Ini Dia Wahyu Setiaji yang Disebut Kivlan Pendiri PKI Gaya Baru

Siswanto, Erick Tanjung

Jum'at, 03 Juni 2016 | 17:35 WIB
Ini Dia Wahyu Setiaji yang Disebut Kivlan Pendiri PKI Gaya Baru
Aksi Gerakan Bela Negara dan Forum Umat Muslim Indonesia anti PKI berkumpul kawasan tugu Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (3/6/2016). [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Di berbagai kesempatan, ‎Mayor Jenderal (Purn) TNI Kivlan Zen mengatakan Partai Komunis Indonesia bangkit lagi. Dia menyebut pimpinannya Wahyu Setiaji. Siapa Wahyu Setiaji?

‎"PKI telah bangkit dan dipimpin oleh Wahyu Setiaji anaknya tokoh PKI Nyoto," kata usai bertemu Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Luhut Panjaitan di kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Nyoto yang dimaksud Kivlan ialah Lukman Njoto. Lukman dulu Menteri Negara pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Nyoto tercatat pernah menjadi wakil Ketua CC PKI dan dia dekat sekali dengan D.N. Aidit. Pada 11 Maret 1966, Nyoto diculik sepulang dari sidang kabinet. Kabar terakhir, dia dieksekusi di salah satu tempat di Kepulauan Seribu.

Kivlan juga menyebut PKI pimpinan Wahyu Setiaji pernah melakukan pertemuan nasional pada 2010. Kivlan menyebut organisasi ini sudah membentuk struktur dari tingkat daerah sampai pusat.

"Dia Ketua PKI gaya baru, yang kongres di Grabak, Magelang, tahun‎ 2010. ‎Mereka sudah membentuk PKI dari tingkat pusat sampai daerah, Wahyu Setiaji yang memimpin," ujar dia.

Menurut bekas Kepala Staf Kostrad, PKI yang disebutnya kini bergaya baru itu bukan isapan jempol. Mereka, katanya, telah memiliki program-program perjuangan.

"‎Ada (PKI gaya baru), sudah ada dokumen AD-ART dan program perjuangannya," tutur dia.

Saat ini, menurut Kivlan, Wahyu Setiaji sedang berada di Indonesia dan berkeliling ke daerah-daerah.

"Sekarang dia jalan-jalan," kata dia.

Beberapa waktu yang lalu, Kivlan menyebutkan bahwa sejak dua minggu lalu, PKI gaya baru telah menyiapkan hingga 15 juta pendukung. Kivlan juga menyebut mereka akan mengaktifkan kantor lama di Jakarta Pusat.

Hingga berita ini diturunkan, belum didapatkan konfirmasi dari Wahyu Setiaji mengenai apakah yang disampaikan Kivlan ini benar atau tidak.

Pembicaraan tentang PKI mengemuka lagi setelah berlangsung simposium nasional bertema Membedah Tragedi 1965 yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada Senin (18/4/2016) dan Selasa (19/4/2016). Ketua Panitia Pengarah Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965 adalah Letjen (Purn) Agus Widjojo. Agus merupakan Gubernur Lemhanas. Simposium ini diprakarsai oleh Dewan Pertimbangan Presiden, Komnas HAM, Forum Solidaritas Anak Bangsa serta didukung Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan.

Simposium tersebut semangatnya mendorong negara melakukan rekonsiliasi dengan korban peristiwa 1965.

Tak lama kemudian, muncul simposium baru yang semangatnya untuk menolak rekonsiliasi seperti yang diinginkan simposium di Aryaduta. Yakni, simposium nasional bertajuk Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan Partai Komunis Indonesia dan Ideologi yang diselenggarakan di Balai Sarbini, Jakarta, pada Rabu (1/6/2016) dan Kamis (2/6/2016). Simposium anti PKI ini diketuai Letnan Jenderal (Purn) TNI Kiki Syahnakri.

Wakil ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon menyalahkan pemerintah atas munculnya polemik kebangkitan PKI akhir-akhir ini. Fadli menilai pemerintah ikut terlibat mengangkat masalah yang sebenarnya sudah selesai.

"Yang membuat kekisruhan dari awal pemerintah, pemerintah mengangkat satu masalah yang sebenarnya sudah selesai," kata Fadli di gedung Nusantara III, DPR RI, Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Menurut Fadli rekonsiliasi di tingkat masyarakat sudah terbangun sehingga pemerintah tidak perlu mencari-cari siapa yang menjadi korban dan siapa yang menjadi pelaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Demo Anti PKI di Monas Disusupi Aksi Anti Ahok

Demo Anti PKI di Monas Disusupi Aksi Anti Ahok

News | Jum'at, 03 Juni 2016 | 16:25 WIB

Muncul Barisan Ganyang Komunis Indonesia, Benarkah PKI Ada Lagi?

Muncul Barisan Ganyang Komunis Indonesia, Benarkah PKI Ada Lagi?

News | Jum'at, 03 Juni 2016 | 12:35 WIB

AJI Kecam Pengusiran Jurnalis Saat Meliput Simposium Anti-PKI

AJI Kecam Pengusiran Jurnalis Saat Meliput Simposium Anti-PKI

News | Jum'at, 03 Juni 2016 | 10:55 WIB

Kivlan: Kita Sudah Laporkan PKI ke Polisi-TNI, Ah, Luhut Gimana

Kivlan: Kita Sudah Laporkan PKI ke Polisi-TNI, Ah, Luhut Gimana

News | Jum'at, 03 Juni 2016 | 10:53 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun Drastis saat Donald Trump Ancam Hancurkan Iran

Harga Minyak Turun Drastis saat Donald Trump Ancam Hancurkan Iran

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:34 WIB

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Masjid Megah Senilai Rp1 Triliun di Makassar Siap Dibuka untuk Umum

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 08:27 WIB

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bank Indonesia Kucurkan Insentif KLM Rp461,2 Triliun, Kredit Perbankan Makin Kencang

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:22 WIB

50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol

50 Ribu Buruh Demo di Bundaran HI! Tuntut DPR Hentikan Outsourcing hingga Lindungi Ojol

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:20 WIB

Grand Blue Dreaming Umumkan Season 4, Kehidupan Percintaan Iori Makin Rumit

Grand Blue Dreaming Umumkan Season 4, Kehidupan Percintaan Iori Makin Rumit

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 08:20 WIB

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:12 WIB

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 08:10 WIB

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 08:04 WIB

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

×