"Gemas" dengan Problem DKI, Notaris Ini Resmi Daftar Cagub PKB

Arsito Hidayatullah

Kamis, 05 Mei 2016 | 19:22 WIB
"Gemas" dengan Problem DKI, Notaris Ini Resmi Daftar Cagub PKB
Trie Sulistiowarni saat menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta di DPW PKB DKI Jakarta, Rabu (4/5/2016). [Dok. Trie]

Suara.com - Menjelang pilkada serentak pada 2017 mendatang, bursa bakal calon Gubernur DKI Jakarta pun terus berkembang. Kali ini, satu lagi tokoh perempuan mendaftar sebagai bakal calon Gubernur DKI. Sosok itu adalah notaris Trie Sulistiowarni SH SpN, yang menyerahkan berkas pendaftaran cagub ke kantor DPW PKB Jakarta, pada Rabu (4/5/2016) siang.

Dalam kesempatan itu, Trie yang datang bersama sejumlah tim suksesnya, diterima oleh jajaran pengurus PKB DKI khususnya dari Desk Pilkada, di antaranya yaitu Muhammad Fauzi dan Heriandi Lim. Pihak DPW PKB sendiri menyatakan bahwa sejak pembukaan pendaftaran pada 11 April lalu, sudah ada 15 orang yang mengambil formulir.

"Tetapi yang sudah mengembalikan formulir dan mendaftar resmi baru 7 orang, termasuk Ibu Trie ini. Mudah-mudahan nanti ada yang menyusul, karena pendaftaran akan berakhir pada 18 Mei nanti," kata Fauzi di Kantor DPW PKB DKI Jakarta, Rabu (4/5).

Sebagaimana disampaikan melalui rilis yang diterima Kamis (5/5), kemunculan nama Trie Sulistiowarni sendiri mungkin cukup mengejutkan banyak kalangan. Pasalnya, selama ini Bendahara Umum Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) ini belum pernah disebut dalam bursa Cagub DKI. Menurut Trie, dirinya sendiri semula memang tidak berniat untuk maju di Pilkada DKI.

"Saya memang bisa dibilang terlambat mendaftar, karena saya mendaftar justru di saat partai-partai lain seperti PDIP dan Demokrat sudah menutup pendaftaran. Tetapi (justru) di saat-saat terakhir ini, cukup kuat dorongan dari sejumlah pihak. Setelah (salat sunat) Istikharah, akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar ke PKB," jelas alumni Notariat Universitas Airlangga Surabaya ini.

Meski mendaftar di saat-saat terakhir, Trie mengaku serius mencalonkan diri. Keseriusan itu pun telah disampaikannya ketika ditanyai oleh jajaran pengurus PKB yang menerima pendaftaran. "Saya tidak mungkin membuang-buang waktu dengan mendaftar kalau tidak serius," tegas perempuan kelahiran 20 November 1960 ini.

Trie sendiri mengaku terpanggil untuk mencalonkan diri karena "gemas" dengan berbagai problematika DKI Jakarta yang tak kunjung selesai. Sebagai seorang yang bisa dikatakan ahli di bidang pertanahan, Trie memang punya perhatian lebih di bidang pertanahan dan tata kota.

"Secara garis besar, visi-misi kami mungkin ada kemiripan dengan kandidat lain, seperti soal peningkatan pelayanan publik dalam arti luas, pembangunan yang mengedepankan budaya, pemerintahan yang bersih, dan sebagainya. Tetapi saya juga punya program khusus sesuai dengan bidang keahlian saya," terang Direktur Eksekutif Pemberdayaan Masyarakat Pertanahan Indonesia ini.

Menurut Trie, problem utama DKI Jakarta sebenarnya bukan cuma soal kemacetan dan banjir. "Masalah yang tak kalah penting di ibukota adalah soal pertanahan. Munculnya berbagai persoalan yang kini berujung pada penggusuran, seperti kasus Luar Batang, Kalijodo dan sebagainya, itu adalah salah satu imbas dari tidak adanya kepastian kebijakan soal pertanahan di DKI Jakarta," tuturnya.

Mengutip pemberitaan di media massa, Trie pun menyebut bahwa saat ini ada sekitar 6000-an bidang lahan di DKI yang tidak bersertifikat. Selain itu menurutnya, masih banyak pula aset-aset Pemprov DKI yang tak memiliki status hukum yang jelas. Jika hal ini dibiarkan tanpa solusi, menurut Trie, maka ledakan masalah hanya tinggal menunggu waktu, mulai dari kasus sengketa kepemilikan, hingga penggusuran.

"Dampaknya, masyarakat kecil biasanya berada pada posisi yang dirugikan, sehingga semakin terpinggirkan. Selain itu, aset-aset Pemprov yang tidak jelas kepemilikannya juga berpeluang untuk disalahgunakan pihak tertentu," tuturnya.

Lebih jauh, di mana alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang ini, penyelesaian problem pertanahan di daerah-daerah pinggiran Jakarta sebenarnya tidak mesti ditempuh melalui cara penggusuran.

"Pemerintah mestinya menempuh cara-cara yang lebih berbudaya dan manusiawi. Bahkan menurut saya, bagi masyarakat yang sudah menghuni lahan tak bersertifikat selama bertahun-tahun dan turun-temurun, pantas mendapatkan program Prona. Tentu saja, bila memenuhi persyaratan sesuai perundang-undangan," ujarnya.

Trie pun menambahkan bahwa yang pasti, tantangan Jakarta ke depan tidak sedikit yang bersentuhan dengan problem pertanahan. Hal itu karena keterbatasan lahan akan mengarahkan pengembang untuk membangun hunian-hunian vertikal.

"Kalau tren ini tidak disertai dengan kebijakan yang jelas dan tegas, maka berbagai masalah akan terjadi. Seperti sekarang (misalnya), sudah muncul banyak masalah kepemilikan di sejumlah apartemen. Jadi, kami lebih melihat masalah DKI ke depan," tandas mantan Staf Ahli Menteri Perumahan Rakyat ini pula.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Datangi Bakti Sosial, Sandiaga Tolak Dibilang Kampanye

Datangi Bakti Sosial, Sandiaga Tolak Dibilang Kampanye

News | Sabtu, 30 April 2016 | 12:48 WIB

KIPP: Jakarta Harus Berani Munculkan Figur Pemimpin Alternatif

KIPP: Jakarta Harus Berani Munculkan Figur Pemimpin Alternatif

News | Rabu, 27 April 2016 | 07:16 WIB

GP Ansor Berjanji Netral dalam Pilkada 2017

GP Ansor Berjanji Netral dalam Pilkada 2017

News | Minggu, 24 April 2016 | 22:12 WIB

Soal Materai di Tiap Formulir Dukungan, Mendagri Juga Tak Setuju

Soal Materai di Tiap Formulir Dukungan, Mendagri Juga Tak Setuju

News | Jum'at, 22 April 2016 | 17:35 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×