AJI Jogyakarta Beri 4 Bukti Kebohongan di Pembubaran WPFD

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 08 Mei 2016 | 18:40 WIB
AJI Jogyakarta Beri 4 Bukti Kebohongan di Pembubaran WPFD
Ilustrasi World Press Freedom Day (WPFD). (Shutterstock)

Suara.com - Markas Besar Kepolisian Indonesia (Mabes Polri) mendatangi kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta. AJI Yogyakarta memberikan sejumlah bukti kebohongan dalam pembubaran perayaan hari kebebasan pers dunia atau World Press Freedom Day, 3 Mei 2016 lalu.

Ketua AJI Yogyakarta, Anang Zakaria menjelaskan pihak Mabes Polri menyelidiki prosedur yang digunakan Kepolisian Kota Yogyakarta (Polresta Yogyajarta) dalam membubarkan acara WPFD. AJI Yogya memberikan 4 bukti jika pembubaran tersebut tidak berdasar.

"Kami memberikan 3 video dan 1 rekaman. Video itu salah satunya berisi ucapan pihak Polresta yang mengklaim pembubaran itu diperintahkan Kapolda. Ternyata kapolda juga tidak memerintahkan pembubaran. Peryataan Kapolda ada di rekaman suara," kata dia saat dihubungi suara.com, Minggu (8/5/2016).

Sebelumnya acara peringatakan hari kebebasan pers internasional itu sedianya diisi dengan pentas musik dan pemutaran film 'Pulau Buru Tanah Air Beta karya' Rahung Nasution. Pagi hari sebelum acara, AJI Yogyakarta telah mengirim surat undangan ke Kepala Kepolisian Daerah Yogyakarta Brigadir Jenderal Prasta Wahyu Hidayat dan Kepala Resor Kota Yogyakarta untuk menghadiri acara tersebut.

Sorenya sejumlah polisi mendatangi Sekretariat AJI Yogyakarta dan mereka menanyakan izin acara. Polisi menyatakan ada sejumlah kelompok yang tidak setuju dengan pemutaran film tersebut.

Singkat cerita, acara tersebut malam itu dibubarkan oleh Kepala Bagian Operasional Polresta Yogyakarta Komisaris Sigit Haryadi atas perintah Kapolda DIY. Puluhan massa yang berseragam FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI Polri) juga mengintimidasi panitia dan mendesak pembubaran acara. Panitia dipaksa membatalkan pemutaran film walau seratusan jurnalis dan aktivis telah siap untuk menonton. Acara diakhiri dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Darah Juang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Mengaku Tak Suruh AJI Yogyakarta Pindah

Warga Mengaku Tak Suruh AJI Yogyakarta Pindah

News | Minggu, 08 Mei 2016 | 15:47 WIB

Kontras Beberkan Perilaku Polisi di World Press Freedom Day Yogya

Kontras Beberkan Perilaku Polisi di World Press Freedom Day Yogya

News | Kamis, 05 Mei 2016 | 20:03 WIB

AJI Jakarta Kecam Keras Pembubaran World Press Freedom di Yogya

AJI Jakarta Kecam Keras Pembubaran World Press Freedom di Yogya

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 16:10 WIB

Komnas HAM Kritik Negara Seolah Dikelola dengan Rumor

Komnas HAM Kritik Negara Seolah Dikelola dengan Rumor

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 15:49 WIB

AJI Indonesia: Kasus Yogya Coreng Indonesia di Mata Internasional

AJI Indonesia: Kasus Yogya Coreng Indonesia di Mata Internasional

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 14:46 WIB

Terkini

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

Wantimpres Bedah Isu Geopolitik hingga Kedaulatan Ekonomi untuk Siapkan Masukan ke Prabowo

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Oli Shell Advance Matic untuk BeAT, Mio, hingga NMAX: Cek Harga per November!

Oli Shell Advance Matic untuk BeAT, Mio, hingga NMAX: Cek Harga per November!

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:08 WIB

Hashim Bantah Pemerintah Kasih HP Gratis, Klaim Ucapannya Dipelintir

Hashim Bantah Pemerintah Kasih HP Gratis, Klaim Ucapannya Dipelintir

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Bagaimana Nasib Betrand Peto?

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Bagaimana Nasib Betrand Peto?

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Cinta dan Makna Sebuah Pilihan: Ulasan Novel Islammu Adalah Maharku

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

Sering Bayar Pakai QRIS? Ini 4 Tips agar Pengeluaran Tetap Terkendali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Betrand Peto Bakal Jadi Tersangka?

Kasus Kekerasan Seksual Naik Penyidikan, Betrand Peto Bakal Jadi Tersangka?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:56 WIB

SPBU Shell di Indonesia Kini Dikelola SEFAS Group

SPBU Shell di Indonesia Kini Dikelola SEFAS Group

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Hashim Sebut Petugas Pajak & Bea Cukai Lemah, RI Seharusnya Surplus Anggaran Rp 900 T

Hashim Sebut Petugas Pajak & Bea Cukai Lemah, RI Seharusnya Surplus Anggaran Rp 900 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:53 WIB

×