Penyakit Mengerikan Ini Sedang Mewabah di Timur Tengah

Ruben Setiawan

Selasa, 31 Mei 2016 | 19:23 WIB
Penyakit Mengerikan Ini Sedang Mewabah di Timur Tengah
Pengungsi Suriah sedang mengambil air di kamp pengungsi di Mafraq, Yordania. (Reuters)

Suara.com - Penyakit mengerikan yang menyebabkan penderitanya mengalami cacat pada bagian tubuh dan wajah mewabah di negara-negara kawasan Timur Tengah. Penyakit tersebut diduga mewabah akibat menurunnya jumlah fasilitas kesehatan dan kualitas kehidupan warga yang rentan terjangkit.

Penyakit tersebut dinamakan Cutaneous leishmaniasis. Penyakit ini disebabkan oleh parasit dalam aliran darah yang ditularkan lewat gigitan lalat pasir. Penyakit ini dapat menyebabkan timbulnya luka menganga di kulit.

Ini memang bukan penyakit baru. Leishmanisasis sudah menjadi penyakit endemik di Suriah selama berabad-abad dan suatu waktu pernah dikenal dengan julukan "Iblis Aleppo". Namun, seiring dengan memburuknya perang saudara yang terjadi di negeri tersebut, penyakit ini kembali mewabah.

Berdasarkan data dari jurnal ilmiah PLOS, penyakit ini kini menjangkiti ratusan ribu orang yang tinggal di kamp pengungsi atau mereka yang tinggal di zona konflik. Situasi serupa disinyalir juga terjadi di Libya dan Yemen, negara yang berbatasan langsung dengan Suriah.

"Kami melihat banyak jenis penyakit, termasuk leishmaniasis di zona konflik dan kami perlu mencegah situasinya memburuk seperti Ebola dalam konflik yang terjadi di Afrika Barat pada tahun 2014," kata Dekan Sekolah Nasional Pengobatan Tropis AS, Utusan Sains AS untuk Timur Tengah, dan penulis riset PLOS kepada Digital Journal.

Pada tahun 2015, lebih dari separuh rumah sakit umum di Suriah ditutup atau tetap beroperasi meskipun pincang. Hal ini membuat banyak penderita leishmaniasis tidak mendapatkan perawatan.

Di Suriah, kasus leishmaniasis yang tercatat Kementerian Kesehatan berlipat ganda, dari 23.000 kasus sejak awal perang saudara tahun 2011, menjadi 41.000 kasus pada tahun 2013, demikian berdasarkan hasil riset PLOS.

Negara-negara tetangga Suriah juga melaporan meningkatnya kasus leishmaniasis. Di Lebanon, kasus penyakit tersebut meningkat dari 6 kasus dalam 12 tahun terakhir menjadi 1.033 kasus pada tahun 2013. Ratusan kasus juga dilaporkan di Turki dan Yordania.

Di Libya, jumlah kasus penyakit ini juga dilaporkan meningkat. Sementara itu, di Yaman, setiap tahunnya ada 10.000 kasus. Dengan banyaknya warga Yaman yang mengungsi ke Arab Saudi, penyakit tersebut dikhawatirkan akan menyebar pula ke negeri tersebut.

"Ada ribuan kasus di kawasan Timur Tengah namun masih disepelekan karena tidak ada yang tahu jumlah pasti para penderitanya," kata Dr. Waleed Al-Salem dari Liverpool School of Tropical Medicine.

"Ketika orang digigit oleh lalat pasir - yang mana berukuran kecil, bahkan lebih kecil dari nyamuk - apa saja bisa terjadi antara dua hingga enam bulan infeksi," ujar Waleed.

"Seseorang yang terjangkit dari Suriah mungkin terbang ke Lebanon atau Turki, bahkan ke Eropa saat mengungsi," katanya.

Cutaneous leishmaniasis merupakan satu dari 17 penyakit tropis yang dikategorikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai penyakit yang diabaikan. WHO mengatakan, harus ada pemahaman, pengawasan, dan pelatihan lebih untuk mengendalikan penyebaran penyakit tersebut. (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Mengenal TPVI, Prosedur Ganti Katup Jantung Tanpa Bedah Terbuka

Mengenal TPVI, Prosedur Ganti Katup Jantung Tanpa Bedah Terbuka

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Teknologi dan Kolaborasi Dokter Jadi Kunci Penanganan Penyakit Saraf dan Otak

Teknologi dan Kolaborasi Dokter Jadi Kunci Penanganan Penyakit Saraf dan Otak

Health | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Darurat Karhutla: Ketika Asap Beracun dan Ancaman Penyakit Mengintai Warga Tanpa Henti

Darurat Karhutla: Ketika Asap Beracun dan Ancaman Penyakit Mengintai Warga Tanpa Henti

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Satu dari Lima Diagnosis Kanker Tergolong Langka, Akses ke Dokter Spesialis Jadi Tantangan

Satu dari Lima Diagnosis Kanker Tergolong Langka, Akses ke Dokter Spesialis Jadi Tantangan

Health | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Selama Ini Dikenal untuk Transfusi, Ternyata Plasma Darah Bisa Diolah Menjadi Obat

Selama Ini Dikenal untuk Transfusi, Ternyata Plasma Darah Bisa Diolah Menjadi Obat

Health | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:26 WIB

Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik

Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks

Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:44 WIB

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia: Diduga Kebocoran Bakteri Pes, Bakal Ada Wabah Baru?

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia: Diduga Kebocoran Bakteri Pes, Bakal Ada Wabah Baru?

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar

Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar

Kaltim | Selasa, 03 November 2026 | 10:37 WIB

5 Webtoon Naver Raih Penghargaan Today's Korean Comics 2026, Ini Daftarnya

5 Webtoon Naver Raih Penghargaan Today's Korean Comics 2026, Ini Daftarnya

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:30 WIB

5 Wisata Sejarah di Semarang, Paket Lengkap Edukasi hingga Spot Foto Estetik

5 Wisata Sejarah di Semarang, Paket Lengkap Edukasi hingga Spot Foto Estetik

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:26 WIB

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Viral Ramai-ramai Rakyat Keluhkan Harga Mi Instan Naik

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Viral Ramai-ramai Rakyat Keluhkan Harga Mi Instan Naik

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:26 WIB

Bocoran Mesin Hybrid Generasi Baru Toyota yang Siap Dipasok ke Pabrikan Lain

Bocoran Mesin Hybrid Generasi Baru Toyota yang Siap Dipasok ke Pabrikan Lain

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 10:24 WIB

5 Bedak Padat untuk Kulit Kering dan Kusam, Bikin Wajah Usia 45 Tahun Tampak Cerah

5 Bedak Padat untuk Kulit Kering dan Kusam, Bikin Wajah Usia 45 Tahun Tampak Cerah

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:23 WIB

Berapa Harta Kekayaan Raffi Ahmad? Kini Bisnisnya Diterpa Gelombang Boikot

Berapa Harta Kekayaan Raffi Ahmad? Kini Bisnisnya Diterpa Gelombang Boikot

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 10:20 WIB

Ulasan Drama Love For You: Saat Hidup Nyeseknya Zhang Jing Yi Nembus Layar

Ulasan Drama Love For You: Saat Hidup Nyeseknya Zhang Jing Yi Nembus Layar

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:20 WIB

Sudah Rajin Olahraga dan Jaga Pola Makan, Mengapa Dampaknya Belum Maksimal?

Sudah Rajin Olahraga dan Jaga Pola Makan, Mengapa Dampaknya Belum Maksimal?

Health | Selasa, 03 November 2026 | 10:09 WIB

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:04 WIB

×