Array

PDIP Tak Mau Dukung, Kecuali Ahok Tobat dan Melamar ke Partai

Selasa, 07 Juni 2016 | 14:52 WIB
PDIP Tak Mau Dukung, Kecuali Ahok Tobat dan Melamar ke Partai
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Di tengah wacana PDI Perjuangan akan mendukung Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di pilkada Jakarta periode 2017-2022, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah menegaskan partainya tidak akan mengubah haluan dengan mendukung calon yang maju lewat jalur non partai politik.

"PDI Perjuangan berpedoman, pada prinsipnya berpolitik yang tidak bisa diubah dan digantikan, bahwa PDI Perjuangan tidak mungkin mendukung calon perseorangan," kata Basarah di DPR, Selasa (7/6/2016).

Anggota Komisi III menambahkan PDI Perjuangan memiliki mazhab gotong royong sehingga tidak mungkin mendukung Ahok yang mau lewat jalur perseorangan.

Namun, kata Basarah, keadaan bisa berubah kalau Ahok mau meninggalkan jalur perseorangan dan melamar ke PDI Perjuangan.

"Kalau kemudian Ahok mau ubah sendiri jalurnya, mau bertobat dari jalur perseorangan masuk ke jalur parpol, dia harus ikut tradisi setiap parpol," kata Basarah.

"Kalau cara yang ada di PDI Perjuangan adalah empat tahap mendaftar, verifikasi, penyaringan, dan keempat: cawagubnya harus dari PDI Perjuangan. Ada Pak Djarot dan Pak Boy," Basarah menambahkan.

Sebelumnya, Ketua DPP Hanura Dadang Rusdiana menilai Ahok merupakan tokoh yang memiliki daya magnetis yang kuat jelang pilkada Jakarta periode 2017-2022. Apalagi, kalau Ahok disandingkan dengan lagi dengan Wakil Gubernur Djarot Syaiful Hidayat. Djarot merupakan politisi PDI Perjuangan.

"Kalau kita melihat, pasangan Ahok-Djarot ini adalah pasangan yang kuat. Didukung oleh mayoritas masyarakat, dan tentu akan lebih stabil dalam pemerintahan kalau partai pemerintah berada pada sisi ahok. Itu lebih ideal. Kalau bicara seperti itu pasangan Ahok-Djarot ini ideal dari berbagai sisi," kata Dadang di DPR.

‎Itu sebabnya, Dadang menyarankan kepada PDI Perjuangan mendukung Ahok maju ke pilkada. Dadang menyarankan PDI Perjuangan jangan meminta Ahok yang melamar ke PDI Perjuangan, mengingat Ahok sudah berkomitmen maju lewat jalur non partai politis.

Lebih jauh, Dadang mengatakan bila nanti PDI Perjuangan mendukung Ahok, mereka tetap harus berkoordinasi dengan partai yang sudah lebih dulu mendukung, yaitu Hanura dan ‎Nasdem.

Dadang mengatakan masyarakat Jakarta akan memilih figur.

"Tapi, faktor pentingnya itu adalah pada Ahoknya, bukan pasangannya. Dengan siapapun pasangannya, Ahok akan menang," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI