Kejadian Jelang Kematian Suporter Persija di GBK Versi Polisi

Siswanto | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 17 Mei 2016 | 19:55 WIB
Kejadian Jelang Kematian Suporter Persija di GBK Versi Polisi
Suporter Persija berkumpul di Pintu 7 Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (16/5/2016, aksi tabur bunga untuk almarhum Fahreza (16). [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan belum ada bukti suporter Persija Jakarta, Muhammad Fahreza (16), meninggal akibat dipukuli anggota polisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

"Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta saat sedang bertugas melihat suporter tergeletak dengan ciri-ciri menggunakan kaos oranye kemudian melakukan pertolongan pertama," kata Awi di Polda Metro Jaya, Selasa (17/5/2016).

Awi mengatakan saat ditemukan pertamakali, kondisi Fahreza luka memar dan sobek di bagian wajah dan tangan.

"Mengalami luka di bibir bagian tengah, atas di bawah hidung. benjol di kepala bagian atas luka gores pipi kiri dan luka baret tangan kiri," kata dia.

Ketika itu, kata Awi, anggota polisi malah membantu petugas kesehatan membawa Fahreza ke mobil ambulance.

"Bisa kalian catat ya petugas Polri jadi tidak ada rangkaian kegiatan yang katanya polisi memukul itu tidak ada kita temukan. Polisi pukul korban itu tidak ada dari fakta-fakta yang di dapat," kata dia.

Malam itu, kata Awi, Fahreza menolak dibawa ke rumah sakit dengan alasan masih menunggu untuk diantar pulang oleh kakak kandung, Yatna.

"Petugas menawarkan mau membawa korban ke rumah sakit, namun korban menolak dengan alasan menunggu kakaknya kemudian setelah kurang lebih 30 menit telah datang sekitar lima orang ke ambulance yang mengaku teman dan kakak korban Muhammad Fahreza selanjutnya korban dibawa pulang," kata dia.

Dari hasil penelusuran lewat CCTV, kata Awi, petugas tidak menemukan insiden kekerasan di luar stadion.

"Kita sudah mengambil rekaman video di gedung dua yang bisa merekam kejadian terakhir saat lemes dan terjatuh di TKP dan di situ memang kita tidak bisa lihat bagaimana terjadinya kerusuhan," katanya.

Kendati demikian, saat ini polisi masih menelusuri sebab kematian Fahreza.

"Luka yang diderita korban belum diketahui penyebabnya karena dalam penyelidikan kesulitan kita karena keluarga tidak mau dilakukan visum maupun autopsi sehingga menghambat proses penyelidikan," katanya.

Fahreza meninggal dunia pada Minggu (15/5/2016). Dia dianiaya saat menonton pertandingan antara Persija Jakarta dan Persela Lamongan pada Jumat (13/5/2016) malam. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, dia dirawat di Rumah Sakit Marinir, Cilandak.

Saat itu, Fahreza mengatakan dia dianiaya oleh oknum polisi.

Di rumah duka, Yatna mendengar langsung pernyataan adiknya mengenai siapa yang menganiaya di Senayan malam itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Kata-kata Suporter Persija di Ambulans yang Diingat Kakak

Ini Kata-kata Suporter Persija di Ambulans yang Diingat Kakak

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 15:03 WIB

Keluarga Suporter Persija Ungkap Sebelum Tewas Ditolak 10 RS

Keluarga Suporter Persija Ungkap Sebelum Tewas Ditolak 10 RS

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 14:25 WIB

Kenang Fahreza di GBK, Jakmania: Jangan Ada Kekerasan Lagi

Kenang Fahreza di GBK, Jakmania: Jangan Ada Kekerasan Lagi

News | Senin, 16 Mei 2016 | 21:43 WIB

Fans Persija Tewas Dipukul Oknum, Ratusan Temannya Kumpul di GBK

Fans Persija Tewas Dipukul Oknum, Ratusan Temannya Kumpul di GBK

News | Senin, 16 Mei 2016 | 20:30 WIB

Terkini

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:23 WIB

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:03 WIB

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:54 WIB

Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs

Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:38 WIB

Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!

Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:32 WIB