Ahok dan Megawati Sering Ketemu, Gerindra Tetap Tunggu Sikap PDIP

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Selasa, 07 Juni 2016 | 13:43 WIB
Ahok dan Megawati Sering Ketemu, Gerindra Tetap Tunggu Sikap PDIP
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M. Taufik dan rombongan mendatangi kantor DPD PDI Perjuangan. Disambut Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
‎Politisi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad tidak mempermasalahkan kedekatan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan PDI Perjuangan, terutama menjelang pemilihan kepala daerah Jakarta periode 2017-2022.

"Kami tunggu saja (sikap Ahok-PDI Perjuangan)‎, tidak apa-apa. Yang jelas, kami tidak dukung (petahana)," kata Dasco di DPR, Selasa (7/6/2016).

Seperti diketahui, Gerindra saat ini sedang mendekati PDI Perjuangan dan sejumlah partai politik untuk koalisi mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta. Gerindra sudah memiliki tiga kandidat kuat versi mereka, yaitu Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, dan Sjafrie Sjamsoeddin. Meski telah ditemui pimpinan Gerindra untuk membicarakan persiapan pilkada, PDI Perjuangan belum memutuskan sikap apakah mau koalisi atau tidak.
 
Sejauh ini, Gerindra tetap optimistis dapat mengusung pasangan kandidat DKI 1 dan DKI 2 bersama partai koalisi.

Gerindra, kata Dasco, sekarang masih mengatur strategi untuk itu.

Dasco tidak mau bicara lebih jauh mengenai kedetakan Ahok dengan PDI Perjuangan.
"Saya tidak mau mencampuri urusan PDIP. Yang jelas, di Gerindra (Ahok) juga murtad, gimana?" kata ‎Dasco.

Sejak Ahok keluar dari Partai Gerindra setelah berhasil menang di pilkada Jakarta, sebagian elite Gerindra tak bersimpati lagi dengan Ahok. Itu sebabnya, mereka antimendukung Ahok.

Politisi-poitisi Gerindra masih kesal ketika mengingat Pilkada Jakarta tahun 2012. Ketika itu, Ahok dipasangkan dengan Joko Widodo oleh koalisi PDI Perjuangan dan Gerindra. Setelah berkuang keras, koalisi ini berhasil memenangkan pemilihan menghadapi koalisi gemuk. 
 
Jelang pilkada Jakarta, Ahok menyatakan maju melalui jalur non partai politik. Dia memilih Heru Budi Hartono sebagai pasangan. Mereka didukung relawan Teman Ahok dan relawan Partai Nasional Demokrat dan Hanura.
 
Langkah Ahok membuat partai-partai politik merapatkan barisan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bersama Djarot Ketemu Mega, Ahok: Bu Mega Nggak Paksa Kami Duet

Bersama Djarot Ketemu Mega, Ahok: Bu Mega Nggak Paksa Kami Duet

News | Selasa, 07 Juni 2016 | 12:06 WIB

Ahok dan Djarot Ketemu Megawati, Ini yang Mereka Bicarakan

Ahok dan Djarot Ketemu Megawati, Ini yang Mereka Bicarakan

News | Selasa, 07 Juni 2016 | 10:35 WIB

Spanduk Ahok-Djarot Mengganggu, Ahok Minta Satpol PP Copot

Spanduk Ahok-Djarot Mengganggu, Ahok Minta Satpol PP Copot

News | Selasa, 07 Juni 2016 | 09:41 WIB

Terkini

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:11 WIB

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:06 WIB

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:56 WIB

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum

Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:33 WIB

Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka

Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:18 WIB

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:13 WIB