Ini Usul Rizieq Shihab Agar Anak Tak Bangga Pakai Kaos Palu Arit

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 01 Juni 2016 | 14:59 WIB
Ini Usul Rizieq Shihab Agar Anak Tak Bangga Pakai Kaos Palu Arit
Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab hadiri acara simposium nasional bertema Mengamankan Pancasila Dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (1/6/2016). [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab ingin materi sejarah pengkhianatan PKI masuk kurikulum pendidikan sekolah.

"Kurikulum ini penting. Membentuk ideologi bangsa. Jangan aneh kalau anak-anak kita umur 27 tahun ke bawah, tidak tahu PKI dan bangga pakai kaos palu arit karena tidak tahu," ujar Rizieq ketika menjadi pemateri aspek ideologi dalam simposium nasional bertema Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Dia mengingatkan materi tersebut sudah ada sebelum era reformasi tahun 1998.

 "Jadi sejarah pengkhianatan PKI merupakan bagian dari kurikulum Indonesia sejarah Indonesia. Siapa yang punya kekuatan untuk menghapuskan kurikulum? Kalau rakyat biasa nggak mungkin. Sejak 1998 sampai hari ini, seolah mereka tidak lagi dapat pelajaran tentang PKI, mereka nggak tahu PKI," katanya.

Selain itu, kata dia, ketika itu juga ditayangkan film G/30/S/PKI di TVRI. Namun, setelah reformasi, film tersebut tak tayang lagi sehingga masyarakat tak tahu seperti apa gambaran tentang kekejaman PKI.

"Tapi sayang setelah reformasi tidak ada satupun stasiun TV yang berani menayangkan. Ada apa? Siapa yang menguasai stasiun TV sampai nggak berani menayangkan. Akibatnya sampai hari ini anak-anak muda kita tidak tahu kebiadaban PKI," kata Rizieq.

Menurut Rizieq sekarang ini sudah muncul indikasi kebangkitan PKI. Misalnya banyak yang memakai baju berlambang palu arit, kemudian penyelenggaraan simposium nasional bertema Membedah Tragedi 1965 yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada Senin (18/4/2016) dan Selasa (19/4/2016). Simposium ini, salah satu tujuannya untuk membangun rekonsiliasi dengan korban 65.

"Sosialisasi PKI sebagai korban PKI, Simposium PKI dan adanya dorongan minta maaf kepada pemerintah dari PKI. Ini indikasi kebangkitan PKI yang tidak terbantahkan. Omong kosong kalau ada yang mengatakan PKI tidak bangkit. PKI sedang bergerak dan akan bangkit kembali," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Apa Rizieq Shihab Ikut Datang ke Simposium Anti PKI?

Ada Apa Rizieq Shihab Ikut Datang ke Simposium Anti PKI?

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 12:35 WIB

Simposium Anti PKI Dibuka, Rizieq dan Lulung Kompak Datang

Simposium Anti PKI Dibuka, Rizieq dan Lulung Kompak Datang

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 11:42 WIB

Hari Ini Digelar Simposium Amankan Pancasila dari Bangkitnya PKI

Hari Ini Digelar Simposium Amankan Pancasila dari Bangkitnya PKI

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 09:33 WIB

Politisi Nasdem: Angkat Kasus 65 Hanya Lukai Banyak Orang

Politisi Nasdem: Angkat Kasus 65 Hanya Lukai Banyak Orang

News | Selasa, 31 Mei 2016 | 19:35 WIB

Terkini

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB

Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam

Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:11 WIB

Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru

Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:51 WIB

MTQ Nasional XXXI Hadir di Jateng, Usung Semangat Harmoni Menuju Indonesia Emas

MTQ Nasional XXXI Hadir di Jateng, Usung Semangat Harmoni Menuju Indonesia Emas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:43 WIB

Skandal Proyek Fiktif Rp16 Miliar: Kejati DKI Kembali Seret Dua Pegawai Kementerian PU ke Tahanan

Skandal Proyek Fiktif Rp16 Miliar: Kejati DKI Kembali Seret Dua Pegawai Kementerian PU ke Tahanan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:35 WIB

Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan

Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:24 WIB

Kapolri Temui Prabowo di Istana, Stabilitas Keamanan dan Hari Bhayangkara Jadi Bahasan

Kapolri Temui Prabowo di Istana, Stabilitas Keamanan dan Hari Bhayangkara Jadi Bahasan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:16 WIB

Tinggalkan Jejak Berdarah! 10 Anggota Aktif OPM Sorong Raya Kembali Peluk NKRI

Tinggalkan Jejak Berdarah! 10 Anggota Aktif OPM Sorong Raya Kembali Peluk NKRI

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:07 WIB

Dukung Wacana Gaji Guru Rp5 Juta, PGRI Sebut Idealnya Capai Rp7 Juta

Dukung Wacana Gaji Guru Rp5 Juta, PGRI Sebut Idealnya Capai Rp7 Juta

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:57 WIB

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 164 Orang, Terdengar Jeritan dari Reruntuhan

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 164 Orang, Terdengar Jeritan dari Reruntuhan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:20 WIB