Golkar Minta Masukan Luhut untuk Munaslub

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Senin, 09 Mei 2016 | 11:56 WIB
Golkar Minta Masukan Luhut untuk Munaslub
Pertemuan pengurus DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta yang antara lain dihadiri Wakil Ketua Umum Yorrys Raweyai dan Sekjen Zainuddin Amali, di kantor DPP Golkar Slipi, Jakarta, Minggu (3/5/2015). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Wakil Ketua Panitia Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar Yorrys Rawerai bertandang ke Kantor Kementerian Kordinator Politik Hukum dan Keamanan. Sang menteri, Luhut Binsar Pandjaitan adalah tokoh Golkar.

Yorrys menjelaskan kedatangannya itu untuk meminta masukan ke Luhut soal Munaslub. Dia juga melaporkan perkembangan Munaslub Golkar yang akan digelar 15 Mei nanti.

"‎Saya mau bertemu beliau untuk melaporkan hal-hal, progres, yang sudah kita lakukan," kata Yorrys di Kantor Kemenkopolhukam, Senin (9/5/2016).

Menurut Yorrys, pertemuan itu tidak istimewa. Terlebih Luhut masih tercatat sebagai Anggota Dewan Pembina Partai berlambang beringin itu.‎ Bahkan Yorrys pun meminta saran ke Wakil Presiden Jusuf Kalla yang merupakan mantan ketua umum Golkar.

"Kami selalu komunikasi dengan dua tokoh Golkar di eksekutif, Pak JK dan Pak Luhut. Tim selalu komunikasi dengan tokoh ini. Saya pikir sah-sah saja. Kita minta pandangan, dan masukannya," tutur Yorrys yang pada kedatangan kali ini ditemani Ketua Panitia Penyelenggara Zainuddin Amali.

Yorrys menambahkan, proses pelaksanaan Munaslub sendiri sedang berjalan. Usai pengambilan nomor urut untuk bakal calon ketua umum, kini para bakal caketum akan melakukan sosialisasi dan debat kandidat di Medan, Surabaya dan Bali.

Selain dengan Luhut, Panitia juga akan melakukan rapat dengan Paspampres siang ini untuk membahas teknis kedatangan Presiden Joko Widodo. Esoknya, panitia akan melakukan rapat dengan Pangdam, Kapolda dan Gubernur Bali untuk masalah teknis pelaksanaan Munaslub.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Lagi Maju, Agung Laksono Punya Jago yang Didukung

Tak Lagi Maju, Agung Laksono Punya Jago yang Didukung

News | Minggu, 08 Mei 2016 | 21:24 WIB

Komite Etik Golkar Diminta Gugurkan Pencalonan Setya Novanto

Komite Etik Golkar Diminta Gugurkan Pencalonan Setya Novanto

News | Minggu, 08 Mei 2016 | 16:41 WIB

Presiden Pastikan Hadiri Munaslub Golkar

Presiden Pastikan Hadiri Munaslub Golkar

News | Minggu, 08 Mei 2016 | 06:49 WIB

Nomor Urut Caketum Partai Golkar

Nomor Urut Caketum Partai Golkar

Foto | Sabtu, 07 Mei 2016 | 17:33 WIB

Unggul Secara Finansial, Setnov Masih Harus Penuhi 3 Faktor Lain

Unggul Secara Finansial, Setnov Masih Harus Penuhi 3 Faktor Lain

News | Sabtu, 07 Mei 2016 | 17:21 WIB

Punya Harta Terbanyak, Setnov Berpeluang Besar Jadi Ketum Golkar

Punya Harta Terbanyak, Setnov Berpeluang Besar Jadi Ketum Golkar

News | Sabtu, 07 Mei 2016 | 17:14 WIB

Munaslub Partai Golkar Tercoreng Iuran Caketum Rp1 Miliar

Munaslub Partai Golkar Tercoreng Iuran Caketum Rp1 Miliar

News | Sabtu, 07 Mei 2016 | 14:54 WIB

Akbar Tandjung: Pakai Uang Urunan Pun Munaslub Masih Bisa Jalan

Akbar Tandjung: Pakai Uang Urunan Pun Munaslub Masih Bisa Jalan

News | Sabtu, 07 Mei 2016 | 14:37 WIB

Akbar Tandjung Tolak Iuran Caketum Golkar Rp1 Miliar

Akbar Tandjung Tolak Iuran Caketum Golkar Rp1 Miliar

News | Sabtu, 07 Mei 2016 | 13:55 WIB

Formappi Tuding Golkar Telanjang Praktekkan Politik Transaksional

Formappi Tuding Golkar Telanjang Praktekkan Politik Transaksional

News | Sabtu, 07 Mei 2016 | 12:29 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×