Tak Masuk Jajaran Pengurus DPP, Mantan Waketum Golkar Maklum

Arsito Hidayatullah, Dian Rosmala

Kamis, 26 Mei 2016 | 16:50 WIB
Tak Masuk Jajaran Pengurus DPP, Mantan Waketum Golkar Maklum
Tujuh calon Ketua Umum Partai Golkar: Ade Komarudin, Airlangga Hartarto, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, Aziz Syamsuddin, Syahrul Yasin Limpo, dan Indra Bambang Utoyo, saat dikumpulkan bersama sementara Setya Novanto tidak hadir. [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Mahyudin, disebut tidak masuk dalam jajaran pengurus DPP Partai Golkar di bawah pimpinan Setya Novanto. Namun begitu, ada kemungkinan politisi Golkar yang juga Wakil Ketua MPR RI itu masuk Dewan Pembina atau Dewan Pakar.

"Saya tidak masuk. Mungkin karena kesibukan, tidak cukup waktu berada di kepengurusan. Mungkin (masuk) di Dewan Pembina atau Dewan Pakar," kata Mahyudin di Gedung Nusantara III, DPR RI, Jakarta, Kamis (26/5/2016).

 
Meski demikian, Mahyudin tidak mau menilai apa atau kenapa dirinya tidak diakomodir menjadi pengurus partai berlambang pohon beringin itu.

"Tidak bisa menilai sudah diakomodir atau tidak, karena belum valid (daftar pengurus yang beredar saat ini)," tutur Mahyudin lagi.

Menurut Mahyudin, saat ini ada banyak nama yang ingin dimasukkan Setya Novanto ke dalam kepengurusan.

"Karena banyak nama-nama yang ingin dimasukkan oleh Setya Novanto, untuk mencapai rekonsiliasi," tuturnya.

Mahyudin sendiri mengakui juga telah mangajukan 10 nama ke Setya Novanto untuk diakomodir.

"Saya mengajukan 10 nama, berharap bisa masuk semua. Kalau tidak di (pengurus) harian, ya pleno," tutur Mahyudin.

Mahyudin melanjutkan, dari 10 nama yang dia ajukan, sudah ada beberapa nama yang bisa dipastikan masuk. Namun dia enggan menyebutkan nama-nama tersebut.

"Ada beberapa nama yang dipastikan akan masuk dalam pengurus harian. Nama-namanya belum bisa di-publish," kata Mahyudin.

Menurut Mahyudin pula, dengan adanya daftar nama yang belum valid, maka diyakini saat ini masih ada upaya untuk "mengintimidasi" formatur (penyusun kepengurusan).

"Justru adanya nama-nama yang belum valid itu (sebagai) upaya seseorang untuk mengintimidasi formatur. Formatur bekerja saja dengan baik. Serahkan saja sepenuhnya kapada Ketua Umum," pungkas Mahyudin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beredar Nama-nama Pengurus Golkar, Mahyudin: Itu Belum Sahih

Beredar Nama-nama Pengurus Golkar, Mahyudin: Itu Belum Sahih

News | Kamis, 26 Mei 2016 | 13:29 WIB

Cegah Konflik, Novanto Rangkul Semua Kubu di Golkar

Cegah Konflik, Novanto Rangkul Semua Kubu di Golkar

News | Selasa, 24 Mei 2016 | 20:55 WIB

Dukung Setnov, Akom: Saya Akan "Support", Kasihan Partai Ini

Dukung Setnov, Akom: Saya Akan "Support", Kasihan Partai Ini

News | Jum'at, 20 Mei 2016 | 15:51 WIB

Novanto akan Masukkan Tujuh Mantan Lawan ke Pengurus Inti Golkar

Novanto akan Masukkan Tujuh Mantan Lawan ke Pengurus Inti Golkar

News | Kamis, 19 Mei 2016 | 21:14 WIB

Terkini

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB