Ahok Tak Takut Kehilangan Suara Orang Miskin di Pilkada

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 16 Mei 2016 | 15:47 WIB
Ahok Tak Takut Kehilangan Suara Orang Miskin di Pilkada
Ratusan warga yang berasal 33 kelurahan di Jakarta berkumpul di kolong tol Ir. Wiyoto Wiyono, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (15/5/2016). [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak takut jika dirinya kehilangan suara di pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada 2017 mendatang. Hal ini disampaikan Ahok menanggapi soal kongres 'Lawan Penggusuran Ahok' yang diikuti ratusan warga gusuran dari perwakilan 33 kelurahan di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (15/5/2016) kemarin.

Terkait kebijakan penggusuran itu, Gubernur DKI Jakarta itu mengaku jika sudah mengambil semua risiko apabila ada penolakan dari warga.

"Iya saya tahu, kalau saya takut, saya sudah menuruti semua orang," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/5/2016).

Ahok sebelumnya mengaku tidak khawatir apabila dari hasil kesepakatan kongres tersebut, warga miskin akan melakukan gugatan sebagai upaya hukum terkait penggusuran Pemprov DKI terhadap pemukiman warga di Jakarta. Menurutnya, sudah menjadi lumrah dirinya apabila ada warga yang mengajukan gugatan terkait penggusuran yang dilakukan Pemprov.

"Silakan saja. Biasa saja kalau orang begitu. Sekarang kamu tanya, kamu pilih Waduk Pluit bersih sekarang atau kumuh," kata Ahok.

Menurutnya aksi tersebut tidak mendidik. Mempertahankan pemukiman kumuh di kolong tol, menurut Ahok, justru bisa membahayakan keselamatan warga. Seperti yang pernah terjadi, kebakaran di kolong tol mengakibatkan kerugian materi, bahkan korban jiwa.

"Terus di mana ada orang yang ajarkan tinggal di kolong tol. Kamu inget nggak dulu tol kebakaran, sampai macet, lalu menimbulkan kerugian dan belum lagi korban jiwa," katanya.

Tetapi, Ahok tidak akan melarang warga menyelenggarakan pertemuan-pertemuan seperti kemarin untuk memprotes kebijakan penertiban pemukiman kumuh. Ahok menilai kongres itu kekanak-kanakan.

"Silakan saja. Ini biasa saja. Kayak orangtua ngajarin anak, ini anak-anak sudah terbiasa hidup dengan enak," kata Ahok.

Ahok mengatakan setiap kali ada kebijakan penertiban pemukiman kumuh, selalu ada kompensasi tempat tinggal baru bagi warga, misalnya bisa menempati rumah susun sewa sederhana bagi yang ber-KTP Jakarta, kemudian Kartu Jakarta Pintar bagi warga yang punya anak sekolah.

Lantas Ahok membandingkan dengan kebijakan penertiban untuk proyek reklamasi di Muara Dadap, Tangerang, di mana warga tidak diberi ganti rugi karena mereka tinggal di tanah negara.

Kemarin, ratusan warga dari perwakilan 33 kelurahan di Jakarta menghadiri acara kongres bertema lawan penggusuran di kolong tol Ir. Wiyoto Wiyono, Penjaringan. Marlo yang juga ketua umum Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia menilai kongres diselenggarakan karena menilai Ahok sudah bertindak sewenang-wenang kepada warga, antara lain dengan melakukan penertiban pemukiman. Dia menilai kebijakan penertiban pemukiman kumuh dipaksakan untuk kepentingan pengusaha.

Kongres ini digagas oleh SPRI. SPRI, kata dia, merupakan organisasi yang memperjuangkan hak rakyat miskin kota. Organisasi tersebut merupakan kumpulan para aktivis yang sebelumnya pernah tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Kota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Nilai Sopir Transjakarta Penabrak Pemotor Tak Salah

Ahok Nilai Sopir Transjakarta Penabrak Pemotor Tak Salah

News | Senin, 16 Mei 2016 | 13:52 WIB

Aturan Kontribusi Pengembang, DPRD Berencana Panggil Ahok

Aturan Kontribusi Pengembang, DPRD Berencana Panggil Ahok

News | Senin, 16 Mei 2016 | 12:42 WIB

Ahok: Seolah-olah Saya Terima Rp300 Miliar

Ahok: Seolah-olah Saya Terima Rp300 Miliar

News | Senin, 16 Mei 2016 | 11:24 WIB

Ahok Bingung Disebut Lakukan Barter Kalijodo

Ahok Bingung Disebut Lakukan Barter Kalijodo

News | Senin, 16 Mei 2016 | 10:38 WIB

Mirip Spiderman, Ahok Bawa Jaring untuk Pelaku Korupsi

Mirip Spiderman, Ahok Bawa Jaring untuk Pelaku Korupsi

News | Minggu, 15 Mei 2016 | 03:00 WIB

Lulung: Ada yang Lebih Baik Saya Dukung, Tapi Jangan Ahok

Lulung: Ada yang Lebih Baik Saya Dukung, Tapi Jangan Ahok

News | Jum'at, 13 Mei 2016 | 21:00 WIB

Politisi Gerindra Ini Merasa Paling Berdosa Ikut Menangkan Ahok

Politisi Gerindra Ini Merasa Paling Berdosa Ikut Menangkan Ahok

News | Jum'at, 13 Mei 2016 | 20:21 WIB

Pengacara Warga Kalijodo: Negara Jangan Dikalahkan Ahok!

Pengacara Warga Kalijodo: Negara Jangan Dikalahkan Ahok!

News | Jum'at, 13 Mei 2016 | 19:17 WIB

Koalisi Gemuk Lawan Ahok, Nasdem: Biasa Saja

Koalisi Gemuk Lawan Ahok, Nasdem: Biasa Saja

News | Jum'at, 13 Mei 2016 | 16:06 WIB

Diserang, Ahok Kutip Alkitab: Gue Nggak Pernah Mundur Digituin

Diserang, Ahok Kutip Alkitab: Gue Nggak Pernah Mundur Digituin

News | Jum'at, 13 Mei 2016 | 14:05 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB