

Menlu Serahkan 10 ABK ke Pihak Keluarga

Foto | Senin, 02 Mei 2016 | 14:25 WIB

10 ABK Dibebaskan, Mbai: Keinginan Teroris Tercapai, Selesai

10 ABK Dibebaskan, Mbai: Keinginan Teroris Tercapai, Selesai

News | Senin, 02 Mei 2016 | 14:22 WIB

Terkini

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:07 WIB

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 20:06 WIB

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

×