-
Masalah tarikan berat Honda BeAT tua sering disebabkan sil pulley getas.
-
Kebocoran oli mesin ke ruang CVT mengakibatkan akselerasi slip dan boros.
-
Harga bekas Honda BeAT di Januari 2026 stabil mulai Rp 5 jutaan.
Suara.com - Honda BeAT memiliki reputasi sebagai "Raja Jalanan" di Indonesia karena efisiensi bahan bakarnya dan biaya perawatan yang sangat terjangkau.
Motor ini dikenal tahan banting dan menjadi andalan mobilitas jutaan orang, mulai dari pelajar hingga pekerja harian.
Namun, seiring bertambahnya usia pakai—terutama pada unit yang sudah berumur di atas 5 tahun—kendala teknis tentu tak bisa dihindari.
Salah satu "penyakit" khas yang wajib diwaspadai pemilik Honda BeAT uzur berada di sektor dapur pacu penyalur tenaga, yakni CVT (Continuously Variable Transmission).
Jika Anda merasa tarikan motor mulai berat atau slip, jangan buru-buru berniat menjualnya dengan harga murah.
Masalah ini seringkali hanya butuh perbaikan minor dengan biaya yang ramah di kantong. Simak diagnosa penyakit dan estimasi harga jual kembalinya di tahun 2026 ini.
Masalah Utama: Rembesan Oli di Pulley Depan
Bagi pemilik Honda BeAT tua, area yang wajib dicek secara berkala adalah Pulley Depan. Masalah yang sering muncul adalah rembesan oli mesin yang masuk ke ruang CVT.
Mengapa ini terjadi?
Baca Juga: Terkenal Bandel, 5 Motor Bekas Ini Ternyata Cuma Dijual Rp5 Jutaan
Penyebab utamanya adalah komponen Sil Pulley (Sil Kruk As) yang sudah getas atau mengeras karena faktor usia dan panas mesin.
Ketika sil ini bocor, oli mesin akan merembes keluar dan membasahi area CVT.
Gejala yang Dirasakan:
1. Akselerasi Slip: Motor terasa "ngeden" atau slip saat gas ditarik, karena v-belt dan roller menjadi licin terkena oli.
2. Kotoran Menumpuk: Muncul noda oli bercampur debu yang pekat di area bak CVT.
3. Tenaga Drop: Performa motor menurun drastis terutama di tanjakan.
Solusi Hemat: Ganti Sil dan Bersihkan Total
Kabar baiknya, mengatasi masalah ini tidak harus turun mesin total. Langkah perbaikannya cukup praktis dan terstruktur: