DPR Dorong Pemerintah Beri Pembelaan Maksimal Terhadap Rita

Dythia Novianty, Dian Rosmala

Kamis, 02 Juni 2016 | 10:08 WIB
DPR Dorong Pemerintah Beri Pembelaan Maksimal Terhadap Rita
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat, Irma Suryani. [Suara.com/ Dian Rosmala]

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat, Irma Suryani, mendorong pemerintah untuk serius mengurusi kasus yang menimpa salah satu TKW Indonesia yang terancam hukuman mati di Malaysia, Rita Krisdiyanti.

Dia menilai, seharusnya Kementerian Tenaga Kerja, BNP2TKI segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Malayasia.

"Kementerian tenaga kerja, BNP2TKI seharusnya segera menindak lanjuti kasus ini ke Kemenlu dan KBRI di Malaysia," kata Irma, di gedung Nusantara I, DPR RI, Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Rita merupakan Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia asal Ponorogo, Jawa Timur. Rita ditetapkan bersalah setelah terbukti keterlibatannya dalam kasus narkoba. Sebab itu, pengadilan di Malaysia menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Rita.

Irma mendorong, agar pemerintah Indonesia secara maksimal mengurusi masalah ini. Katanya, dia juga pernah menangani masalah yang sama, dan berhasil meminta kepada negara terkait untuk menurunkan status hukuman terdakwah dari hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup.

"Apa yang maksimal bisa dilakukan oleh Indonesia atas masalah ini? Saya dulu pernah ada kejadian seperti ini, di Iran kalau enggak salah, itu kita bisa melakukan sounding ke negara terkait bisa merubah dari hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup. Setelah itu, kita juga bisa melakukan pendekatan supaya bisa lebih ringan lagi," tutur Irma.

Sebab itu, dia berpandangan, sudah seharusnya pemerintah Indonesia melakukan diplomasi dengan pemerintah Malaysia, supaya nasib Rita bisa diselamatkan.

"Harusnya, pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan pemerintah terkait untuk bisa menyelesaikan masalah ini lah," tegas Irma.

Dirinya menilai, dakwaan yang ditujukan kepada Rita masih bisa diragukan. Katanya, Rita adalah korban tipuan dari orang lain. Rita hanya diminta untuk membawa barang tersebut, sementara Rita tidak tahu barang apa yang sedang dia bawa.

"Karena kan ini salah satu kasus yang seharusnya tidak mendapatkan hukuman mati. Karena yang bersangkutankan ditipu, jadi enggak semata-mata dia adalah penjual atau dia pengedar. Dia hanya diminta untuk membawakan, tapi dia tidak tahu apa yang dibawa," jelas Irma.

Sebab itu, sekali lagi Irma berharap pemerintah Indonesia melakukan pembelaan terhadap Rita.

"Jadi harus ada pembelaan yang maksimal dari negara," kata Irma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rita yang Terancam Mati di Malaysia Dijebak?

Rita yang Terancam Mati di Malaysia Dijebak?

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 16:37 WIB

Menlu Harus Habis-habiskan Selamatkan Nyawa Rita di Malaysia

Menlu Harus Habis-habiskan Selamatkan Nyawa Rita di Malaysia

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 14:49 WIB

TKW Terancam Mati, Indonesia Diingatkan Jangan Gampang Hukum Mati

TKW Terancam Mati, Indonesia Diingatkan Jangan Gampang Hukum Mati

News | Selasa, 31 Mei 2016 | 20:48 WIB

Dede Yusuf: Ratusan Rita di Luar Negeri Terancam Hukuman Mati

Dede Yusuf: Ratusan Rita di Luar Negeri Terancam Hukuman Mati

News | Selasa, 31 Mei 2016 | 20:34 WIB

Gelar Piala Dunia 2022, Qatar Butuh Pasokan TKI dari Indonesia

Gelar Piala Dunia 2022, Qatar Butuh Pasokan TKI dari Indonesia

Bisnis | Senin, 09 Mei 2016 | 07:48 WIB

Terkini

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus BPPJPN Sumut, 1 Mangkir dari Panggilan

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus BPPJPN Sumut, 1 Mangkir dari Panggilan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:33 WIB

SymWhite 377 vs Tranexamic Acid: Mana yang Lebih Cepat Memudarkan Flek Hitam?

SymWhite 377 vs Tranexamic Acid: Mana yang Lebih Cepat Memudarkan Flek Hitam?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Kritik Prosedur Pencabutan IUP Kristalin Ekalestari, Haris Azhar: Ada Tata Cara, Ini Negara Hukum!

Kritik Prosedur Pencabutan IUP Kristalin Ekalestari, Haris Azhar: Ada Tata Cara, Ini Negara Hukum!

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:31 WIB

LPSK Serahkan Laporan Restitusi Kasus TPPU PT DSI, 5.102 Korban Berhak Dapat Ganti Rugi Rp1,07 T

LPSK Serahkan Laporan Restitusi Kasus TPPU PT DSI, 5.102 Korban Berhak Dapat Ganti Rugi Rp1,07 T

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kemenkeu Beberkan Jurus APBN 2027: Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Kemenkeu Beberkan Jurus APBN 2027: Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!

Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Hari Museum Indonesia 2026, Revitalisasi 200 Cagar Budaya Jadi Mercusuar Era Prabowo

Hari Museum Indonesia 2026, Revitalisasi 200 Cagar Budaya Jadi Mercusuar Era Prabowo

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Krisis Dokter Gigi, 29 Kampus Ditugaskan Buka Fakultas Kedokteran Gigi Baru

Krisis Dokter Gigi, 29 Kampus Ditugaskan Buka Fakultas Kedokteran Gigi Baru

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar

Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar

Sumsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:19 WIB

Arif Rahman Resmi Pimpin Petani NasDem, Bidik Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Arif Rahman Resmi Pimpin Petani NasDem, Bidik Kesejahteraan Petani dan Nelayan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:13 WIB

×