Menhan: di Jerman, Pakai Atribut Nazi Langsung Ditangkap

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 02 Juni 2016 | 11:23 WIB
Menhan: di Jerman, Pakai Atribut Nazi Langsung Ditangkap
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai wajar bila tentara marah dengan kebangkitan Partai Komunis Indonesia. Dia membantah pernyataannya kali ini untuk memprovokasi.

"Kalau tentara marah sepantasnya karena PKI bukan berdasar Pancasila, jelas. Saya menteri pertahanan, bukan provokasi. Saya kalau bilang benar ya benar. Rakyat itu basis kekuatan negara," ujar Ryamizard dalam sambutan di acara simposium nasional bertema Mengamankan Pancasila Dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Selanjutnya, Ryamizard menyebut lima paham besar di dunia, yakni liberalisme, kapitalisme, komunisme, radikalisme, dan Pancasilaisme.

Menurut dia paham liberal, kapitalis, komunis, dan radikal merupakan buatan manusia yang bersifat materialisme. Berbeda dengan Pancasila yang menurutnya merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa.

"Pancasila bukan agama, tapi pegangan bersama. Kita harus yakini itu. Yakin Pancasila pasti menang. Perang modern Penguasaan tata kelola berdasarkan Pancasila," kata dia.

Ryamizard menilai paham Pancasila akan menang melawan empat ideologi yang bersifat materialisme.

"Kami percaya perjuangan yang suci mendapat perlindungan dari Tuhan. Kekuatan batin pasti menang. Kita melawan kekuatan lahir, kita kekuatan batin yang harus yakin pasti menang," kata Ryamizard.

Itu sebabnya, dia mengajak masyarakat untuk saling berpartisipasi dalam melawan ancaman globalisasi.

"Bangsa Indonesia tidak bisa menghindari ancaman globalisasi, jadi diperlukan partisipasi bangsa. Bertekad teguh dengan pancasila dan UUD 45," kata dia.

Dia juga meminta semua pihak jangan memancing-mancing sehingga menimbulkan kebangkitan PKI di Indonesia. Dia menyontohkan di Jerman pemakaian atribut yang berbau Nazi langsung ditangkap.

"Pakai atribut itu memancing-mancing. Di luar negeri, Jerman ada yang pakai atribut Nazi langsung ditangkap. Bukan HAM lagi, bukan berarti menggunakan kekerasan. Pancasila harus dipertahankan sampai kapan pun itu mandat Presiden," kata dia.

Simposium nasional bertema Mengamankan Pancasila Dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain diselenggarakan usai simposium nasional bertema Membedah Tragedi 1965 yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada Senin (18/4/2016) dan Selasa (19/4/2016).

Ketua simposium nasional bertema Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan Partai Komunis Indonesia dan Ideologi, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, menegaskan sama sekali tak merasa kebakaran jenggot dengan adanya wacana pemerintah ingin melakukan rekonsiliasi peristiwa 1965.

"Nggak (merasa takut ). Boleh saja hak mereka itu, kita punya keprihatinan lain kan," ujar Kiki di gedung Dewan Dakwah Indonesia, Kramat, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Kiki mengatakan penyelenggaraan simposium bertema Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan Partai Komunis Indonesia dan Ideologi Lain dilatari kegelisahan anak bangsa atas ancaman terhadap eksistensi Pancasila, UUD 1945, dan keutuhan NKRI.

"Simposium yang akan kami selenggarakan itu berangkat dari keprihatinan bahwa Pancasila itu sudah jauh ditinggalkan oleh masyarakat kita terutama generasi muda, selain itu paham seperti komunisme justru marak terjadi kembali. Maka dari itu kami menyelenggarakan simposium nasional ini," kata dia.

Kiki mengaku prihatin dengan nilai-nilai Pancasila yang semakin memudar dan bangkitnya bibit-bibit gerakan komunis yang selama ini telah dilarang negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kivlan: PKI Bangkit Dipimpin Wahyu Setiaji, Siapkan 15 Juta Orang

Kivlan: PKI Bangkit Dipimpin Wahyu Setiaji, Siapkan 15 Juta Orang

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 01:43 WIB

Lemhanas: Simposium Aryaduta Tak Hanya Bahas Soal Tragedi 1965

Lemhanas: Simposium Aryaduta Tak Hanya Bahas Soal Tragedi 1965

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 22:43 WIB

FPI Klaim Sejumlah Indikasi Kebangkitan PKI

FPI Klaim Sejumlah Indikasi Kebangkitan PKI

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 21:55 WIB

Kiki Syahnakri Ingin Dipertemukan Panitia Simposium 65

Kiki Syahnakri Ingin Dipertemukan Panitia Simposium 65

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 18:59 WIB

Fadli Zon Salahkan Pemerintah Atas Ribut-ribut Soal PKI

Fadli Zon Salahkan Pemerintah Atas Ribut-ribut Soal PKI

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 18:00 WIB

Terkini

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:04 WIB

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 21:00 WIB

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

News | Senin, 02 November 2026 | 20:55 WIB

Santriwati Tidur Digeledah Polisi, KPAI Ungkap Dugaan Penodongan Senjata

Santriwati Tidur Digeledah Polisi, KPAI Ungkap Dugaan Penodongan Senjata

News | Senin, 02 November 2026 | 20:49 WIB

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

News | Senin, 02 November 2026 | 20:36 WIB

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:25 WIB

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

×